- Menanam Kebiasaan di Pesisir Belawan: Saat Siswa SD Negeri 068426 Menyulap Sampah Jadi Karya
- Batam Hari Ini: Selundupan 100 Liquid Vape Rp800 Juta dari Malaysia Dibakar TNI AL
- Sapu Bersih Penghargaan, Harris Hotel Batam Center Sabet Juara Umum Making Bed & Art Towel 2026
- Kawal BBM Subsidi di Kepri, TNI AL Kodaeral IV Pastikan Pasokan Nelayan Aman dan Tepat Sasaran
- Lawan Perundungan di Pesantren, Polres Lingga Edukasi Santri Darul Iman
- Modus Baru Incar Vaper: TNI AL Gagalkan Pasokan Narkoba Senilai Rp800 Juta asal Malaysia
- Dekat dan Solutif, Cara Satgas Pamtas Yonif 136 Jaga Harmonisasi di Distrik Kalome
- Kunjungi PLN Batam, Dubes Daniel Blockert Tegaskan Swedia Siap Kawal Ketahanan Energi Kepri
- Menyatu Tanpa Jarak, Begini Cara Prajurit Yonif 136/Tuah Sakti Jalin Kedekatan dengan Warga Wandenggobak
- Menyusuri Gang Sempit Kelurahan Sadai, Polsek Bengkong Antar Sembako Langsung ke Pintu Rumah Warga
20 Jurnalis Terpilih dalam Program CIMB Niaga SJF 2026

Keterangan Gambar : Gedung kantor pusat PT Bank CIMB Niaga Tbk atau CIMB Niaga di Jakarta. /arsip CIMB Niaga
KORANBATAM.COM - Indonesian Institute of Journalism (IIJ) dan PT Bank CIMB Niaga Tbk (CIMB Niaga) telah memilih 20 jurnalis dari seluruh Indonesia sebagai penerima program CIMB Niaga Sustainability Journalism Fellowship (SJF) 2026.
Seluruh peserta akan diundang ke Bogor, Jawa Barat untuk mengikuti pelatihan sustainability masterclass dan menjalani proses mentoring ide keberlanjutan yang akan dilakukan oleh setiap peserta.
Dalam proses penerimaan proposal ide sustainability, IIJ dan CIMB Niaga membuka pendaftaran proposal SJF selama lebih dari dua bulan. Selama proses itu, IIJ menerima 233 proposal yang diajukan oleh jurnalis dari seluruh Indonesia. Hampir semua proposal yang diajukan, kategori individu maupun kelompok, memiliki semangat keberlanjutan yang sangat baik dan beragam.
Dari 233 proposal yang diterima panitia, dewan juri yang diwakili CIMB Niaga, IIJ dan Global Reporting Initiative (GRI) memilih 13 proposal yang terdiri dari 9 proposal individu dan 4 proposal kelompok (terlampir).
Dari asal wilayah, peserta terpilih mewakili berbagai wilayah Indonesia, dari Aceh hingga wilayah timur Indonesia.
Dalam proses seleksi, dewan juri tidak hanya menilai kualitas proposal semata, tetapi juga mempertimbangkan keterlibatan mereka dalam aktivitas keberlanjutan.
Pendekatan ini dilakukan karena tantangan keberlanjutan membutuhkan jurnalis yang tidak hanya mampu melaporkan persoalan, tetapi juga memahami realitas di lapangan dan berinteraksi langsung dengan pemangku kepentingan.
Direktur Eksekutif IIJ sekaligus anggota dewan juri, Umar Idris mengatakan, para peserta yang telah terpilih menunjukkan kombinasi antara kompetensi jurnalistik, komitmen dan dampak proyek keberlanjutan yang akan dijalankan oleh setiap peserta.
Pengumuman peserta terpilih dilakukan pada Jumat (5/6/2026) di Jakarta, bertepatan dengan peringatan hari Lingkungan Hidup Sedunia. Melalui momentum Hari Lingkungan Hidup se-dunia ini, CIMB Niaga dan IIJ menegaskan pentingnya peran jurnalis dan media dalam mendorong kesadaran dan perubahan menuju masa depan lingkungan dan sosial Indonesia yang lebih berkelanjutan.
“Hari ini, ketika memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia, kami ingin menegaskan bahwa jurnalisme membutuhkan lebih dari sekadar kemampuan menulis berita. Para peserta yang terpilih menunjukkan rasa ingin tahu yang kuat, pemahaman terhadap isu keberlanjutan dan dalam banyak kasus juga keterlibatan dalam berbagai aktivitas yang berhubungan dengan pelestarian lingkungan. Kami melihat hal tersebut sebagai modal penting untuk menghasilkan karya jurnalistik yang lebih mendalam, akurat serta berdampak,” kata Umar dalam siaran pers yang diterima KoranBatam, Sabtu (6/6).
Menurut Umar, jurnalis memiliki posisi strategis untuk menjembatani informasi antara masyarakat, dunia usaha, pemerintah dan komunitas yang terdampak oleh berbagai persoalan lingkungan.
“Kami berharap para fellow tidak hanya menghasilkan liputan yang menarik, tetapi juga menghadirkan perspektif baru, mengangkat praktik-praktik baik serta membantu publik memahami bahwa keberlanjutan adalah isu yang dekat dengan kehidupan sehari-hari,” ujarnya.
Pandangan serupa disampaikan Regional Program Manager ASEAN GRI, Lany Harijanti yang menilai bahwa, kebutuhan akan jurnalisme keberlanjutan semakin mendesak di tengah meningkatnya perhatian terhadap isu perubahan iklim, transisi energi hingga tanggung jawab sosial perusahaan.
“Saat ini publik butuh informasi yang dapat membantu mereka memahami dampak dan implikasi dari berbagai isu keberlanjutan. Jurnalis memiliki peran penting dalam menerjemahkan data, kebijakan maupun laporan keberlanjutan menjadi informasi yang mudah dipahami masyarakat luas,” ucap dia.
Program ini terselenggara atas kerja sama CIMB Niaga dan IIJ yang didukung oleh GRI. Melalui program ini, para peserta yang terpilih akan mengikuti serangkaian pelatihan, mentoring bersama para ahli di Jakarta selama tiga hari.
Para peserta yang terpilih berhak mendapatkan tunjangan dana untuk merealisasikan ide keberlanjutannya dengan total keseluruhan dana sebesar Rp200 juta.
(red)
▴JNE BATAM▴
▴-▴




















































































