- Prahara Sadap WA di Sekupang Batam, Istri Mengaku Babak Belur Dianiaya Suami
- Upaya Rutan Batam Wujudkan Lingkungan Pemasyarakatan Sehat lewat Tes VCT
- Cegah Sajam dan Senpi Ilegal, Satgas Yonif 136/TS Gelar Sweeping Humanis di Puncak Jaya
- Turun ke Waduk Nongsa, Amsakar Achmad Minta Gangguan Air di Batam Segera Tuntas
- Dankodaeral IV Pimpin Peringatan HUT ke-81 TNI di Batam, Tekankan Pengabdian PRIMA
- Batam Krisis Air Baku Imbas El Nino Ekstrem, BP Batam Kebut Interkoneksi Pipa Duriangkang
- Gaya Hidup Bebas Dompet, CIMB Niaga Rilis OCTO untuk Pejuang Mimpi
- PajamASRun 2026 Segera Digelar, Hadirkan Lari Unik Berkostum Piyama
- Dari Pencuci Piring hingga GM: Perjalanan Ivan Bakara Nakhodai Properti Swiss-Belhotel Batam
- Sempat Kabur ke Bekasi, Pelaku Penggelapan Uang Kios Pasar BTC Bengkong Akhirnya Tumbang
Batam Motor Penggerak Kepri: Pertumbuhan Ekonomi Capai 7,28 persen, Ungguli Rata-Rata Nasional

Keterangan Gambar : Kepala BP Batam, Amsakar Achmad (kanan) bersama Wakilnya, Li Claudia Chandra. /arsip BP Batam
KORANBATAM.COM - Perekonomian Kota Batam mencatatkan tren positif pada Triwulan II 2026 dengan laju pertumbuhan mencapai 7,28 persen (year-on-year). Capaian ini menempatkan Batam di jajaran tiga besar daerah dengan pertumbuhan tertinggi di Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), sekaligus melampaui pertumbuhan ekonomi tingkat provinsi (6,99 persen) dan nasional (5,29 persen).
Sebagai motor penggerak utama perekonomian daerah, performa positif ini ditopang oleh penguatan berkelanjutan pada sektor industri, investasi, perdagangan, dan jasa.
Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam, Amsakar Achmad, menegaskan bahwa pencapaian ini mencerminkan tingginya tingkat kepercayaan dunia usaha dan investor terhadap iklim investasi di Batam. Menurutnya, momentum pertumbuhan ini harus dijaga melalui perbaikan tata kelola dan efisiensi pelayanan.
“Pertumbuhan 7,28 persen ini adalah buah dari kerja keras bersama. Tugas kita selanjutnya adalah menjaga konsistensi melalui pelayanan publik yang cepat, penyediaan infrastruktur yang makin mantap, serta penciptaan iklim investasi yang kompetitif,” ujar Amsakar.
Senada dengan hal tersebut, Wakil Kepala BP Batam, Li Claudia Chandra, menyoroti pentingnya dampak pertumbuhan ekonomi yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat luas. Ia menekankan bahwa angka pertumbuhan tinggi harus berbanding lurus dengan peningkatan kualitas hidup publik.
“Pertumbuhan ekonomi yang sehat adalah pertumbuhan yang inklusif mampu membuka lapangan kerja baru, memperluas peluang usaha rakyat, dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Oleh sebab itu, pembenahan layanan dasar seperti ketersediaan air bersih, moda transportasi, dan infrastruktur perkotaan tetap menjadi prioritas utama,” jelas Li.
Sementara itu, Deputi Bidang Investasi BP Batam, Fary Djemy Francis, menekankan pentingnya efektivitas dan realisasi dari setiap komitmen investasi yang masuk. Menurutnya, parameter keberhasilan investasi tidak sekadar diukur dari besarnya nilai nominal modal, melainkan dari seberapa cepat proyek terealisasi dan menyerap tenaga kerja lokal.
“Investasi tidak boleh berhenti pada komitmen di atas kertas. Komitmen harus menjadi proyek nyata, proyek mendorong kegiatan produksi, dan produksi menyerap tenaga kerja,” tegas Fary.
Ke depan, BP Batam akan memfokuskan penarikan investasi berkualitas pada sektor-sektor strategis, di antaranya manufaktur maju (advanced manufacturing), pusat data (data center), industri digital, energi terbarukan, serta logistik.
Langkah ini sejalan dengan visi jangka panjang menjadikan Batam sebagai pusat industri dan ekonomi digital terkemuka di kawasan Asia Tenggara.
(Redaksi KoranBatam)
▴-▴
▴JNE BATAM▴
▴-▴




















































































