- Batam Jadi Lokus Studi Sespimti Polri
- Penyelundupan 337 Ponsel Ilegal Senilai Rp3,76 Miliar Digagalkan
- Ini 20 Finalis Duta Wisata Cik dan Puan Batam 2026
- TNI Satgas Yonif 136 Kian Peduli Kesehatan, Lakukan Pengobatan Keliling di Kampung 55 Papua Tengah
- TNI Satgas Yonif 136 Bagi-bagi Baju untuk Anak-anak Papua Tengah
- Kecam Aktivitas Tambang Pasir Ilegal Kampung Jabi, Li Claudia: Ganggu Ekosistem Lingkungan
- Cegah Liarnya Kenaikan Harga BBM di Batam, Li Claudia Konsolidasikan Pelaku Usaha, Pertamina dan PLN
- BP Batam Rayakan Paskah Bersama Opa dan Oma di Graha Lansia Titian Kasih
- Tindak Lanjut Jumat Curhat Kapolresta Barelang soal Kenakalan Remaja, Polsek Bengkong Gerak Sambang Sekolah Cegah Pelajar Terjerat Hukum
- Kepala BP Batam Sambut Wali Kota Kupang, Dashboard Investasi Jadi Percontohan
BP Batam di Singapura: Ubah Hambatan Jadi Kepastian Investasi

Keterangan Gambar : Deputi Bidang Investasi dan Pengusahaan BP Batam, Fary Djemy Francis (kiri) berbincang dengan salah satu pemimpin industri, regulator dan investor dunia saat menghadiri SMF Manufacturing Day Summit 2026 di Marina Bay Sands, Singapura. /Dok. BP Batam
KORANBATAM.COM - Badan Pengusahaan (BP) Batam menegaskan komitmennya untuk mengubah wajah Batam dari sekadar kawasan insentif menjadi platform eksekusi industri tercepat di Asia Tenggara.
Hal ini disampaikan oleh Deputi Bidang Investasi dan Pengusahaan BP Batam, Fary Djemy Francis saat menghadiri SMF Manufacturing Day Summit 2026 di Marina Bay Sands, Singapura.
Kehadiran delegasi BP Batam, yang mewakili Kepala BP Batam, Amsakar Achmad dan Wakilnya Li Claudia Chandra merupakan langkah nyata dalam memperkuat posisi Batam sebagai mitra strategis industri global di era Industry 5.0.
Forum ini dihadiri para pemimpin industri, regulator dan investor dunia untuk memetakan arah manufaktur di era Industry 5.0. Dalam diskusi tersebut, integrasi Kecerdasan Buatan (AI) dan penguatan ketahanan rantai pasok regional menjadi agenda utama guna menghadapi tantangan ekonomi global yang semakin dinamis.
Dukungan kuat terhadap kolaborasi regional pun mengalir dari petinggi Singapura, mulai dari Presiden SMF Lennon Tan hingga Minister of State for Trade and Industry Singapura, Gan Siow Huang.
Mereka sepakat bahwa kerja sama lintas batas merupakan kunci utama dalam memperkuat daya saing kawasan di tengah transformasi teknologi yang masif.
Sejalan dengan semangat tersebut, Fary Djemy Francis menekankan bahwa, persaingan investasi saat ini bukan lagi soal siapa yang memberi insentif terbesar, melainkan siapa yang paling cepat mewujudkan operasional pabrik.
“Fokus kami sederhana: mempercepat waktu dan menghilangkan ketidakpastian. Investor butuh kepastian bahwa rencana mereka bisa langsung dieksekusi di lapangan tanpa hambatan birokrasi,” tegasnya di Singapura, Jumat (30/1/2026).
Selain mengikuti forum utama, BP Batam juga menggelar pertemuan strategis dengan unit FDI Advisory United Overseas Bank (UOB). Pertemuan ini bertujuan untuk mematangkan pipeline (daftar) investor potensial dan merancang program promosi bersama yang lebih terukur untuk menarik industri manufaktur teknologi tinggi ke Batam.
Tak hanya soal infrastruktur, BP Batam juga fokus pada penguatan talenta melalui program Strategic Mentoring & Investor Insight Lab.
Program ini membekali para Duta Investasi BP Batam dengan kemampuan komunikasi berbasis solusi untuk menghadapi kebutuhan investor global yang semakin kompleks.
Direktur Investasi BP Batam, Dendi Gustinandar yang juga hadir sebagai panelis dalam sesi khusus Batam Bintan Karimun menambahkan bahwa, reformasi perizinan dan layanan terintegrasi di Batam saat ini sudah berada di jalur yang tepat untuk mendukung operasional industri manufaktur ekspor.
Dengan penyederhanaan aturan dan infrastruktur yang terus diperkuat, BP Batam optimistis Batam akan tetap menjadi pilihan utama bagi perusahaan global yang ingin melakukan ekspansi cepat di kawasan Asia Tenggara. (*)
▴-▴

















































































