- Batam Jadi Lokus Studi Sespimti Polri
- Penyelundupan 337 Ponsel Ilegal Senilai Rp3,76 Miliar Digagalkan
- Ini 20 Finalis Duta Wisata Cik dan Puan Batam 2026
- TNI Satgas Yonif 136 Kian Peduli Kesehatan, Lakukan Pengobatan Keliling di Kampung 55 Papua Tengah
- TNI Satgas Yonif 136 Bagi-bagi Baju untuk Anak-anak Papua Tengah
- Kecam Aktivitas Tambang Pasir Ilegal Kampung Jabi, Li Claudia: Ganggu Ekosistem Lingkungan
- Cegah Liarnya Kenaikan Harga BBM di Batam, Li Claudia Konsolidasikan Pelaku Usaha, Pertamina dan PLN
- BP Batam Rayakan Paskah Bersama Opa dan Oma di Graha Lansia Titian Kasih
- Tindak Lanjut Jumat Curhat Kapolresta Barelang soal Kenakalan Remaja, Polsek Bengkong Gerak Sambang Sekolah Cegah Pelajar Terjerat Hukum
- Kepala BP Batam Sambut Wali Kota Kupang, Dashboard Investasi Jadi Percontohan
ABK MT VS LEIA Meninggal di Perairan Kabil Batam, Satrol Kodaeral IV Evakuasi

Keterangan Gambar : Petugas gabungan membawa jenazah ABK warga Filipina saat ditemukan meninggal dunia di kapal MT VS LEIA, Rabu (25/2/2026) malam. /arsip Kodaeral IV
KORANBATAM.COM - Unsur jajaran Komando Daerah Angkatan Laut (Kodaeral) IV melalui prajurit Satuan Kapal Patroli (Satrol) dan Pos Angkatan Laut (Posal) Punggur melaksanakan operasi evakuasi Search and Rescue (SAR) terhadap seorang Anak Buah Kapal (ABK) yang meninggal dunia di kapal Motor Tanker (MT) VS LEIA di perairan Kabil, Batam, Kepulauan Riau (Kepri) pada Rabu (25/2/2026) malam.
Berdasarkan sumber dari Dinas Penerangan (Dispen) Kodaeral IV bahwa, kapal berbendera asing dengan Call Sign MEIEN, GT 240048, IMO 9303730, saat ini berada pada posisi lego jangkar di perairan Kabil dan tengah melaksanakan kegiatan bongkar muatan bahan bakar jenis Research Octane Number (RON) 90 sebanyak kurang lebih 30.274 kiloliter, dengan pelabuhan terakhir tercatat berasal dari Singapura.
Kepala Dinas Penerangan (Kadispen) Kodaeral IV, Kolonel Laut (KH) Ign. M. Pundjung T., S.Sos., M.Sc menuturkan, ABK yang meninggal dunia tersebut diketahui bernama Tayag Girard Dicen (50 tahun), berkewarganegaraan Filipina. Namun, dia belum menyampaikan lebih jauh penyebab kematian korban.
“Jenazah sudah dievakuasi menuju Pelabuhan Kesatuan Pengawasan Laut dan Pelayaran (KPLP) Punggur. Direncanakan akan dibawa ke Rumah Sakit (RS) Bhayangkara Polda Kepri untuk penanganan lebih lanjut,” ucap Pundjung kepada KoranBatam, Kamis (26/2).
Dalam pelaksanaan SAR, kata dia, unsur yang terlibat di antaranya yakni Sea Rider 02 dari RBB Satrol Kodaeral IV, Polisi Air (Polair) Polda Kepri, KPLP Tanjung Uban, Posal Punggur, Inafis Polda Kepri serta Badan Search and Rescue Nasional (Basarnas) Kepri.
“Keterlibatan Satrol Kodaeral IV dan Posal Punggur menegaskan komitmen TNI AL Kodaeral IV terus bersinergi dengan instansi terkait dalam menjamin keselamatan pelayaran serta menjaga keamanan maupun ketertiban di wilayah perairan yurisdiksi nasional khususnya di wilayah Batam, Kepulauan Riau,” tukas dia.
(iam)
▴-▴

















































































