Maaf, Insentif Guru Paud Belum Ada

Category: Info Kepri, Posted on Juli 29th, 2010 by didi

pembelajaranPemerintah Kota (Pemkot) Tanjungpinang mengakui belum sanggup untuk mengalokasikan anggaran insentif untuk guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Pasalnya, anggaran yang tersedia sangat terbatas. Tahun 2009, Pemkot masih sanggup mengalokasikan anggaran Rp8,9 miliar. Sedangkan tahun 2010 ini, hanya mampu mengalokasikan dana insentif Rp4,5 miliar.
Hal ini disampaikan Kepala Dinas Pendidikan Kota Tanjungpinang, Ahadi saat menjawab wartawan koran ini, Selasa (27/7). Katanya, sementara, yang bisa dibantu untuk insentif, hanya guru TK-SD-SMP-SMU/ SMK negeri dan swasta. ‘’Jujur, kalau anggaran untuk PAUD, kita belum ada, karena anggarannya terbatas. Sementara, hanya untuk kalangan guru TK-SD-SMP-SMU/SMK sederajad,’’ ujarnya.
Masih kata Ahadi, bahwa selama ini keberadaan PAUD memang sudah menjamur, di mana-mana. Apalagi keberadaan mereka selama ini berdiri atas kemauan sendiri, dengan biaya sendiri dan para tenaga PAUD-nya juga berasal dari berbagai latar belakang. Umumnya, kebanyakan dari ibu rumah tangga. ‘’Kita tahu, mereka memungut biaya dari para orang tua yang menitipkan anaknya di PAUD. Tentu, dari pungutan para orang tua tersebut bisa digunakan untuk biaya operasional PAUD,’’ ungkapnya.
Di tempat terpisah, Ketua Himpunan Pendidikan Anak Usia Dini (HIMPAUDI) Kota Tanjungpinang, Titik Firman mengatakan selama ini sudah ada 75 PAUD yang beroperasi di Kota Tanjungpinang, sedangkan jumlah guru PAUD yang ada, sekitar 300 orang. Titik menyebutkan, dari 300 orang guru PAUD, hanya 29 orang yang mendapat bantuan. Itu pun, bantuan insentif untuk 1orang, jumlahnya tidak wajar, sangat sedikit sekali.
Pihaknya masih bersyukur, dengan biaya dari orang tua murid, PAUD masih bisa beroperasi. Mulai dari gaji guru PAUD hingga biaya kebutuahn lainnya yang dibutuhkan untuk proses belajar mengajar. Di sisi lain, pihaknya juga berharap pemerintah kiranya bisa mengalokasikan anggaran insentif untuk guru-guru PAUD. Memang, PAUD adalah pendidikan non formal, jadi wajar jika pemerintah tidak memikirkan kesejahteraan guru-gurunya. ‘’Meski demikian, kita tetap berharap pemerintah kiranya mengalokasikan anggaran untuk guru PAUD,’’ ( didi )

Leave a Comment