- Prahara Sadap WA di Sekupang Batam, Istri Mengaku Babak Belur Dianiaya Suami
- Upaya Rutan Batam Wujudkan Lingkungan Pemasyarakatan Sehat lewat Tes VCT
- Cegah Sajam dan Senpi Ilegal, Satgas Yonif 136/TS Gelar Sweeping Humanis di Puncak Jaya
- Turun ke Waduk Nongsa, Amsakar Achmad Minta Gangguan Air di Batam Segera Tuntas
- Dankodaeral IV Pimpin Peringatan HUT ke-81 TNI di Batam, Tekankan Pengabdian PRIMA
- Batam Krisis Air Baku Imbas El Nino Ekstrem, BP Batam Kebut Interkoneksi Pipa Duriangkang
- Gaya Hidup Bebas Dompet, CIMB Niaga Rilis OCTO untuk Pejuang Mimpi
- PajamASRun 2026 Segera Digelar, Hadirkan Lari Unik Berkostum Piyama
- Dari Pencuci Piring hingga GM: Perjalanan Ivan Bakara Nakhodai Properti Swiss-Belhotel Batam
- Sempat Kabur ke Bekasi, Pelaku Penggelapan Uang Kios Pasar BTC Bengkong Akhirnya Tumbang
Bukan Sekadar Tempel Aspal, BP Batam Bakal Pasang Sheet Pile Rapat di Tanjakan Vista

Keterangan Gambar : Anggota sekaligus Deputi Bidang Pelayanan Umum BP Batam, Ariastuty Sirait. /arsip BP Batam
KORANBATAM.COM - Badan Pengusahaan (BP) Batam tengah menyiapkan langkah penanganan komprehensif untuk memperkuat struktur Jalan Gajah Mada, khususnya di kawasan tanjakan Hotel Vista, Baloi. Langkah ini diambil guna mengatasi persoalan pergerakan tanah bawah permukaan (subsurface sliding) yang terus memicu kerusakan pada badan jalan tersebut.
Anggota sekaligus Deputi Bidang Pelayanan Umum BP Batam, Ariastuty Sirait, menjelaskan bahwa upaya penanganan kawasan ini sebenarnya telah berjalan secara bertahap selama kurun waktu satu tahun terakhir.
Meskipun perbaikan permukaan jalan telah dilakukan sebanyak dua kali, perubahan struktur tetap kembali terjadi lantaran pergerakan tanah di bawahnya masih aktif berlangsung.
“Persoalannya bukan sekadar pada permukaan badan jalan. Dari hasil kajian teknis mendalam, terdapat pergerakan tanah di bawah permukaan. Karena itu, penanganan utama harus menyasar langsung pada penguatan struktur tanahnya,” ujar Ariastuty, Kamis (1/10/2026).
Pemantauan Ketat di 50 Titik
Guna memetakan pola dan intensitas pergeseran secara akurat, BP Batam bersama tim konsultan independen telah melakukan serangkaian pengujian teknis. Hasil kajian mengindikasikan adanya bidang gelincir (sliding plane) pada kedalaman sekitar delapan meter di bawah permukaan jalan.
Sebagai langkah antisipatif, BP Batam memasang alat pemantau di sekitar 50 titik lokasi. Data pemantauan menunjukkan variasi pergerakan tanah yang cukup dinamis, mulai dari hitungan milimeter hingga belasan sentimeter di beberapa titik tertentu.
“Pemantauan di 50 titik ini sangat krusial untuk membaca pola pergerakannya secara presisi. Mengingat setiap titik menunjukkan karakter pergerakan yang berbeda, kami harus memastikan opsi rekayasa teknis yang dipilih benar-benar presisi sesuai kondisi riil di lapangan,” terangnya.
Secara teknis, beberapa faktor utama yang memicu dinamika tanah di lokasi tersebut meliputi keberadaan lapisan tanah lunak, fluktuasi beban kendaraan, serta tingginya saturasi air tanah.
Evaluasi Piling dan Opsi Pemasangan Sheet Pile Rapat
Sebelumnya, langkah mitigasi awal telah dilakukan melalui pengalihan aliran air untuk mengurangi beban saturasi, serta perkuatan menggunakan sistem tiang pancang (piling). Namun, hasil evaluasi teknis menunjukkan bahwa jarak antar-tiang pancang eksisting masih memungkinkan massa tanah dan air lolos melalui celah-celah tersebut.
Atas dasar evaluasi tersebut, BP Batam kini mengkaji opsi pemasangan dinding turap (sheet pile) yang dipasang secara rapat dan saling mengunci (interlocking). Opsi ini dinilai lebih efektif untuk menahan tekanan lateral tanah serta menutup aliran air bawah tanah.
“Prinsip utamanya adalah menstabilkan pergerakan tanahnya terlebih dahulu. Setelah struktur bawahnya kokoh, barulah pekerjaan rekonstruksi badan jalan dilaksanakan. Kita ingin menyelesaikan akar masalahnya, bukan sekadar menangani dampak visual di permukaan,” tegas Ariastuty.
Tahapan Penanganan dan Langkah Awal
Sembari menuntaskan finalisasi desain teknis dan perhitungan anggaran (Detail Engineering Design), BP Batam merencanakan langkah awal berupa pengurangan beban tanah (unloading) di area sekitar lokasi gelincir guna meminimalisasi tekanan tanah (earth pressure).
Sementara itu, untuk pelaksanaan pekerjaan utama termasuk pengadaan sheet pile dan pembetulan jalan tetap harus melalui tahapan regulasi administrasi, penganggaran, serta proses pengadaan barang dan jasa pemerintah sesuai regulasi yang berlaku.
“Kami sangat memahami bahwa Jalan Gajah Mada merupakan urat nadi transportasi yang menjadi perhatian luas masyarakat Batam. Oleh karena itu, penanganannya dituntut tidak hanya cepat, tetapi juga tepat berbasis kajian ilmiah agar hasilnya tahan lama dan aman bagi pengguna jalan,” pungkas Ariastuty.
(Redaksi KoranBatam)
▴-▴
▴JNE BATAM▴
▴-▴




















































































