Dari Minus Melejit ke 15,54 Persen: Rekor Pertumbuhan Ekonomi Anambas Guncang Kepri
KORANBATAM.COM 09 Jun 2026, 18:57:30 WIB
dibaca : 463 Pembaca ANAMBAS
Dari Minus Melejit ke 15,54 Persen: Rekor Pertumbuhan Ekonomi Anambas Guncang Kepri

Keterangan Gambar : Bupati Kepulauan Anambas, Aneng (foto kiri) bersama Wakil Bupati, Raja Bayu. /arsip SMSI Kepri


KORANBATAM.COM - Kepemimpinan Bupati Kepulauan Anambas, Aneng bersama Wakil Bupati, Raja Bayu menuai apresiasi luas setelah sukses mengawal lonjakan drastis pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Kepulauan Anambas, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri).

Berdasarkan rilis resmi Badan Pusat Statistik (BPS), perekonomian wilayah kepulauan ini melesat hingga mencapai angka 15,54 persen pada tahun 2025. Capaian monumental ini menjadi sorotan utama karena berhasil membalikkan keadaan secara dramatis.

Sebagai catatan, pada tahun 2024, ekonomi Kepulauan Anambas sempat mengalami kontraksi tajam dan berada di zona negatif, yakni sebesar minus 5,67 persen. Pembalikan arah (turnaround) yang begitu masif ini langsung menempatkan Anambas sebagai wilayah dengan laju pertumbuhan ekonomi tertinggi di Kepri, sekaligus salah satu yang paling progresif di tingkat nasional.

Ketua Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Kepri, Rinaldi Samjaya menyampaikan kekagumannya atas rilis data makroekonomi tersebut pada Senin (8/6/2026).

Menurutnya, angka pertumbuhan di atas dua digit ini menjadi indikasi kuat adanya perputaran roda ekonomi yang sangat agresif di kawasan perbatasan tersebut.

“Capaian pertumbuhan ekonomi sebesar 15,54 persen merupakan prestasi yang patut diapresiasi tinggi. Ini menunjukkan adanya geliat ekonomi yang sangat kuat di Kepulauan Anambas. Bahkan, angka ini menjadi yang tertinggi di Kepri dan masuk dalam jajaran tertinggi secara nasional,” ucap Rinaldi.

Rinaldi menambahkan bahwa, keberhasilan ini bukan faktor kebetulan, melainkan buah dari sinergi taktis Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kepulauan Anambas di bawah nakhoda Aneng dan Raja Bayu.

Pemerintah dinilai berhasil menciptakan iklim investasi yang kondusif, mempercepat realisasi infrastruktur serta memberikan stimulus pada sektor-sektor strategis yang menjadi urat nadi daerah.

Sektor Migas Jadi Motor Utama

Menelisik lebih dalam laporan BPS, performa impresif ini ditopang kuat oleh sektor pertambangan dan penggalian. Sektor ini tercatat mendominasi struktur Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kabupaten Kepulauan Anambas dengan kontribusi absolut mencapai 80,72 persen.

Sepanjang tahun 2025, sektor pertambangan dan penggalian ini melaju kencang dengan pertumbuhan sebesar 19,04 persen. Akselerasi tersebut didorong oleh lonjakan volume produksi minyak dan gas bumi (migas), seiring dengan mulai beroperasinya dua lapangan pengeboran lepas pantai (offshore) baru di Laut Natuna, yakni Lapangan Forel dan Lapangan Terubuk.

Sektor Non-Migas Tetap Tumbuh Positif

Kendati migas memegang peranan dominan, BPS melansir kabar baik bahwa ekonomi Anambas tidak sepenuhnya rapuh dan bergantung pada satu sektor.

Jika komponen migas dikeluarkan dari perhitungan, ekonomi daerah ini tetap mencatatkan pertumbuhan positif sebesar 2,87 persen pada tahun 2025.

Geliat ekonomi non-migas ini disokong secara signifikan oleh sektor perdagangan besar dan eceran serta reparasi mobil dan sepeda motor yang tumbuh subur di angka 7,05 persen. Di samping itu, sektor konstruksi turut menyumbang tren positif dengan pertumbuhan sebesar 3,16 persen.

Kenaikan di sektor konstruksi ini berkorelasi langsung dengan masifnya realisasi belanja modal pemerintah daerah untuk infrastruktur publik sepanjang tahun 2025.

Beberapa proyek strategis yang berhasil digulirkan antara lain renovasi dan pembangunan gedung perkantoran pemda, modernisasi fasilitas Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tarempa, pembangunan Pelabuhan Roro Kuala Maras hingga pemerataan perbaikan akses jalan di berbagai pulau.

Tantangan Pemerataan Ekonomi

Di tengah euforia pencapaian ini, Rinaldi Samjaya mengingatkan agar momentum emas ini tidak membuat pemerintah daerah terlena. Tantangan terbesar bagi pasangan Aneng-Raja Bayu ke depan adalah bagaimana menerjemahkan pertumbuhan angka-angka makro tersebut menjadi kesejahteraan yang riil di tingkat akar rumput.

“Ke depan, tantangan terbesar adalah bagaimana pertumbuhan ekonomi yang tinggi ini dapat berdampak langsung terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat, penciptaan lapangan kerja, penguatan UMKM, sektor perikanan, pariwisata dan ekonomi kreatif. Dengan demikian, manfaat pertumbuhan ekonomi tidak hanya bertumpu pada sektor migas semata,” urai Rinaldi memperingatkan.

Pihaknya berharap agar raihan positif ini dijadikan bahan bakar motivasi bagi seluruh elemen pemangku kepentingan (stakholders) di Anambas. Menjaga stabilitas keamanan daerah, menyederhanakan birokrasi investasi dan konsisten membangun dari pinggiran menjadi kunci agar tren pertumbuhan ini tetap berkelanjutan.

“Anambas telah membuktikan bahwa keterbatasan daerah kepulauan bukan halangan untuk mencetak pertumbuhan ekonomi yang luar biasa. Ini adalah kabar baik bagi Kepri dan menjadi kebanggaan bersama masyarakat Anambas,” pungkasnya.

 

(iam)




JNE BATAM JNE BATAM- -
Komentar Facebook

Komentar dengan account Facebook

EKONOMI

;