- Sambut Libur Sekolah, Pelni Tebar Diskon Tiket 30 Persen dan Dongkrak Kapasitas KM Kelud
- Batam Bersiap Gelar BIMAC ke-2, Magnet Marching Arts Asia Tenggara
- Gustian Juanda Putra Resmi Jabat Kasi Intel Kejari Batam yang Baru, Oklandy Badarudin Alwy Isi Posisi Kasubsi I Intelijen
- Teguhkan Komitmen Pelayanan Prima, Kasubsi Bimbingan Kegiatan Pimpin Apel Pagi Rutan Batam
- Sentuh Pelosok Puncak Jaya, Satgas Yonif Tuah Sakti Gelar Pengobatan Gratis di Kampung Iginikame
- Sentuhan Humanis Satgas Yonif 136 Tuah Sakti: Jadi Sahabat dan Keluarga Warga Lungguneri Papua
- 20 Jurnalis Terpilih dalam Program CIMB Niaga SJF 2026
- Pertamina IT Teluk Kabung Laksanakan Transplantasi Terumbu Karang di Pulau Pasumpahan, Semarakkan Hari Lingkungan Hidup Sedunia
- Kompetisi Liga Top Skor Batam 2026 Berakhir, Wagub Nyanyang Lepas 2 Klub Wakili Kepri di Level Nasional
- BP Batam Terima Audiensi Pengurus PMII, Bahas Isu Strategis Pembangunan
Cegah Penyelundupan Barang Terlarang, Rutan Batam Digeledah-Tes Urine Massal

Keterangan Gambar : Petugas gabungan saat melakukan penggeledahan fisik warga binaan Rutan Kelas IIA Batam, Senin (25/5/2026). /arsip Rutan Batam
KORANBATAM.COM - Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIA Batam menggelar penggeledahan di blok hunian warga binaan pada Senin (25/5/2026). Selain menyisir barang terlarang, petugas gabungan juga menggelar tes urine massal di tengah kondisi rutan yang kini mengalami kelebihan kapasitas alias overload.
Berdasarkan data yang diterima dari Humas Rutan Batam, penggeledahan ini melibatkan personel gabungan dari Kantor Wilayah (Kanwil) Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Kepulauan Riau (Kepri) Kepolisian dan Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Kepri. Petugas memeriksa dengan teliti setiap sudut kamar hunian, mulai dari barang pribadi hingga celah-celah bangunan.
“Ini merupakan bentuk komitmen kami dalam menjaga keamanan dan ketertiban di dalam rutan,” sebut Kabid Pembimbingan Kemasyarakatan Rutan Kelas IIA Batam, Yusep Antonius dalam siaran pers, Selasa (26/5).
Dalam sidak tersebut, petugas tidak menemukan narkoba maupun handphone, namun sejumlah barang yang tidak sesuai dengan ketentuan berhasil diamankan untuk ditindaklanjuti sesuai prosedur yang berlaku. Yusep menegaskan barang-barang tersebut segera dimusnahkan.
“Barang hasil penggeledahan akan dimusnahkan. Warga binaan yang terlibat pada kepemilikan barang tersebut akan kami tindak lanjuti sesuai dengan SOP yang berlaku,” ujar dia.
Tak hanya penggeledahan fisik, tim medis Rutan Batam dengan pengawasan langsung dari anggota BNNP Kepri juga melakukan tes urine kepada penghuni dan petugas rutan. Mereka dipilih secara acak untuk diambil sampel urinenya.
Hasilnya, seluruh sampel dinyatakan negatif dari penyalahgunaan narkotika. Yusep menyebut langkah ini merupakan deteksi dini sekaligus dukungan terhadap Program Akselerasi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan.
“Petugas dan warga binaan kasus narkotika juga kita tes urine. Kami ingin memastikan lingkungan Rutan Batam benar-benar bersih dari penyalahgunaan narkoba, baik oleh warga binaan maupun oleh petugas,” tukas dia.
(red)
▴-▴



















































































