Basarnas Tanjungpinang Ungkap Data Kedaruratan Laut: 20 Laka Laut, 10 Meninggal, 6 Masih Hilang
KORANBATAM.COM 10 Agu 2026, 14:32:34 WIB
dibaca : 275 Pembaca DAERAH
Basarnas Tanjungpinang Ungkap Data Kedaruratan Laut: 20 Laka Laut, 10 Meninggal, 6 Masih Hilang

Keterangan Gambar : Kepala KPP Basarnas Kelas A Tanjungpinang, Fazzli. /iam/KoranBatam


KORANBATAM.COM - Kantor Pencarian dan Pertolongan (KPP) Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Kelas A Tanjungpinang mencatatkan kinerja impresif sepanjang periode Januari hingga akhir Juli 2024. Dari total 28 operasi SAR yang digelar, tim penyelamat berhasil menyelamatkan 45 jiwa, dengan tingkat keberhasilan penanganan (success rate) mencapai sekitar 90 persen.

Kepala KPP Basarnas Kelas A Tanjungpinang, Fazzli, mengungkapkan bahwa, wilayah perairan Kepulauan Riau (Kepri) yang sangat luas masih menjadi titik fokus utama penanganan kedaruratan. Dominasi musibah yang terjadi sepanjang tujuh bulan pertama tahun ini didominasi oleh kecelakaan transportasi laut.

“Sepanjang Januari hingga akhir Juli, kami telah menangani sebanyak 28 operasi SAR. Dari jumlah tersebut, 20 kejadian merupakan kecelakaan kapal (laka laut), sementara 8 kejadian sisanya masuk dalam kategori Kondisi Membahayakan Manusia (KMM),” ujar Fazzli saat memberikan keterangan resmi kepada awak media di BETA Kopi, Sekupang, Batam, Jumat (7/8/2026).

Rincian Data Korban dan Dinamika Operasi Laut

Fazzli memaparkan, dari total 28 kejadian kedaruratan tersebut, tercatat sebanyak 61 orang menjadi korban yang terdampak langsung. Berkat respon cepat (quick response) dan koordinasi lintas unsur SAR, mayoritas korban dapat dievakuasi dalam kondisi selamat.

Korban Selamat: 45 Orang (-90 persen sukses penyelamatan)

Meninggal Dunia: 10 Orang

Hilang / Belum Ditemukan: 6 Orang

Total Korban Terdampak: 61 Orang

Salah satu insiden menonjol yang ditangani dalam rentang waktu tersebut yakni musibah yang menimpa kapal motor (KM) Bahtera, kapal yang berlayar dari Tanjung Uban menuju Pulau Tambelan. Kasus ini menambah deretan tantangan berat pencarian di perairan lepas pantai Kepri.

Tantangan Berat Pencarian: Arus Laut dan Fenomena Man Overboard

Mengenai enam korban yang hingga kini belum berhasil ditemukan, Fazzli menjelaskan adanya kendala teknis dan dinamika alam yang dihadapi personel di lapangan. Sebagian besar kasus korban hilang berawal dari insiden terjatuh dari atas kapal (man overboard) saat pelayaran berlangsung.

“Pencarian maksimal sesuai SOP (Standar Operasional Prosedur, red) standar telah kami laksanakan secara optimal selama 7 hari sejak laporan pertama diterima. Namun, dinamika di laut sangat kompleks. Arah angin, kuatnya arus laut, serta cuaca ekstrem membuat area dispersi korban dengan cepat meluas dari titik perkiraan jatuh (last known position),” jelas Fazzli.

Meskipun operasi SAR secara aktif telah ditutup setelah rentang waktu 7 hari, Basarnas tidak lantas melepas pemantauan. Penutupan operasi resmi berganti menjadi pemantauan harian berskala penuh (monitoring). Maklumat pelayaran diterbitkan dan disebarkan ke seluruh kapal komersial maupun nelayan yang melintasi jalur tersebut.

“Apabila ada armada laut atau masyarakat maritim yang melihat tanda-tanda keberadaan korban, kami mengimbau agar segera melapor. Tim kami akan langsung bergerak melakukan evakuasi,” tambahnya.

Antisipasi Dampak El Nino Kuat dan Gelombang Tinggi

Menghadapi potensi ancaman fenomena iklim global, Basarnas Tanjungpinang meningkatkan kewaspadaan ekstra terhadap dampak El Nino kuat yang memicu perubahan pola iklim dan cuaca tak menentu di wilayah Kepri.

Mengingat geografis Kepri yang 96 persen wilayahnya terdiri dari lautan dengan aktivitas lalu lintas laut yang sangat padat, potensi bahaya hidrometeorologi menjadi perhatian utama seluruh pemangku kepentingan (stakeholders).

“Kami mengimbau secara tegas kepada seluruh operator pelayaran, nelayan, dan masyarakat maritim untuk selalu memprioritaskan prosedur keselamatan pelayaran (safety first). Pastikan alat keselamatan seperti life jacket dan sekoci dalam kondisi siap pakai sebelum bertolak,” imbau Fazzli.

Kesiap-siagaan Alut dan Armada Siaga 24 Jam Nonstop

Guna memastikan waktu tanggap (response time) yang optimal di seluruh pelosok Kepri, KPP Basarnas Kelas A Tanjungpinang menyiagakan alut (alat utama) dan personel selama 24 jam nonstop yang tersebar di beberapa pos strategis:

Armada Laut: Kapal SAR disiagakan di titik vital, yaitu Batam, Tanjungpinang, serta Kabupaten Lingga (minimal satu armada siaga di tiap lokasi).

Armada Udara: 2 unit Helikopter Bolkow BO-105 standby di Pangkalan Udara Angkatan Laut (Lanudal) Tanjungpinang untuk pengamatan serta evakuasi udara (air rescue).

Pos dan Posko Siaga: Personel gabungan disiagakan di Tanjung Balai Karimun (TBK), Batam, Tanjungpinang, dan Kabupaten Lingga.

Layanan Darurat SAR:

Masyarakat yang membutuhkan bantuan pencarian dan pertolongan (SAR) atau ingin melaporkan kejadian darurat di laut maupun darat dapat segera menghubungi Emergency Call Center Basarnas di nomor bebas pulsa 115 (aktif 24 jam) atau menghubungi pos SAR terdekat.

 

(iam /Redaksi KoranBatam)




- -JNE BATAM JNE BATAM- -
Komentar Facebook

Komentar dengan account Facebook

EKONOMI

;