Atasi Persoalan Air, BP Batam dan ABH Tingkatkan Kapasitas Suplai hingga 850 Liter per Detik
KORANBATAM.COM 11 Mar 2026, 21:28:52 WIB
dibaca : 302 Pembaca BATAM
Atasi Persoalan Air, BP Batam dan ABH Tingkatkan Kapasitas Suplai hingga 850 Liter per Detik

Keterangan Gambar : Rakor BP Batam dan PT ABH soal tindak lanjut perbaikan layanan air bersih, Senin (9/3/2026). /arsip BP Batam


KORANBATAM.COM - Badan Pengusahaan (BP) Batam bersama PT Air Batam Hilir (ABH) memberikan atensi penuh terhadap penanganan wilayah stress area atau kawasan yang mengalami gangguan tekanan air.

Dalam rapat koordinasi (rakor) tindak lanjut perbaikan layanan air bersih, Senin (9/3/2026), BP Batam dan ABH membahas sejumlah upaya yang akan dilakukan agar suplai air ke masyarakat lebih optimal.

Salah satu di antaranya adalah dengan melakukan peningkatan kapasitas suplai air hingga 850 liter per detik. Langkah ini akan memberikan dampak terhadap total kapasitas suplai yang tersedia dari 4.429 liter per detik menjadi 4.710 liter per detik.

Upaya ini sekaligus memungkinkan pengalihan (switching) suplai air ke wilayah yang mengalami kekurangan tekanan air.

“Sesuai arahan Kepala dan Wakil Kepala BP Batam, kami berupaya agar penanganan ini berjalan secara bertahap dan terukur sehingga pelayanan air bersih kepada masyarakat dapat semakin stabil,” ujar Direktur Badan Usaha Sistem Penyediaan Air Minum Batam (SPAM) dan Fasling BP Batam, Iyus Rusmana dalam siaran pers, Rabu (11/3).

Selain itu, ia juga menjelaskan upaya lainnya yakni dengan program perkuatan jaringan distribusi jalur pipa DK12 yang menyuplai beberapa kawasan yang selama ini mengalami persoalan tekanan air rendah, antara lain daerah Kelurahan Tanjung Sengkuang, Bengkong dan Kelurahan Batu Merah.

Melalui perkuatan jalur tersebut, Iyus mengatakan bahwa suplai air dari pipa induk dipastikan lebih stabil dan akan mencukupi kebutuhan masyarakat.

“Keluhan masyarakat menjadi perhatian serius bagi BP Batam. Kami terus berusaha agar penanganan terhadap 18 titik stress area ini bisa terselesaikan,” tegasnya.

Dalam rakor tersebut, BP Batam dan ABH juga menyinggung soal penerapan sistem SCADA (Supervisory Control and Data Acquisition). Dimana, SCADA merupakan sistem teknologi yang memungkinkan pemantauan dan pengendalian jaringan distribusi air secara digital dan real time.

Melalui sistem ini, operator dapat memantau tekanan air di jaringan pipa, mendeteksi gangguan distribusi lebih cepat, serta mengambil langkah penanganan secara lebih efektif.

Dengan penerapan sistem SCADA ini pula, pihak pengelola air berupaya untuk mendorong pengelolaan sistem distribusi air di Batam menjadi lebih modern, responsif dan efisien.

“Saat ini, kami sedang menunggu rampungnya proyek pengembangan jaringan air pada ruas Sukajadi, M3G hingga ke Bukit Senyum. Berbagai langkah antisipatif juga telah kami siapkan agar selama pengerjaan tidak ada kendala untuk suplai ke masyarakat,” pungkasnya.

 

(red)




- -
Komentar Facebook

Komentar dengan account Facebook

EKONOMI

;