Asa Baru Kota Batam: Saat Genangan Berkelanjutan Mulai Teratasi
KORANBATAM.COM 27 Agu 2026, 21:56:36 WIB
dibaca : 275 Pembaca SOROTAN BATAM
Asa Baru Kota Batam: Saat Genangan Berkelanjutan Mulai Teratasi

Keterangan Gambar : Sejumlah pemangku BP dan Pemkot Batam turun langsung meninjau sejumlah titik vital drainase utama, belum lama ini. /arsip BP Batam


KORANBATAM.COM - Penanganan titik banjir di Kota Batam terus dimaksimalkan. Sebanyak 29 titik rawan genangan kini telah ditangani melalui sinergi berkelanjutan antara Badan Pengusahaan (BP) Batam dan Pemerintah Kota (Pemkot) Batam.

Guna memastikan infrastruktur yang dibangun benar-benar berfungsi optimal dan menjawab kebutuhan di lapangan, Wakil Kepala BP Batam, Li Claudia Chandra, turun langsung meninjau sejumlah titik vital pada Selasa (25/8/2026) dan Kamis (27/8/2026).

Pada peninjauan hari pertama, Li Claudia menyisir tiga lokasi drainase utama, yakni Drainase Jalan S. Parman-Piayu, Drainase depan RS Graha Hermine-Batu Aji, serta Drainase Spillway-Muka Kuning. Selain itu, rombongan juga mengecek rencana pemasangan Penerangan Jalan Umum (PJU) di ruas Simpang Pollux menuju Simpang Telkom.

“Kami ingin melihat langsung kondisi di lapangan. Infrastruktur seperti drainase maupun penerangan jalan memiliki manfaat yang langsung dirasakan masyarakat, sehingga perlu diperhatikan dan dievaluasi sesuai kondisi serta kebutuhan masing-masing lokasi,” ujar Li Claudia.

Evaluasi lapangan berlanjut pada Kamis (27/8/2026). Mendampingi Li Claudia, Anggota/Deputi Bidang Infrastruktur BP Batam Mouris Limanto beserta jajaran teknis menyambangi dua titik drainase di Kelurahan Belian, yaitu kawasan depan Perumahan Odessa (Jalan Tengku Sulung) dan depan SMP Negeri 28 Batam (Jalan Hang Tuah Taman Raya Tahap 4).

Fokus penanganan di wilayah Belian tertuju pada pembersihan hambatan aliran air akibat sedimentasi dan penumpukan material sisa, pemulihan fungsi saluran hingga penataan jalan inspeksi di sekitarnya.

Li Claudia menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur fisik harus dibarengi dengan kepedulian lingkungan dari warga sekitar agar dampaknya bertahan jangka panjang.

“Pembenahan infrastruktur yang kami lakukan berorientasi pada kenyamanan aktivitas harian warga. Di saat yang sama, peran aktif masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan sangat dibutuhkan agar fungsi drainase tetap optimal,” tegasnya.

Sementara itu, Deputi Bidang Infrastruktur BP Batam, Mouris Limanto menambahkan bahwa, penanganan masalah banjir tidak dilakukan secara generik, melainkan disesuaikan dengan karakteristik masing-masing kawasan.

“Tim teknis kami terus melakukan evaluasi berkala di lapangan agar formulasi penanganan tepat sasaran sesuai kondisi aktual,” jelas Mouris.

Salah satu bukti nyata dari program ini dapat dirasakan masyarakat di kawasan Simpang Kabil (Simpang Kepri Mall). Lewat skema proyek multiyears 2026-2027, BP Batam berhasil memperbesar dan melebarkan kapasitas saluran air setempat, sehingga genangan yang sebelumnya kerap melumpuhkan lalu lintas saat hujan deras kini tidak terjadi lagi.

Langkah monitoring dan evaluasi lapangan ini akan terus digelar secara berkala oleh BP Batam dan Pemkot Batam untuk mendeteksi potensi masalah baru sekaligus memastikan fungsi seluruh infrastruktur dasar Kota Batam tetap terjaga.

 

(Redaksi KoranBatam)




- ▴-▴JNE BATAM ▴JNE BATAM▴- ▴-▴
Komentar Facebook

Komentar dengan account Facebook

EKONOMI

;