Harga Gula dan Beras Naik

Category: Ekonomi, Posted on Juli 29th, 2010 by didi

gula1Mendekati bulan suci Ramadan, Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Bintan melaksanakan kegiatan monitoring dan pemantauan harga bahan pokok rumah tangga. Gula dan beras didapati mengalami kenaikan.
Harga gula yang sedianya rata-rata Rp6.800 per kilogram, naik menjadi rata-rata Rp9 ribu per kilo. Sedangkan beras rata-rata mengalami kenaikan antara Rp1.000 hingga Rp5.000 per karung.
“Hanya dua bahan pokok tersebut yang mengalami kenaikan. Sedangkan bahan pokok lainnya harganya tetap stabil,” kata Kepala Disperindag Bintan, H M Hendri, di sela kegiatan monitoring dan pemantauan harga pokok di Barek Motor, Kijang, Selasa (27/7) kemarin.
Kenaikan harga gula dan beras tersebut dikatakan Hendri masih masuk batas wajar. Mengenai permasalahan stok barang, Hendri menyebut kebutuhan bahan pokok hingga hari raya Idul Fitri nanti masih mencukupi.
“Dari gudang-gudang yang dicek, baik di Bintan Timur maupun Bintan Utara, bahan-bahan pokok masih tersedia dan mencukupi sampai Idul Fitri nanti,” tegasnya.
Untuk mengantisipasi terjadinya penimbunan barang, Pemerintah Bintan disebut Hendri telah membentuk petugas pengawasan dan perlindungan konsumen.
“Sejauh ini belum ditemukan adanya penimbunan barang,” katanya.Petugas pengawas dan perlindungan yang diantaranya terdiri dari PPNS perdagangan itu dijelaskan Hendri akan bekerja kian intensif pada saat mendekati bulan puasa dan lebaranMendekati bulan suci Ramadan, Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Bintan melaksanakan kegiatan monitoring dan pemantauan harga bahan pokok rumah tangga. Gula dan beras didapati mengalami kenaikan.
Harga gula yang sedianya rata-rata Rp6.800 per kilogram, naik menjadi rata-rata Rp9 ribu per kilo. Sedangkan beras rata-rata mengalami kenaikan antara Rp1.000 hingga Rp5.000 per karung.
“Hanya dua bahan pokok tersebut yang mengalami kenaikan. Sedangkan bahan pokok lainnya harganya tetap stabil,” kata Kepala Disperindag Bintan, H M Hendri, di sela kegiatan monitoring dan pemantauan harga pokok di Barek Motor, Kijang, Selasa (27/7) kemarin.
Kenaikan harga gula dan beras tersebut dikatakan Hendri masih masuk batas wajar. Mengenai permasalahan stok barang, Hendri menyebut kebutuhan bahan pokok hingga hari raya Idul Fitri nanti masih mencukupi.
“Dari gudang-gudang yang dicek, baik di Bintan Timur maupun Bintan Utara, bahan-bahan pokok masih tersedia dan mencukupi sampai Idul Fitri nanti,” tegasnya.
Untuk mengantisipasi terjadinya penimbunan barang, Pemerintah Bintan disebut Hendri telah membentuk petugas pengawasan dan perlindungan konsumen.
“Sejauh ini belum ditemukan adanya penimbunan barang,” katanya.Petugas pengawas dan perlindungan yang diantaranya terdiri dari PPNS perdagangan itu dijelaskan Hendri akan bekerja kian intensif pada saat mendekati bulan puasa dan lebaranMendekati bulan suci Ramadan, Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Bintan melaksanakan kegiatan monitoring dan pemantauan harga bahan pokok rumah tangga. Gula dan beras didapati mengalami kenaikan.
Harga gula yang sedianya rata-rata Rp6.800 per kilogram, naik menjadi rata-rata Rp9 ribu per kilo. Sedangkan beras rata-rata mengalami kenaikan antara Rp1.000 hingga Rp5.000 per karung.
“Hanya dua bahan pokok tersebut yang mengalami kenaikan. Sedangkan bahan pokok lainnya harganya tetap stabil,” kata Kepala Disperindag Bintan, H M Hendri, di sela kegiatan monitoring dan pemantauan harga pokok di Barek Motor, Kijang, Selasa (27/7) kemarin.
Kenaikan harga gula dan beras tersebut dikatakan Hendri masih masuk batas wajar. Mengenai permasalahan stok barang, Hendri menyebut kebutuhan bahan pokok hingga hari raya Idul Fitri nanti masih mencukupi.
“Dari gudang-gudang yang dicek, baik di Bintan Timur maupun Bintan Utara, bahan-bahan pokok masih tersedia dan mencukupi sampai Idul Fitri nanti,” tegasnya.
Untuk mengantisipasi terjadinya penimbunan barang, Pemerintah Bintan disebut Hendri telah membentuk petugas pengawasan dan perlindungan konsumen.
“Sejauh ini belum ditemukan adanya penimbunan barang,” katanya.Petugas pengawas dan perlindungan yang diantaranya terdiri dari PPNS perdagangan itu dijelaskan Hendri akan bekerja kian intensif pada saat mendekati bulan puasa dan lebaranMendekati bulan suci Ramadan, Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Bintan melaksanakan kegiatan monitoring dan pemantauan harga bahan pokok rumah tangga. Gula dan beras didapati mengalami kenaikan.
Harga gula yang sedianya rata-rata Rp6.800 per kilogram, naik menjadi rata-rata Rp9 ribu per kilo. Sedangkan beras rata-rata mengalami kenaikan antara Rp1.000 hingga Rp5.000 per karung.
“Hanya dua bahan pokok tersebut yang mengalami kenaikan. Sedangkan bahan pokok lainnya harganya tetap stabil,” kata Kepala Disperindag Bintan, H M Hendri, di sela kegiatan monitoring dan pemantauan harga pokok di Barek Motor, Kijang, Selasa (27/7) kemarin.
Kenaikan harga gula dan beras tersebut dikatakan Hendri masih masuk batas wajar. Mengenai permasalahan stok barang, Hendri menyebut kebutuhan bahan pokok hingga hari raya Idul Fitri nanti masih mencukupi.
“Dari gudang-gudang yang dicek, baik di Bintan Timur maupun Bintan Utara, bahan-bahan pokok masih tersedia dan mencukupi sampai Idul Fitri nanti,” tegasnya.
Untuk mengantisipasi terjadinya penimbunan barang, Pemerintah Bintan disebut Hendri telah membentuk petugas pengawasan dan perlindungan konsumen.
“Sejauh ini belum ditemukan adanya penimbunan barang,” katanya.Petugas pengawas dan perlindungan yang diantaranya terdiri dari PPNS perdagangan itu dijelaskan Hendri akan bekerja kian intensif pada saat mendekati bulan puasa dan lebaran ( didi )

Leave a Comment