- Menanam Kebiasaan di Pesisir Belawan: Saat Siswa SD Negeri 068426 Menyulap Sampah Jadi Karya
- Batam Hari Ini: Selundupan 100 Liquid Vape Rp800 Juta dari Malaysia Dibakar TNI AL
- Sapu Bersih Penghargaan, Harris Hotel Batam Center Sabet Juara Umum Making Bed & Art Towel 2026
- Kawal BBM Subsidi di Kepri, TNI AL Kodaeral IV Pastikan Pasokan Nelayan Aman dan Tepat Sasaran
- Lawan Perundungan di Pesantren, Polres Lingga Edukasi Santri Darul Iman
- Modus Baru Incar Vaper: TNI AL Gagalkan Pasokan Narkoba Senilai Rp800 Juta asal Malaysia
- Dekat dan Solutif, Cara Satgas Pamtas Yonif 136 Jaga Harmonisasi di Distrik Kalome
- Kunjungi PLN Batam, Dubes Daniel Blockert Tegaskan Swedia Siap Kawal Ketahanan Energi Kepri
- Menyatu Tanpa Jarak, Begini Cara Prajurit Yonif 136/Tuah Sakti Jalin Kedekatan dengan Warga Wandenggobak
- Menyusuri Gang Sempit Kelurahan Sadai, Polsek Bengkong Antar Sembako Langsung ke Pintu Rumah Warga
Buka KSM 2026, Ketua LAM Batam Lepas Pantun Dua Bahasa untuk Tamu Dunia

Keterangan Gambar : Ketua Umum LAM Kepulauan Riau Kota Batam, Dato Wira Setia Utama YM. H. Raja Muhammad Amin, saat membuka gelaran megah KSM 2026 di Dataran Engku Putri, Batam Center, Batam, Jumat malam (3/7/2026). /arsip Disbudpar Batam
KORANBATAM.COM - Semangat persatuan dan komitmen pelestarian budaya Melayu menggema di Dataran Engku Putri, Batam Center, Jumat malam (3/7/2026). Pesan kuat tersebut menjadi poros utama yang disampaikan oleh Ketua Umum Lembaga Adat Melayu (LAM) Kepulauan Riau Kota Batam, Dato Wira Setia Utama YM. H. Raja Muhammad Amin, saat membuka gelaran megah Kenduri Seni Melayu (KSM) 2026.
Di hadapan para tamu kehormatan, delegasi kebudayaan domestik dan mancanegara, serta ribuan warga yang memadati arena, Raja Muhammad Amin menegaskan pentingnya menjaga warisan leluhur sebagai jangkar identitas Kota Batam yang heterogen.
“Mari kita lestarikan sejarah, seni, dan budaya agar tak hilang ditelan zaman,” ujarnya lewat bait pantun yang langsung disambut riuh tepuk tangan hadirin.
Dalam pidatonya, LAM Batam secara khusus memberikan apresiasi tinggi (tahniah dan syabas) kepada jajaran Pemerintah Kota Batam mulai dari Wali Kota Amsakar Achmad, Wakil Wali Kota Li Claudia Chandra, hingga Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Ardiwinata. Pemerintah dinilai konsisten menjaga keberlangsungan KSM, sebuah ruang kultural yang telah eksis sejak tahun 1999.
“Selama 27 tahun, event ini tetap konsisten menjadi ruang untuk memartabatkan seni dan budaya Melayu. Kita berharap KSM terus berlanjut dan skalanya semakin besar di masa depan,” tambah Raja Muhammad Amin.
Menurutnya, eksistensi KSM yang terus bertahan di tengah modernisasi menjadi bukti sahih bahwa Batam mampu menyeimbangkan diri. Batam tidak hanya tumbuh masif sebagai kota industri dan perdagangan, tetapi juga matang sebagai Bandar Dunia Madani yang kaya akan nilai-nilai luhur.
Sentuhan Internasional dan Pesan Persatuan
Suasana pembukaan KSM 2026 kian hangat saat Raja Muhammad Amin menyelipkan pantun berbahasa Inggris yang ditujukan khusus bagi para delegasi asing. Langkah ini menjadi simbol keterbukaan sekaligus keramahan Batam di panggung dunia.
“Let we build a better relationship, make Batam a better place to visit,” tuturnya yang disambut antusias oleh para utusan negara sahabat.
Sementara itu, Kepala Disbudpar Batam, Ardiwinata, menyebut LAM sebagai mitra strategis pemerintah yang memegang peran vital dalam menjaga ruh KSM. Berkat sinergi yang kuat, festival ini berhasil bertransformasi dari sekadar perayaan lokal menjadi agenda budaya yang diperhitungkan di tingkat nasional hingga kawasan Asia Tenggara.
Menutup prosesi pembukaan, LAM Batam kembali mengingatkan esensi sejati dari KSM 2026, yakni sebagai perekat sosial di tengah masyarakat yang majemuk. Beliau mengajak seluruh warga, baik etnis Melayu maupun non-Melayu, untuk bahu-membahu membangun Batam.
“Mari kita jadikan Batam sebagai kampung kita bersama. Di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung; di mana kaki kita bertapak, di situ adat kita sanjung. Dengan semangat kebersamaan, kita wujudkan Batam yang aman, damai, sejahtera, dan tetap menjunjung tinggi marwah budaya Melayu,” pungkasnya.
Melalui narasi tersebut, KSM 2026 menegaskan posisinya bukan sekadar festival seni tahunan, melainkan sebuah ruang refleksi untuk mempererat silaturahmi, memperkokoh persaudaraan, dan menginternalisasi nilai budaya kepada generasi penerus bangsa.
(iam)
▴JNE BATAM▴
▴-▴



















































































