Distribusi BBM Sumut Dikebut, Pertamina Tambah 35 Armada Tangki
KORANBATAM.COM 15 Jul 2026, 08:59:11 WIB
dibaca : 338 Pembaca DAERAH
Distribusi BBM Sumut Dikebut, Pertamina Tambah 35 Armada Tangki

Keterangan Gambar : Petugas Pertamina bersiap melakukan pendestribusian BBM Sumut menggunakan armada, belum lama ini. /arsip Pertamina


KORANBATAM.COM - PT Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) bergerak cepat memperkuat keandalan distribusi Bahan Bakar Minyak (BBM) di wilayah Sumatera Utara. Langkah taktis ini diambil menyusul adanya penataan pola distribusi bersama mitra transportir demi mengantisipasi lonjakan kebutuhan energi di tengah masyarakat.

Penyesuaian pola logistik tersebut sempat memengaruhi ritme penyaluran ke sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) yang berada di bawah area layanan Fuel Terminal (FT) Medan. Meski demikian, Pertamina memastikan bahwa ketahanan stok BBM di wilayah tersebut hingga saat ini berada dalam kondisi aman.

Untuk mempercepat normalisasi operasional dan memangkas waktu tunggu distribusi, Pertamina Patra Niaga menerapkan strategi komprehensif. Salah satunya dengan mengoperasikan Fuel Terminal Medan Group secara penuh selama 24 jam non-stop.

Selain memperpanjang jam operasional, kapasitas angkut juga ditingkatkan secara signifikan melalui skema spot charter dengan mengerahkan tambahan 35 unit mobil tangki. Dari sisi sumber daya manusia, Pertamina memperkuat lini depan Awak Mobil Tangki (AMT) dengan melibatkan dukungan personel dari Bekang TNI serta Kodaeral I Belawan.

Area Manager Communication, Relation, & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut, Fahrougi Andriani Sumampouw, menegaskan bahwa seluruh langkah akselerasi ini bermuara pada satu tujuan: memastikan kebutuhan energi masyarakat tetap terpenuhi tanpa kendala.

“Kami terus melakukan berbagai upaya percepatan agar distribusi BBM kepada masyarakat dapat berjalan optimal. Melalui operasional Fuel Terminal Medan Group selama 24 jam, penambahan armada mobil tangki, penguatan personel Awak Mobil Tangki, serta dukungan alih suplai dari terminal penyangga, kami berupaya memastikan penyaluran BBM ke seluruh SPBU dapat berlangsung lebih cepat,” ujar Fahrougi di Medan, Selasa (14/7/2026).

Fahrougi menambahkan, seluruh proses percepatan ini tetap dieksekusi dengan kepatuhan ketat terhadap standar Health, Safety, Security, & Environment (HSSE) demi menjaga aspek keselamatan operasional.

Sebagai langkah mitigasi tambahan, Pertamina juga mengoptimalkan skema alih suplai dari tiga terminal penyangga di sekitar Medan, yakni FT Kisaran, FT Siantar, dan Integrated Terminal (IT) Lhokseumawe. Kehadiran terminal penyangga ini berfungsi sebagai penguat pasokan (back up) untuk menyokong distribusi utama dari FT Medan.

Secara pararel, monitoring visual terhadap kondisi riil stok dan antrean di setiap SPBU terus dilakukan secara intensif. Pertamina pun mempererat koordinasi dengan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara, Hiswana Migas, hingga aparat penegak hukum guna memantau dinamika di lapangan secara berkala.

Menutup keterangannya, Pertamina mengimbau masyarakat Sumatera Utara untuk tetap tenang dan bijak dalam mengonsumsi bahan bakar. Warga diharapkan membeli BBM sesuai kebutuhan normal dan menghindari tindakan spekulatif seperti pembelian berlebihan atau penimbunan yang dapat merugikan publik.

Bagi konsumen yang membutuhkan informasi lebih lanjut terkait ketersediaan produk maupun layanan, Pertamina menyediakan saluran resmi melalui Pertamina Customer Solution 135.

 

(red)




- ▴-▴JNE BATAM ▴JNE BATAM▴- ▴-▴
Komentar Facebook

Komentar dengan account Facebook

EKONOMI

;