Bawa Tari Etnik Sabah dan Sarawak, Ritma Bayu Dancer Malaysia Siap Mengguncang Panggung KSM 2026 Batam
KORANBATAM.COM 23 Jun 2026, 23:09:20 WIB
dibaca : 337 Pembaca SENI DAN BUDAYA
Bawa Tari Etnik Sabah dan Sarawak, Ritma Bayu Dancer Malaysia Siap Mengguncang Panggung KSM 2026 Batam

Keterangan Gambar : Ritma Bayu Dancer asal Sabah, Malaysia. /arsip Disbudpar Batam


KORANBATAM.COM - Panggung Kenduri Seni Melayu (KSM) 2026 dipastikan bakal berlangsung semarak. Perhelatan budaya tahunan ke-27 yang dijadwalkan bergulir pada 2 hingga 5 Juli 2026 di Dataran Engku Putri, Batam Center ini akan menghadirkan deretan kelompok seni bergengsi dari dalam dan luar negeri. Salah satu yang paling dinantikan adalah kehadiran Ritma Bayu Dancer asal Sabah, Malaysia.

Kehadiran delegasi seni dari Negeri Jiran ini menjadi perwujudan nyata dari semangat penguatan hubungan emosional dan kultural masyarakat Melayu serumpun, yang menjadi esensi utama pelaksanaan KSM 2026.

Meskipun baru didirikan pada tahun 2022 di Sabah, Ritma Bayu Dancer mencatat perkembangan yang sangat pesat. Mengawali kiprahnya hanya dengan empat orang penari, kini kelompok tersebut telah bermutasi menjadi organisasi seni profesional yang menaungi lebih dari 40 penari dan tenaga kreatif. Mereka juga aktif terlibat dalam berbagai diplomasi budaya, baik di level domestik Malaysia maupun internasional.

Kelompok ini dikenal memiliki repertoar yang kaya dan adaptif. Mereka mahir membawakan berbagai genre tari, mulai dari tari tradisional Melayu (seperti Zapin, Inang, Joget, Lilin, Kipas, dan Payung), seni tari kontemporer hingga tari etnik khas Sabah dan Sarawak.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Batam, Ardiwinata menjelaskan bahwa, partisipasi Ritma Bayu Dancer merupakan bukti konkret bahwa KSM telah bertransformasi menjadi ruang kolaborasi budaya berskala regional.

“Kehadiran kelompok seni dari Malaysia ini menjadi simbol kuat bahwa budaya Melayu mampu menyatukan masyarakat lintas negara melalui bahasa universal, yaitu seni. Kenduri Seni Melayu bukan lagi sekadar kebanggaan Batam, melainkan wadah silaturahmi akbar masyarakat serumpun,” ujar Ardiwinata kepada KoranBatam, Selasa (23/6/2026).

Ardiwinata menambahkan, kehadiran para penampil internasional ini juga membuka ruang edukasi bagi masyarakat lokal untuk mengenal lebih dekat dinamika ekspresi budaya Melayu yang berkembang di negara tetangga.

Inspirasi Populer Tanpa Menanggalkan Identitas

Sementara itu, Kepala Bidang (Kabid) Kebudayaan Disbudpar Batam, Samson Rambah Pasir menyampaikan bahwa, pemilihan Ritma Bayu Dancer sebagai salah satu pengisi acara utama didasarkan pada kualitas performa serta komitmen kuat mereka dalam meregenerasi pelaku seni tradisional.

“Ritma Bayu Dancer memiliki visi yang kuat dalam memartabatkan seni tari tradisional Melayu serta merangkul generasi muda. Nilai-nilai ini sangat selaras dengan visi KSM yang terus kita gaungkan di Batam,” tutur Samson.

Hebatnya lagi, lanjut Samson, kelompok asal Sabah ini dinilai sangat piawai dalam mengemas pertunjukan tradisional menjadi suguhan yang segar, menarik, dan populer bagi milenial tanpa harus merusak nilai-nilai pakem yang menjadi identitas aslinya.

“Kami berharap performa mereka tidak hanya menghibur wisatawan, tetapi juga mampu memantik inspirasi dan memperkaya cakrawala bagi para pelaku seni pertunjukan di Batam, khususnya generasi muda,” imbuhnya.

Sebagai salah satu acara unggulan (event) pariwisata Kota Batam, KSM terus memantapkan posisinya sebagai panggung budaya lintas batas. KSM terbukti sukses mempertemukan para seniman, budayawan, dan wisatawan dalam satu ikatan persaudaraan dan pelestarian warisan leluhur yang berkelanjutan.

 

(iam)




JNE BATAM JNE BATAM- -
Komentar Facebook

Komentar dengan account Facebook

EKONOMI

;