- Calon Prajurit TNI AL Kodaeral IV Menjalani Tes Samapta
- Iptu Sutomo, Kapolsek Jemaja Bertemu Ketua LAM
- Pascabencana, Pertamina Sumbagut Hadir Perkuat Pemulihan Warga di Huntara Ketapiang bersama Direksi dan DPR RI
- Aspers Ksal Cek Langsung Penerimaan Prajurit Baru di Kodaeral IV, Berikut Pesannya
- Rayakan Valentine Sambil Makan Malam Romantis di Ketinggian Hotel Yello Batam
- BP Batam Jawab Tuntutan Warga Sengkuang, Percepat Solusi Air Bersih
- Bupati Batu Bara Tertarik Replikasi Model Investasi dan Air Bersih di Batam
- Warga Tiga Kelurahan di Batuampar Batam Demo: Solat-Mandikan Jenazah Sulit, Hanya Dapat Janji Manis Saja
- Maling Motor Bersenjata Pisau Badik Diringkus Polisi Bengkong, Satu Masih Diburu
- Tingkatkan Kemampuan Tempur Prajurit, Kodaeral IV Gelar Latihan Menembak
Bangun Trust lewat Cerita dan Integritas, Aiman Witjaksono: Wartawan Harus Gak Netral
Berbagi Pengalaman di CIMB Niaga Jurnalisme Inspiratif 2025

Keterangan Gambar : Aiman Witjaksono, Senior Jurnalis. /iam/KoranBatam
KORANBATAM.COM - Karier di bidang jurnalisme menawarkan lingkungan kerja yang menarik dan serba cepat, sempurna bagi mereka yang menyukai mendongeng dan peristiwa terkini. Maka, tidak mengherankan bahwa ini adalah jabatan yang banyak dicari di kalangan petualang, penulis, dan pencari kebenaran.
Istilah “Jurnalis” dapat menggambarkan seseorang yang menulis untuk publikasi cetak seperti surat kabar atau majalah tradisional, seorang reporter yang mengejar badai atau menghadiri konferensi pers kepresidenan, sebelum berbicara di depan kamera tentang temuan mereka atau pekerja lepas yang menulis artikel online untuk situs berita baru.
Tugas jurnalis adalah menyampaikan sebuah cerita dan menyajikan fakta, sehingga khalayak dapat membentuk opininya sendiri dan membuat keputusannya sendiri.
Pekerjaan ini membutuhkan lebih dari sekedar terlihat cantik di depan kamera atau menampar byline Anda pada sebuah artikel jurnalis bertanggung jawab atas penelitian ekstensif, penulisan dan pengecekan fakta yang masuk ke hasil akhir mereka, selain memupuk hubungan dengan subjek wawancara mereka dan selalu menunggu cerita selanjutnya.
Nama Aiman Witjaksono tentu sudah tak asing lagi di dunia jurnalistik Indonesia.
Pria berusia 47 tahun ini sudah malang-melintang di dunia jurnalistik selama 24 tahun, sejak 2001 silam.
Dalam sebuah kesempatan bertajuk CIMB Niaga Jurnalisme Inspiratif 2025 dengan tema Membangun Trust lewat Cerita dan Integritas, Aiman menceritakan bagaimana pengalamannya sebagai seorang jurnalis.
Aiman mengaku ada banyak sekali pengalaman menarik selama menjalani profesi sebagai jurnalis.
Aiman Witjaksono tak memungkiri bahwa menjalani profesi jurnalis bukanlah perkara yang mudah.
Ada tanggung jawab besar yang diemban seorang jurnalis terhadap keterbukaan informasi dan kebenaran untuk publik. Aiman merasa bahwa seorang jurnalis harus rajin melakukan riset untuk mendapatkan informasi yang berkualitas.
“Untuk menjadi wartawan handal dan sukses itu pertama starategi, efisiensi, terakhir yang terpenting itu kredibilitas,” ucap dia yang sekarang menjabat sebagai Pimpinan Redaksi (Pimred) iNews di gedung KI Hajar Dewantara, Learning Center Gunung Geulis, Bogor, Jumat (12/12/2025).
Tak hanya itu, mengikuti perkembangan informasi yang beredar luas di tengah masyarakat juga menjadi salah satu hal yang penting bagi jurnalis.
Pria kelahiran 8 Juli 1978 ini juga ternyata punya formula tersendiri untuk memudahkan pekerjaannya sebagai jurnalis. Formula yang selalu dipegang Aiman dalam menjalankan kerja-kerja jurnalistik yakni fakta, data dan logika.
“Jurnalis itu penting menjadi penyeimbang dari otoritas. Wartawan Itu Harus Gak Netral, tetapi gak netral itu bukan kepada kelompok, sosok, orang atau golongan tertentu tapi kepada nilai,” tegasnya.
“Teman-teman gak boleh diem, wartawan harus bergerak memperjuangkan nilai dan jangan pernah takut,” sambungnya.
Salah satu hal yang juga dianggap Aiman penting bagi seorang jurnalis adalah selalu memeriksa informasi dan fakta yang diterima. Seorang jurnalis tidak boleh langsung percaya begitu saja dengan informasi yang didapatkan.
“Kita punya kewajiban untuk berbuat, bekerja atau untuk membuat karya sebaik-baiknya terhadap perusahaan kita. Bangsa ini butuh teman-teman dan jangan pernah lelah untuk mencintai bangsa ini karena bangsa ini butuh teman-teman agar ketika jalan tetap berada di jalurnya,” tukasnya.
(iam)
▴-▴



















































































