Korsel-AS Latihan Perang Bareng, Abaikan Ancaman Korut

Category: Internasional, Posted on Juli 26th, 2010 by didi

kapal-pengangkut-nuklirKorea Utara (Korut) boleh ngomong apa saja soal latihan militer bareng antara Korea Selatan (Korsel) dan Amerika Serikat (AS).Pyongyang boleh merasa terprovokasi oleh unjuk power persenjataan Seoul dan sekutunya itu. Tapi, latihan perang tetap berlangsung. Kemarin (25/7) USS George Washington, kapal pengangkut bertenaga nuklir, memimpin sebuah armada perang untuk menandai awal latihan perang di sekitar Semenanjung Korea tersebut.

Pejabat militer AS menyatakan, latihan itu memang sebuah sinyal tegas kepada Korut bahwa agresi dalam bentuk apa pun tak bisa ditoleransi. Agresi yang dimaksud adalah serangan terhadap kapal perang Cheonan milik Korsel pada Maret. Korsel dan AS memang menuduh Korut sebagai penyerang.

Latihan perang dengan sandi invincible spirit atau semangat tak terkalahkan itu dimulai Rabu (28/7). Pesertanya adalah 8 ribu prajurit AS dan Korsel. Selain itu, ada 20 kapal perang dan kapal selam serta 200 pesawat terbang yang ikut berlatih.

”Kami sedang menunjukkan sebuah jalan keluar versi kami,” ujar Kapten David Lausman, komandan USS George Washington yang sebelumnya mangkal di Jepang.

Tentu latihan itu segera direspon Korut. Rezim di Pyongyang melihatnya sebagai sebuah pemanasan untuk invasi. Korut pun mengancam bakal membalas dengan serangan nuklir dan sebuah ”perang suci”.

Kapten Ross Myers, komandan satuan pesawat pengangkut AS, mengungkapkan bahwa latihan itu diadakan tidak untuk meningkatkan ketegangan Semenanjung Korea. Namun, Myers mengakui bahwa latihan tersebut bisa menarik perhatian Korut bahwa agresi dan provokasi apa pun akan selalu mendapatkan konsekuensi.

Selama ini, AS menempatkan sekitar 28.500 prajurit di Korsel. Lalu, ada 50 ribu lagi yang ditempatkan di Jepang. USS George Washington adalah salah satu kapal induk terbesar sekaligus simbol kekuatan militer AS. Kapal itu bisa mengangkut 5 ribu personel angkatan laut plus penerbang. Sebanyak 70 pesawat udara juga bisa diangkut oleh kapal tersebut.

Latihan gabungan itu adalah yang pertama di antara rangkaian manuver militer di pesisir timur Korea Selatan dan Laut Kuning, dekat perbatasan Tiongkok. Latihan tersebut juga yang pertama yang melibatkan pesawat tempur siluman F-22. Pesawat tersebut diharapkan mampu menghadang serangan Korut ke Korsel.(didi )

Leave a Comment