- Menanam Kebiasaan di Pesisir Belawan: Saat Siswa SD Negeri 068426 Menyulap Sampah Jadi Karya
- Batam Hari Ini: Selundupan 100 Liquid Vape Rp800 Juta dari Malaysia Dibakar TNI AL
- Sapu Bersih Penghargaan, Harris Hotel Batam Center Sabet Juara Umum Making Bed & Art Towel 2026
- Kawal BBM Subsidi di Kepri, TNI AL Kodaeral IV Pastikan Pasokan Nelayan Aman dan Tepat Sasaran
- Lawan Perundungan di Pesantren, Polres Lingga Edukasi Santri Darul Iman
- Modus Baru Incar Vaper: TNI AL Gagalkan Pasokan Narkoba Senilai Rp800 Juta asal Malaysia
- Dekat dan Solutif, Cara Satgas Pamtas Yonif 136 Jaga Harmonisasi di Distrik Kalome
- Kunjungi PLN Batam, Dubes Daniel Blockert Tegaskan Swedia Siap Kawal Ketahanan Energi Kepri
- Menyatu Tanpa Jarak, Begini Cara Prajurit Yonif 136/Tuah Sakti Jalin Kedekatan dengan Warga Wandenggobak
- Menyusuri Gang Sempit Kelurahan Sadai, Polsek Bengkong Antar Sembako Langsung ke Pintu Rumah Warga
Delegasi Pemerintah Jerman Kunjungi BP Batam
Jajaki Peluang Investasi Sektor Maritim dan Galangan Kapal

Keterangan Gambar : Agenda pertemuan BP Batam dengan Delegasi Pemerintah Jerman, Rabu (11/2/2026). /arsip BP Batam
KORANBATAM.COM - Badan Pengusahaan (BP) Batam melalui Anggota/Deputi Bidang Investasi dan Pengusahaan, Fary Francis menerima kunjungan kerja Delegasi Kedutaan Besar Republik (KBR) Federal Jerman, Rabu (11/2/2026).
Selain membahas peluang investasi, pertemuan ini sekaligus menjadi momentum dalam memperkuat hubungan bilateral antara Batam-Jerman. Khususnya di sektor teknologi maritim dan industri galangan kapal.
Fary mengatakan bahwa, kehadiran Delegasi Pemerintah Jerman ini menunjukkan posisi Batam yang semakin kuat dalam peta ekonomi internasional.
“Kami menyambut baik kunjungan Pemerintah Jerman sebagai bentuk kepercayaan terhadap potensi Batam. Apalagi Jerman menjadi investor kedua terbesar asal Eropa di Batam setelah Prancis, tentunya ini menjadi momentum strategis untuk memperkuat hubungan kerja sama tersebut,” ujarnya.
Sepanjang tahun 2025, Jerman mencatatkan nilai investasi sebesar Rp120,59 miliar. Dengan sektor dominan yakni industri mesin, elektronik, instrumen kedokteran, peralatan listrik, presisi, optik dan jam mencapai Rp117,69 miliar.
Selain sektor tersebut, investasi Jerman juga menyasar kepada sektor industri tekstil senilai Rp1,6 miliar, industri perdagangan dan reparasi sebesar Rp738,08 juta, industri logam dasar, barang logam, bukan mesin dan peralatannya senilai Rp 303,80 juta serta jasa lainnya.
Capaian ini berpotensi untuk terus bertambah seiring komitmen BP Batam yang terus mendorong kemudahan perizinan dan penyediaan infrastruktur memadai bagi kelangsungan iklim investasi.
“Batam siap menjadi mitra strategis dalam pengembangan industri maritim dan sektor lainnya. Kami juga terus berkomitmen untuk menciptakan iklim usaha yang kondusif dan transparan,” jelas dia.
Sementara itu, Koordinator Pemerintah Federal Jerman untuk Ekonomi Maritim dan Pariwisata, Dr. Christoph Ploß, berkesempatan untuk memimpin delegasi tersebut.
Christoph Ploß juga menyampaikan minat Pemerintah Jerman untuk mendalami peluang investasi, potensi industri maritim dan galangan kapal serta peluang kolaborasi ekonomi Batam-Jerman.
(red)
▴JNE BATAM▴
▴-▴




















































































