- Film Sejauh Doa Cahaya Batam Catat Capaian Baru Industri Kreatif
- RSBP Fun Run 2026 Sukses Digelar, Perkuat Silaturahmi dan Budaya Hidup Sehat di Kawasan Sekupang Batam
- Polsek Bengkong Gelar Aksi Sosial Bersihkan Masjid dan Sekolah
- Kantor Cabang Syariah Pertama Berkonsep Bisnis Hybrid Resmi Diluncurkan CIMB Niaga di Aceh
- Perkuat Kolaborasi dalam Perang Media, Kadispen Kodaeral IV Ikuti Rakornispen di Mabes TNI
- BP Batam Dukung Pengembangan Pendidikan Vokasi, Dorong Peningkatan Kualitas SDM
- Sosialisasi Coretax Perkuat Kepatuhan Pajak Pegawai RSBP
- Sambut Bulan K3 2026, Pertamina Sumbagut Perkuat Budaya HSSE dan Zero Accident
- Barang Bukti 56,51 Gram Sabu Diblender Polres Anambas, Ringkus 2 Pria
- Polisi Sahabat Anak di Batam Kenalkan Tertib Lalu Lintas Sejak Dini
BP Batam dan Kolegium Jantung dan Pembuluh Darah Teken MoU Penyelenggaraan Fellowship Kardiologi Intervensi

Keterangan Gambar : Penandatanganan MoU oleh Deputi Bidang Pelayanan Umum BP Batam, Ariastuty Sirait (kiri) dan Ketua Kolegium Jantung dan Pembuluh Darah, Dr. dr. Renan Sukmawan di Marketing Centre BP Batam, Kamis (18/12/2025). /Dok. BP Batam
KORANBATAM.COM - Rumah Sakit Badan Pengusahaan (RSBP) Batam telah resmi menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) dengan Kolegium Jantung dan Pembuluh Darah untuk menjadi penyelenggara program Fellowship Kardiologi Intervensi pada Kamis (18/12/2025).
Bertempat di Marketing Centre BP Batam, RSBP Batam resmi dikukuhkan sebagai Rumah Sakit Pioner Pertama di Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) yang menjadi salah satu pusat Fellowship Kardiologi Intervensi di Indonesia.
Fellowship Kardiologi Intervensi adalah program pelatihan subspesialisasi bagi dokter spesialis jantung dan pembuluh darah (Sp.JP) untuk menguasai prosedur invasif minimal berbasis kateter dalam menangani penyakit jantung dan pembuluh darah.
Program fellowship Kardiologi Intervensi di Indonesia merupakan bagian strategis dari transformasi kesehatan di Indonesia untuk mempercepat pemenuhan tenaga medis ahli di seluruh wilayah.
Penandatanganan MoU penyelenggaraan Fellowship Kardiologi Intervensi ini dilakukan oleh Deputi Bidang Pelayanan Umum BP Batam, Ariastuty Sirait dan Ketua Kolegium Jantung dan Pembuluh Darah, Dr. dr. Renan Sukmawan, ST, Sp.JP (K).
Kegiatan dihadiri oleh Direktur RSBP Batam dr Tanto Budiharto, Direktorat Mutu sumber daya manusia (SDM) Kesehatan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Republik Indonesia Dr Yudhi Pramono, MARS, Dr Afdhalun A Hakim Sp.JP (K) selaku Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Perkumpulan Kardiologi Indonesia, Direktur RSUD Embung Fatimah Drg RR. Sri Wijayanti, Akademisi serta jajaran BP Batam dan Kemenkes RI.
“Kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada Kementerian Kesehatan Republik Indonesia serta Kolegium Jantung dan Pembuluh Darah atas pendampingan dan kerja sama yang telah terjalin hingga terlaksananya penandatanganan Nota Kesepahaman ini,” ucap Ariastuty.
Ariastuty mengatakan, pihaknya memandang kerja sama ini sebagai langkah strategis dalam memperkuat layanan kesehatan, khususnya melalui peningkatan kompetensi sumber daya manusia di bidang kardiologi intervensi.
“Program fellowship ini menjadi bagian penting dalam menyiapkan tenaga medis yang kompeten dan berdaya saing, sejalan dengan kebutuhan layanan kesehatan yang terus berkembang,” ujarnya.
Dalam hal ini, RSBP Batam akan berperan sebagai bagian dari jejaring penyelenggaraan fellowship, dilaksanakan secara bertahap dengan tetap mengedepankan mutu dan akuntabilitas.
Ketua Kolegium Jantung dan Pembuluh Darah, Dr. dr. Renan Sukmawan, ST, Sp.JP (K). mengatakan bahwa, program Fellowship Kardiologi Intervensi merupakan target pemerintah dalam rangka pemerataan layanan khususnya pelayanan jantung.
“Berbicara Kardiologi Intervensi, 650.000 orang tercatat dengan kelainan jantung memiliki angka kematian 350.000. Angka antrian untuk mendapat tindakan juga sangat banyak. Untuk itu Pemerintah dalam hal ini Kemenkes, ingin memperbanyak para ahli yang bisa pasang ring. Sehingga tidak lagi banyak pasien yang meninggal akibat serangan jantung dan kita minimalisir,” kata Dr. dr. Renan.
Upaya Nasional ini juga dalam rangka memenuhi kebutuhan tenaga medis di rumah sakit jejaring nasional, meningkatkan kemampuan dokter spesialis melalui teknologi medis terbaru, hingga transformasi layanan rujukan guna memastikan setiap provinsi memiliki minimal satu rumah sakit yang mampu melakukan intervensi jantung tingkat lanjut.
“Salah satu yang memenuhi syarat adalah RSBP Batam sebagai Rumah Sakit pionior di Kota Batam. Kerja sama ini merupakan langkah baik dalam Misi Pendidikan, Misi Kemanusiaan serta Investasi Jangka Panjang bagi RSBP Batam,” imbuhnya.
Direktorat Mutu SDM Kesehatan Kemenkes RI, Dr Yudhi Pramono, MARS menambahkan bahwa, sudah ada 18 Rumah Sakit di Indonesia yang menjadi pusat Fellowship Kardiologi Intervensi.
“Secara Nasional kita sudah 18. Untuk Kepri baru RSBP Batam yang bekerja sama dengan Kolegium. RSBP Batam menambah Center baru akan menambah cakupan untuk Indonesia,” kata dia.
“Hal ini tentu mendukung pencapaian target pemerintah bahwa pada tahun 2027, 547 kabupaten/kota akan terlayani oleh dokter Jantung Kardiologi,” sebutnya.
(iam)
▴-▴



















































































