Batam Dikebut Bebas Genangan: 167 Titik Prioritas Ditangani Bertahap Sampai 2027
KORANBATAM.COM 01 Okt 2026, 19:57:04 WIB
dibaca : 171 Pembaca SOROTAN BATAM
Batam Dikebut Bebas Genangan: 167 Titik Prioritas Ditangani Bertahap Sampai 2027

Keterangan Gambar : Kepala BP Batam sekaligus Wali Kota Batam, Amsakar Achmad (kiri), bersama Wakilnya. /arsip BP Batam


KORANBATAM.COM - Pemerintah Kota (Pemkot) Batam bersama Badan Pengusahaan (BP) Batam menegaskan komitmen penuh dalam menyelesaikan persoalan banjir secara permanen. Melalui pengalokasian anggaran pada Tahun Anggaran (TA) 2026 dan 2027, penanganan difokuskan secara bertahap pada 167 titik rawan yang masuk dalam skala prioritas.

Kepala BP Batam sekaligus Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, menyatakan bahwa penanganan banjir tidak bisa lagi dilakukan setengah-setengah. Menurutnya, dibutuhkan skema terukur dan konkret agar dampaknya terasa nyata oleh masyarakat.

“Kami betul-betul memberikan atensi terhadap persoalan banjir. Penanganannya harus konkret dan terukur sehingga penyelesaiannya secara menyeluruh,” ujar Amsakar dalam rapat percepatan penanganan banjir di Kantor Pemerintahan Batam, Kamis (1/10/2026).

Progres 60 Persen dan Dampak Nyata di Lapangan

Sebagai langkah cepat, terdapat empat pengerjaan infrastruktur drainase utama yang kini progresnya telah mencapai 60 persen dan ditargetkan rampung sepenuhnya pada akhir tahun 2026.

Empat titik vital tersebut mencakup:

• Normalisasi dan peningkatan drainase Simpang Kepri Mall

• Peningkatan drainase Sei Beduk

• Drainase Jalan R. Suprapto kawasan Sawang Permai, Batu Aji

• Drainase Makam Pahlawan-RS Graha Hermine, Batu Aji

Amsakar mengungkapkan, pengerjaan yang tengah berjalan ini telah membuktikan efektivitasnya. Saat hujan berintensitas tinggi mengguyur Batam selama kurang lebih dua jam pada 22 September lalu, kawasan-kawasan tersebut tidak lagi mengalami luapan air seperti yang kerap terjadi sebelumnya.

“Ini menunjukkan pekerjaan yang kita lakukan mulai memberikan dampak. Tetapi pekerjaan harus tetap dituntaskan dan titik-titik lainnya juga harus terus ditangani,” tegasnya.

Solusi Komprehensif Kawasan Bengkong Masuk TA 2027

Tak hanya menyelesaikan proyek berjalan, Pemkot dan BP Batam juga telah mematangkan strategi penanganan untuk kawasan Bengkong Indah Swadebi yang kerap dikeluhkan warga. Kawasan ini akan ditangani secara menyeluruh pada TA 2027 melalui sinergi antara Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Pemkot Batam bersama Deputi Infrastruktur BP Batam.

Tiga infrastruktur utama yang disiapkan di Bengkong meliputi pembangunan kolam retensi di Cahaya Garden, pembuatan dua segmen kanal banjir, serta penyediaan rumah pompa Bengkong di bagian hilir.

​​​​​​​“Dengan solusi kolam retensi, kanal banjir, dan rumah pompa, persoalan genangan di kawasan tersebut diharapkan dapat tertangani secara optimal,” jelas Amsakar.

Evaluasi Bertahap dan Peran Aktif Warga

Sementara itu, Wakil Kepala BP Batam, Li Claudia Chandra, menambahkan bahwa evaluasi berkala akan terus dilakukan untuk memastikan setiap proyek drainase yang dibangun berfungsi sesuai harapan. Ia juga meminta seluruh jajaran aparatur di tingkat wilayah untuk aktif memetakan serta melaporkan titik-titik rawan banjir baru berdasarkan tingkat kerentanannya.

​​​​​​​“Kami ingin penanganan ini dilakukan secara bertahap tetapi konsisten. Apa yang sudah dikerjakan harus dievaluasi dampaknya, sementara titik lain yang membutuhkan penanganan harus segera ditindaklanjuti. Tujuannya sederhana, yaitu mengurangi genangan dan memberikan rasa aman bagi masyarakat,” tutur Li Claudia.​​​​​​​

Di samping itu, Li Claudia menggarisbawahi pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan elemen masyarakat. Efektivitas saluran air yang telah diperbaiki sangat bergantung pada kesadaran lingkungan warga sekitar.

Masyarakat diimbau untuk tidak membuang sampah ke aliran air serta segera melaporkan ke pihak berwenang apabila menemukan saluran tersumbat atau potensi masalah infrastruktur di wilayahnya.

 

(Redaksi KoranBatam)




- ▴-▴JNE BATAM ▴JNE BATAM▴- ▴-▴
Komentar Facebook

Komentar dengan account Facebook

EKONOMI

;