Batam Bersiap Gelar BIMAC ke-2, Magnet Marching Arts Asia Tenggara
KORANBATAM.COM 08 Jun 2026, 18:08:20 WIB
dibaca : 325 Pembaca SERBA-SERBI
Batam Bersiap Gelar BIMAC ke-2, Magnet Marching Arts Asia Tenggara

Keterangan Gambar : Peserta BIMAC ke-1 pada tahun 2024 di Sport hall Temenggung Abdul Jamal. /arsip Disbudpar Batam


KORANBATAM.COM - Kota Batam terus memantapkan posisinya sebagai pusat penyelenggaraan event internasional di kawasan Asia Tenggara. Ajang bergengsi Batam International Marching Arts Competition (BIMAC) ke-2 yang dijadwalkan berlangsung pada 27,-29 November 2026 mendatang, kini semakin memikat perhatian komunitas marching arts dunia.

Hingga saat ini, dua tim raksasa asal Malaysia telah mengonfirmasi kepastian mereka untuk berlaga di Batam. Kedua tim tersebut adalah Pekan Colorguard Community dari Pahang dan De Laguna Marching Band dari Kedah.

Menariknya, kedua delegasi Negeri Jiran ini berada di bawah asuhan tangan dingin Ahmad Muqri bin Zamzam, sosok yang dikenal sangat aktif dalam pengembangan marching arts di Malaysia. Antusiasme mancanegara tidak berhenti di situ.

Pihak panitia mencatat gelombang minat yang besar dari negara-negara Asia lainnya. Sejumlah tim dari Thailand, Filipina hingga China saat ini sedang dalam proses pendaftaran intensif untuk ikut memperebutkan gelar juara di Batam.

Kepala Bidang Ekonomi Kreatif (Ekraf) sekaligus Penanggung Jawab Event, Mitahul Rozikin mengungkapkan bahwa, tingginya ketertarikan dari luar negeri menjadi indikator kuat bahwa pamor BIMAC telah diakui secara global.

“Saat ini sudah ada dua tim dari Malaysia yang mengunci tiket kepesertaan. Ditambah lagi dengan tim-tim dari Thailand, Filipina, dan China yang sedang merampungkan proses pendaftaran. Ini bukti nyata bahwa BIMAC mulai diperhitungkan di level internasional,” ujar pria yang akrab disapa Zikin tersebut.

Geliat Nasional: Dari Batam hingga Makassar

Tidak hanya menjadi magnet bagi peserta asing, demam BIMAC ke-2 juga melanda berbagai penjuru tanah air. Tuan rumah Batam dipastikan akan menurunkan talenta-talenta terbaiknya lewat partisipasi unit marching band dari tingkat Sekolah Dasar (SD), SMP hingga SMA.

Sementara itu, persaingan dipastikan akan semakin sengit dengan hadirnya deretan tim tangguh dari berbagai wilayah Indonesia yang saat ini sedang dalam tahap pendaftaran.

Mereka datang dari Tanjungpinang, Karimun, Bintan, Lingga, Bengkalis, Medan, Yogyakarta, Surabaya, Makassar hingga pulau Kalimantan.

Dorong Sport Tourism dan Ekonomi Kreatif

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Kadisbudpar) Batam, Ardiwinata menegaskan bahwa, keberagaman latar belakang peserta merupakan kekuatan utama BIMAC 2. Event dua tahunan ini dirancang bukan sekadar untuk kompetisi, melainkan sebagai ruang diplomasi budaya dan peningkatan kualitas seni pertunjukan.

“Kami berharap BIMAC 2 menjadi wadah bertukar pengalaman antarperserta dari berbagai negara. Kehadiran mereka tentu akan membawa dampak domino yang positif bagi sektor pariwisata dan ekonomi kreatif kita,” kata Ardiwinata kepada KoranBatam, Senin (8/6/2026).

Kesuksesan persiapan sejauh ini, lanjut Ardiwinata, tidak terlepas dari sinergi kuat dan dukungan penuh dari berbagai pihak, termasuk Persatuan Drum Band Indonesia (PDBI) sebagai induk organisasi resmi, serta Badan Pengusahaan (BP) Batam.

“Partisipasi tim luar negeri adalah bukti Batam memiliki daya saing global sebagai tuan rumah. Kami optimistis jumlah peserta akan terus melonjak menjelang hari-H. Dengan dukungan PDBI dan BP Batam, kita siap menyukseskan salah satu event internasional terbesar di Batam tahun ini sekaligus memperkokoh citra kota ini sebagai destinasi sport tourism dan MICE utama di Asia Tenggara,” pungkasnya optimistis.

 

(iam)




JNE BATAM JNE BATAM- -
Komentar Facebook

Komentar dengan account Facebook

EKONOMI

;