Didukung 76 Ribu Babinsa dan Kapal RS TNI, BPJS Kesehatan Resmi Luncurkan LANURI
Hadir Serentak di 558 Titik Indonesia
KORANBATAM.COM 13 Jul 2026, 13:44:53 WIB
dibaca : 328 Pembaca KESEHATAN
Didukung 76 Ribu Babinsa dan Kapal RS TNI, BPJS Kesehatan Resmi Luncurkan LANURI

Keterangan Gambar : Pernyataan resmi Direktur Utama BPJS Kesehatan, Prihati Pujowaskito (tiga dari kiri) didampingi Direktur Kepesertaan BPJS Kesehatan, Akmal Budi Yulianto dalam acara Launching LANURI dan Closing Quick Wins 100 Hari Kerja Direksi di Jakarta, Senin (13/7/2026). /arsip BPJS Batam


KORANBATAM.COM - Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan resmi meluncurkan program Layanan Ujung Negeri (LANURI) secara serentak di 558 titik kabupaten/kota di seluruh Indonesia. Langkah strategis ini diambil guna mengatasi tantangan keterbatasan akses pelayanan jaminan kesehatan di wilayah Terdepan, Terluar, dan Tertinggal (3T).

Dalam pelaksanaannya, BPJS Kesehatan mengintegrasikan dua inovasi utama, yakni Virtual Office Layanan Informasi dan Administrasi (VIOLA) serta optimalisasi operasional BPJS Keliling. Dari total titik yang disasar, sebanyak 379 titik akan menghadirkan layanan berbasis konferensi video (VIOLA), sementara 179 titik lainnya dijangkau melalui metode jemput bola menggunakan armada BPJS Keliling.

Direktur Utama BPJS Kesehatan, Prihati Pujowaskito, mengungkapkan bahwa inisiatif ini merupakan jawaban atas dinamika lapangan di wilayah 3T. Ia mengakui tidak semua daerah siap mengadopsi digitalisasi secara penuh akibat kendala jaringan komunikasi data (jarkomdat), kondisi geografis yang ekstrem, serta tingkat literasi teknologi masyarakat yang beragam.

“Optimalisasi VIOLA dan BPJS Keliling ini melibatkan 126 Kantor Cabang di seluruh Indonesia. Harapan kami, LANURI dapat memotong hambatan geografis bagi masyarakat di wilayah terpencil agar tetap mendapatkan hak akses layanan JKN yang setara,” ujar Pujo dalam acara Launching LANURI dan Closing Quick Wins 100 Hari Kerja Direksi di Jakarta, Senin (13/7/2026).

Efektivitas kanal digital VIOLA sendiri tercatat cukup tinggi. Sepanjang Januari hingga Mei 2026, platform berbasis video conference real-time ini telah dimanfaatkan sebanyak 218.729 kali. Pusat kesehatan masyarakat (Puskesmas) menjadi lokasi akses terbanyak, dengan mayoritas pemanfaatan berfokus pada layanan informasi serta perubahan data Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP). Menariknya, segmen peserta Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan (PBI-JK) tercatat sebagai pengguna paling aktif dari layanan ini.

Capaian 91,53 Persen Quick Wins Direksi

Peluncuran LANURI sekaligus menjadi momentum evaluasi program kerja jajaran direksi. Pujo memaparkan, capaian Quick Wins 100 Hari Kerja Direksi BPJS Kesehatan berhasil menyentuh angka 91,53 persen. Akumulasi kinerja ini ditopang oleh dua pilar utama, yaitu 4 Program Customer Centric yang berbasis pada aspirasi mendasar peserta, serta 4 Program Collaborative untuk memperluas integrasi layanan.

Beberapa program strategis yang telah terealisasi antara lain Program JKN 3T yang melibatkan kapal bantu rumah sakit dan pengiriman tenaga kesehatan. Selanjutnya, implementasi P-Care MBG untuk memantau kesehatan dan tumbuh kembang siswa penerima Makanan Bergizi Gratis (MBG), serta program Eliminasi Inefisiensi melalui sistem intelligence claim guna mencegah potensi fraud dan inefisiensi biaya JKN.

Sinergi Lintas Sektor: TNI dan Kementerian Koperasi

Langkah agresif BPJS Kesehatan ini mendapat dukungan penuh dari pemangku kepentingan vertikal. Deputi Bidang Pengembangan Usaha Koperasi Kementerian Koperasi, Panel Barus, menilai LANURI sebagai terobosan konkret untuk mempermudah administrasi masyarakat yang terkendala infrastruktur.

“Kami menyambut baik kolaborasi ini. Jaringan Koperasi Desa Merah Putih tersebar hingga tingkat desa dan kecamatan serta dilengkapi akses internet. Kami akan mendorong pengurus di daerah 3T untuk aktif mendukung operasional LANURI,” tegas Panel.

Senada dengan hal tersebut, Kepala Pusat Kesehatan TNI, dr. Hadi Juanda, menegaskan kesiapan jajarannya untuk mengompensasi keterbatasan sumber daya manusia dan fasilitas medis di wilayah terluar. TNI berkomitmen mengerahkan infrastruktur kesehatannya untuk menyukseskan program ini.

“Jaringan pelayanan kesehatan TNI, mulai dari mobilisasi personel medis ke daerah terpencil, pemanfaatan faskes TNI sebagai titik layanan tambahan, hingga pengoperasian kapal rumah sakit di pulau-pulau terluar siap disinergikan. Kami juga melibatkan sekitar 76.000 personel Babinsa di seluruh Indonesia untuk mendukung kelancaran program ini di lapangan,” pungkas dr. Hadi.

 

(red)




- -JNE BATAM JNE BATAM- -
Komentar Facebook

Komentar dengan account Facebook

EKONOMI

;