- Prahara Sadap WA di Sekupang Batam, Istri Mengaku Babak Belur Dianiaya Suami
- Upaya Rutan Batam Wujudkan Lingkungan Pemasyarakatan Sehat lewat Tes VCT
- Cegah Sajam dan Senpi Ilegal, Satgas Yonif 136/TS Gelar Sweeping Humanis di Puncak Jaya
- Turun ke Waduk Nongsa, Amsakar Achmad Minta Gangguan Air di Batam Segera Tuntas
- Dankodaeral IV Pimpin Peringatan HUT ke-81 TNI di Batam, Tekankan Pengabdian PRIMA
- Batam Krisis Air Baku Imbas El Nino Ekstrem, BP Batam Kebut Interkoneksi Pipa Duriangkang
- Gaya Hidup Bebas Dompet, CIMB Niaga Rilis OCTO untuk Pejuang Mimpi
- PajamASRun 2026 Segera Digelar, Hadirkan Lari Unik Berkostum Piyama
- Dari Pencuci Piring hingga GM: Perjalanan Ivan Bakara Nakhodai Properti Swiss-Belhotel Batam
- Sempat Kabur ke Bekasi, Pelaku Penggelapan Uang Kios Pasar BTC Bengkong Akhirnya Tumbang
BP Batam Gandeng KBRI Tokyo dan BNI, Bidik Gelombang Baru Investasi Jepang

Keterangan Gambar : Pertemuan BP Batam membangun sinergi bersama KBRI Tokyo, IIPC Tokyo, dan Bank BNI Tokyo, Kamis (3/9/2026). /arsip BP Batam
KORANBATAM.COM - Badan Pengusahaan (BP) Batam terus mengakselerasi posisinya sebagai hub investasi utama di Asia Tenggara dengan memperluas jangkauan ke pasar Asia Timur. Langkah strategis ini diwujudkan melalui penguatan sinergi bersama Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Tokyo, Indonesia Investment Promotion Centre (IIPC) Tokyo, dan Bank BNI Kantor Cabang Luar Negeri (KCLN) Tokyo, Kamis (3/9/2026).
Langkah kolaboratif ini bertujuan untuk memperluas akses komunikasi bisnis serta mempromosikan berbagai peluang investasi baru bagi korporasi asal Negeri Sakura yang ingin mengembangkan basis produksinya di Indonesia.
Dalam tatap muka tersebut, delegasi BP Batam memaparkan stabilitas pertumbuhan ekonomi kawasan, kesiapan infrastruktur industri, hingga kemudahan regulasi investasi yang kian terintegrasi.
Kinerja Investasi Menguat
Rekam jejak kehadiran investor Jepang di Batam sejauh ini menunjukkan tren yang terus positif. Berdasarkan data realisasi investasi Triwulan I 2026, Jepang secara konsisten bertahan di deretan lima besar negara penyumbang Penanaman Modal Asing (PMA) terbesar di Batam.
Pada periode Triwulan I 2026 saja, total realisasi investasi di Batam membukukan angka Rp17,4 triliun terdiri atas PMA sebesar Rp8,8 triliun dan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) senilai Rp8,5 triliun. Tren positif ini terus berlanjut hingga akumulasi investasi Semester I 2026 melonjak menembus angka Rp38,97 triliun.
Keberhasilan ini didukung oleh eksistensi sejumlah unit manufaktur raksasa asal Jepang yang telah lama beroperasi di kawasan terpadu Batam, antara lain PT Epson Batam, PT Yokogawa Manufacturing Batam, PT Sumitomo Wiring Systems Batam Indonesia, PT SIIX Electronics Indonesia, PT Rubycon Indonesia, PT Patlite Indonesia, PT Shimano Batam, PT NOK Precision Component Batam hingga PT Nissin Kogyo Batam.
Sektor yang digeluti pun kian beragam, mulai dari komponen elektronik dan kelistrikan, otomotif hingga manufaktur kimia presisi tinggi.
Transparansi Regulasi Jadi Kunci
Anggota/Deputi Bidang Pelayanan Umum BP Batam, Ariastuty Sirait, menegaskan bahwa kepastian hukum dan transparansi perizinan menjadi pilar utama dalam membangun kepercayaan calon investor Jepang.
“Karakter pelaku usaha dan korporasi Jepang dikenal sangat cermat serta detail dalam memilih lokasi investasi. Karena itu, penyampaian data kawasan yang komprehensif, kepastian infrastruktur, hingga kemudahan serta kepastian perizinan menjadi variabel kunci,” ujar Ariastuty.
Ia menambahkan, kewenangan perizinan yang terintegrasi di bawah kepemimpinan BP Batam memberi nilai tambah tersendiri bagi kepastian berusaha (ease of doing business). Letak geografis Batam yang berdekatan dengan Singapura dan jalur pelayaran internasional turut memperkuat daya saing kawasan di mata investor global.
“Kami ingin korporasi di Jepang tidak hanya melihat Batam sebagai bagian dari wilayah Indonesia semata, melainkan sebagai kawasan industri strategis yang sangat siap mendukung ekspansi bisnis jangka panjang mereka,” pungkasnya.
Pertemuan strategis di Tokyo tersebut turut dihadiri oleh jajaran pejabat teknis BP Batam, di antaranya Direktur Pengendalian Investasi Yani Alkindi, Direktur Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Hadjad Widagdo, serta Kepala Biro Keuangan Siswanto.
(Redaksi KoranBatam)
▴-▴
▴JNE BATAM▴
▴-▴




















































































