Ada Pameran Jejak Sejarah Nong Isa di Hari Jadi Batam Batam ke-196
KORANBATAM.COM 18 Des 2025, 19:40:15 WIB
dibaca : 537 Pembaca BATAM
Ada Pameran Jejak Sejarah Nong Isa di  Hari Jadi Batam Batam ke-196

Keterangan Gambar : Penampakan pameran mini Raja Isa atau Nong Isa di lobi lantai 1, kantor walikota, Batam, Kepulauan Riau, Kamis (18/12/2025). /Dok. Disbudpar Batam


KORANBATAM.COM - Di tengah hiruk-pikuk Kota Batam, Kepulauan Riau (Kepri) yang terus bertumbuh sebagai kawasan industri, perdagangan, alih kapal, jasa dan pariwisata, jejak sejarah masa lalu kembali dihadirkan melalui pameran mini Raja Isa lebih dikenal dengan pangilan Nong Isa. 

Pameran ini digelar di kantor walikota Batam, Kamis (18/12/2025), tepatnya di lobi lantai 1 sebagai bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi Batam (HJB) yang ke-196 tahun.

Deretan foto dan narasi sejarah tersaji dalam dua bahasa, Indonesia dan Inggris, mengajak pengunjung menelusuri perjalanan Raja Isa alias Nong Isa, tokoh yang dikenal sebagai tonggak awal pemerintahan di Batam. 

Dari sosok inilah, benang merah sejarah Batam mulai dirajut hingga akhirnya berkembang seperti yang dikenal saat ini.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Batam, Ardiwinata mengatakan bahwa, pameran mini ini yang diadakan pertama kali ini bukan sekadar ruang pamer melainkan ruang interaksi. 

“Melalui visual dan narasi sejarah, masyarakat diajak memahami bahwa Batam memiliki akar sejarah yang kuat dan tidak terlepas dari peran tokoh-tokoh masa lampau. Penyajian bilingual juga menjadi upaya agar kisah Batam dapat dipahami lintas generasi dan lintas bangsa,” ungkap Ardiwinata kepada KoranBatam lewat pesan WhatsApp.

Hal ini semakin memaknai HJB tahun ini lebih terasa informatif dan bernilai Edukasi.

“Dengan pameran foto mini ini dapat memberikan pengetahuan kepada masyarakat Batam terutama pelajar pelajar tentang sejarah Nong Isa, termasuk sketsa Wajah Nong Isa juga kita pamerkan, koleksi Museum Batam Raja Ali Haji,” ucapnya.

Penetapan Hari Jadi Batam sendiri bukanlah keputusan yang lahir secara singkat. 

Kepala Bidang (Kabid) Kebudayaan Disbudpar Batam, Samson Rambah Pasir mengungkapkan bahwa, proses tersebut melalui kajian panjang dan sejumlah seminar sejarah. 

“Dari 3 kali seminar yang dilaksanakan saat itu, dengan Bapak Amsakar Achmad sebagai ketua tim yang kini menjabat Walikota Batam disepakati tanggal 18 Desember 1829 sebagai Hari Jadi Batam. Kesepakatan tersebut kemudian ditetapkan secara resmi melalui Peraturan Daerah (Perda) Batam,” kata Samson.

Bagi Samson, pameran mini ini menjadi sarana edukasi sejarah yang penting. Kisah Raja Isa alias Nong Isa diharapkan mampu membuka pemahaman masyarakat tentang bagaimana Batam bermula, sekaligus menumbuhkan rasa memiliki terhadap identitas dan warisan budaya daerah.

Melalui pameran mini Raja Isa alias Nong Isa, sejarah Batam tidak lagi hanya tercatat dalam buku atau arsip, tetapi dihadirkan kembali ke ruang publik menjadi pengingat bahwa kemajuan hari ini berangkat dari jejak langkah masa lalu.


(iam)




- -
Komentar Facebook

Komentar dengan account Facebook

EKONOMI

;