- Kala Cangkir Kopi Meruntuhkan Canggung Antara Pimpinan Polisi dan Warga Kampung Tua
- Kado Kemerdekaan: Pertamina Tebar Promo Potongan Harga Bright Gas via Klik Indomaret
- Rapor Hijau Semester I 2026: Investasi Batam Tembus Rp38,97 Triliun, Serap Ribuan Tenaga Kerja
- Berkas P-21, Polsek Bengkong Pelimpahan Tahap II Tersangka Yehezkiel ke Kejari Batam
- Sambut HUT ke-81 RI, Pertamina Sumbagut Tebar Hadiah Spesial lewat MyPertamina
- Legenda Timnas Turun Gunung di Batam International Football Series 2026, Bangkitkan Gelora Sepak Bola Usia Dini
- Dorong Transparansi Lahan, BP Batam Apresiasi Puluhan Penerima Alokasi Lapor Mandiri via LMS
- Sinergi BP Batam dan Ombudsman RI: Perkuat Pelayanan Publik demi Dongkrak Daya Saing Investasi
- Lestarikan Tradisi Perantauan, Punokawan Batam Sajikan Lemper Raksasa 1,5 Meter di Ritual Rebo Wekasan
- Sinergi Tripartit di Kepri: Media, Jaksa, dan BPD Kolaborasi Wujudkan Desa Akuntabel
Bukan Sekadar Perayaan, Pertamina Ajak Ratusan Anak di Sumut-Kepri Ubah Sampah Jadi Kompos

Keterangan Gambar : Petugas Pertamina saat mengedukasi anak-anak sekolah SDN 012 Nongsa, Batam, Kepulauan Riau, belum lama ini. /arsip Pertamina
KORANBATAM.COM - Memperingati Hari Anak Nasional (HAN) 2026 yang mengusung tema “Sayang Anak, Lindungi, dan Bangun Masa Depan”, PT Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut mengambil langkah nyata dalam membina generasi penerus bangsa.
Melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), perusahaan menggelar aksi edukasi pengelolaan sampah dan pelestarian lingkungan secara serentak di Sumatera Utara (Sumut) dan Kepulauan Riau (Kepri).
Inisiatif ini dirancang bukan sekadar sebagai perayaan seremonial, melainkan sebagai wadah pembentukan karakter tangguh serta kepedulian ekologis sejak usia dini. Dengan pendekatan yang interaktif dan menyenangkan, ratusan anak diajak memahami pentingnya menjaga kebersihan lingkungan sebagai fondasi masa depan yang berkelanjutan.
Kolaborasi Edukatif di Kota Medan: Dari Sampah hingga Kreativitas Mewarnai
Di Kota Medan, Pertamina Patra Niaga melalui unit kerja Fuel Terminal Medan menggandeng Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Perwakilan Provinsi Sumatera Utara (Sumut) dan Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Pelayanan Sosial Anak Balita Kota Medan.
Sebanyak 58 anak bersama 44 guru pendamping antusias mengikuti rangkaian edukasi pemilahan sampah dan lomba mewarnai bertema lingkungan di UPTD Pelayanan Sosial Anak Balita.
Ketua Tim Kerja Pembangunan Keluarga BKKBN Sumut, Agustina Siregar, S.Sos., M.Si., menegaskan bahwa, mencetak generasi emas Indonesia merupakan tanggung jawab kolektif seluruh elemen bangsa.
“Hari Anak Nasional mengingatkan kita bahwa kasih sayang tidak hanya diwujudkan secara fisik, tetapi juga melalui pengasuhan yang berkualitas, penyediaan ruang belajar yang aman bebas dari kekerasan, serta kesempatan emas bagi anak untuk mengembangkan potensi terbaik mereka,” ujar Agustina di Medan.
Inovasi Vertikultur Plus di Batam: Ubah Limbah Organik Jadi Kompos Subur
Sementara itu di Kepri, Aviation Fuel Terminal (AFT) Hang Nadim bekerjasama dengan Unit Bank Sampah RTOne Berseri menggelar aksi serupa di SDN 012 Nongsa, Kota Batam. Tak kurang dari 480 siswa berpartisipation aktif dalam pelatihan pemilahan sampah serta pengenalan konsep pertanian perkotaan.
Melalui metode inovatif Tong Vertikultur Plus dan pembuatan eco enzyme, para siswa diajarkan mengolah limbah dapur dan sampah organik sekolah menjadi pupuk kompos produktif yang digunakan untuk budidaya tanaman media vertikal.
Kepala Sekolah SDN 012 Nongsa, Yusrizal, memberikan apresiasi tinggi atas kepedulian Pertamina terhadap pembangunan karakter peserta didiknya.
“Ini adalah langkah yang sangat positif dalam membentuk karakter peserta didik. Anak-anak tidak hanya mendapat teori, tetapi langsung mempraktikkan pemilahan sampah dan pengolahannya menjadi produk berguna seperti kompos dan eco enzyme,” jelas Yusrizal.
Komitmen Bersama Menuju Pembangunan Berkelanjutan (SDGs)
Secara terpisah, Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut, Fahrougi Andriani Sumampouw, menjelaskan bahwa, momentum Hari Anak Nasional dimanfaatkan perusahaan untuk menciptakan pengalaman belajar yang berdampak jangka panjang.
“Anak-anak adalah pilar penentu masa depan bangsa. Melalui cara yang menyenangkan, kami ingin menanamkan pola pikir ramah lingkungan agar menjadi kebiasaan hidup sehari-hari. Sinergi antara korporasi, pemerintah, lembaga pendidikan, dan masyarakat adalah kunci utama dalam menciptakan ekosistem tumbuh kembang anak yang ideal,” tutur Fahrougi.
Program TJSL ini secara langsung mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) lewat penyediaan ruang belajar yang inklusif serta SDG 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab) melalui edukasi pemanfaatan limbah organik sejak dini.
Melalui komitmen berkelanjutan ini, Pertamina Patra Niaga Sumbagut membuktikan bahwa investasi terbaik bagi masa depan bangsa dimulai dari perlindungan anak dan kelestarian bumi yang mereka pijak.
(red)
▴-▴
▴JNE BATAM▴
▴-▴



















































































