- Dankodaeral IV Pimpin Peringatan HUT ke-81 TNI di Batam, Tekankan Pengabdian PRIMA
- Batam Krisis Air Baku Imbas El Nino Ekstrem, BP Batam Kebut Interkoneksi Pipa Duriangkang
- Gaya Hidup Bebas Dompet, CIMB Niaga Rilis OCTO untuk Pejuang Mimpi
- PajamASRun 2026 Segera Digelar, Hadirkan Lari Unik Berkostum Piyama
- Dari Pencuci Piring hingga GM: Perjalanan Ivan Bakara Nakhodai Properti Swiss-Belhotel Batam
- Sempat Kabur ke Bekasi, Pelaku Penggelapan Uang Kios Pasar BTC Bengkong Akhirnya Tumbang
- Jejak-Jejak Sang Komandan Brimob: Irjen Suhendri Pulang Kampung Pimpin Polda Kepri, Asep Safrudin Promosi Kabareskrim
- Dukung Garuda Raih Juara, Pemkot Batam Gelar Nobar Final Indonesia vs Thailand di FIFA ASEAN Cup 2026
- Sentuh Hati Warakawuri dan Anak Yatim, Bhayangkari Batu Ampar Turun Usung Sembako
- Polda Kepri Ungkap Peran 11 Tersangka Bentrokan Setokok, Isu Stafsus dan Pembunuh Bayaran Didalami
BP Batam dan Nagoya Citywalk Kolaborasi Dorong Pertumbuhan Ekonomi
Omzet UMKM Tembus Rp1 Miliar

Keterangan Gambar : Night Party Nagoya Lantern Festival yang digelar pada tanggal 13 sampai 17 Februari 2026 di Jalan Raya Nagoya Citywalk, berhasil menggerakkan roda ekonomi mikro secara signifikan.
KORANBATAM.COM - Night Party Nagoya Lantern Festival yang digelar pada tanggal 13 sampai 17 Februari 2026 di Jalan Raya Nagoya Citywalk, berhasil menggerakkan roda ekonomi mikro secara signifikan.
Berdasarkan hasil survey pusat kajian daya saing ASEAN, Politeknik Batam, dengan jumlah pengunjung yang tembus angka 6.000 orang dalam 5 hari. Maka omzet yang dihasilkan mencapai lebih dari Rp1 miliar.
Jumlah ini, dihasilkan melalui studi pengukuran multiplier effect, data omzet per Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang terjual dan diekstrapolasi dengan jumlah pengunjung.
Sehingga, melalui kegiatan yang diinisiasi oleh Badan Pengusahaan (BP) Batam dan Nagoya Citiwalk ini menjadi indikator konkret kebangkitan ekonomi kawasan Nagoya serta akselerasi implementasi Wilayah Penataan dan Pengembangan (WPP) prioritas new Nagoya.
Kepala BP Batam sekaligus Wali Kota Batam, Amsakar Achmad menegaskan bahwa, kebangkitan Nagoya merupakan bagian dari strategi penguatan pusat perdagangan dan jasa Batam.
“Nagoya adalah episentrum perdagangan Batam. Ketika ruang publiknya hidup dan tertata, maka efek berantainya akan terasa terhadap UMKM, sektor jasa hingga pariwisata. Inilah arah pembangunan kawasan yang terintegrasi,” ujarnya.
Sementara, Wakil Kepala BP Batam sekaligus Wakil Wali Kota Batam, Li Claudia Chandra menekankan pentingnya model kolaborasi dalam pengembangan kawasan. Ia menegaskan, BP Batam akan terus berkomitmen dalam mendukung UMKM di Batam.
“Pertumbuhan ekonomi tidak bisa berjalan sendiri. Kolaborasi pemerintah, pengelola kawasan, dan pelaku usaha menjadi fondasi pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan,” jelasnya.
Anggota/Deputi Infrastruktur BP Batam, Mouris Limanto juga menjelaskan bahwa, revitalisasi Jalan Raya Nagoya merupakan bagian dari agenda besar pembangunan New Nagoya dalam kerangka WPP prioritas. Penataan ini meliputi peningkatan kualitas jalan, pedestrian, tata pencahayaan, konektivitas antar-blok komersial hingga integrasi fungsi perdagangan dan hiburan.
“WPP Prioritas New Nagoya dirancang untuk mentransformasi kawasan ini menjadi pusat perdagangan dan gaya hidup yang modern, terintegrasi, dan berdaya saing internasional,” sebutnya.
“Event ini membuktikan ketika infrastruktur, ruang publik dan aktivitas ekonomi dikolaborasikan, dampaknya langsung terasa dalam bentuk perputaran ekonomi yang signifikan,” tegas sambungnya.
Owner Nagoya Citywalk, Suhendro menyatakan kesiapan pihak swasta menjadi mitra strategis dalam mendukung implementasi WPP. Hal ini, terlihat dari suksesnya gelaran Night Party Nagoya Lantern Festival.
“Kami melihat antusiasme masyarakat sangat tinggi. Ini menunjukkan bahwa Nagoya memiliki potensi besar sebagai pusat aktivitas ekonomi dan pariwisata. Kami siap berkolaborasi untuk pengembangan jangka panjang kawasan,” ungkapnya.
Sebagaimana diketahui, Night Party Nagoya Lantern Festival bukan hanya sekadar perayaan Tahun Baru Imlek 2577. Namun juga bagian dari strategi aktivasi ruang publik untuk mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis kawasan.
Festival ini menghadirkan instalasi lampion tematik, atraksi barongsai dan lion dance, fashion show spesial Imlek serta bazaar UMKM yang melibatkan 30 tenant dalam radius ±200 meter.
Selama lima hari, seluruh tenant mencatatkan penjualan yang selalu habis setiap malamnya. Pada puncak acara, 16 Februari 2026, tercatat sekitar 1.584 pengunjung masuk melalui gerbang utama, dengan estimasi total kunjungan mencapai ±2.500 orang per malam.
Pengunjung ini, berasal dari dalam dan luar Kota Batam, turis mancanegara seperti Singapore, Malaysia, Brunei dan negara lainnya.
Angka kunjungan ini, juga menunjukkan peningkatan signifikan aktivitas ekonomi di kawasan Nagoya, yang sebelumnya mengalami perlambatan pascapandemi Covid-19.
Kebangkitan Nagoya juga menjadi simbol transformasi Batam menuju kota perdagangan, jasa dan investasi yang semakin kompetitif di tingkat regional.
(red)
▴-▴
▴JNE BATAM▴
▴-▴




















































































