- Tak Perlu Berlama-lama, Li Claudia Selesaikan Persoalan UWT Warga Puskopar
- Siapkan Tambahan Pasokan 709.120 Tabung
- Tingkatkan Human Capacity, 60 Peserta Ikuti Teknik Merias
- Progres Pergeseran Warga Rempang Eco-City: 242 Kepala Keluarga Tempati Hunian Baru Layak Huni
- Kepala BP Amsakar Apresiasi Peran Driver Online Jaga Nama Baik Batam
- Pertamina Sumbagut Dukung Sakkamadeha Kembangkan Tenun Ulos sebagai Kekuatan Ekraf Berkelanjutan
- Wartawan Kecewa saat Kunker Kapolda Kepri di Anambas, Aturan Protokoler Dinilai Berubah-ubah
- Satgas TNI 136 Tuah Sakti Bagikan Pakaian dan Sepatu untuk Warga Perbatasan
- Kampanyekan 30 & Beyond, Ascott Rayakan Tiga Dekade di Indonesia
- Lagi-lagi, Satgas Yonif 136 Tuah Sakti Anjangsana Beri Pakaian Warga di Pegunungan Papua
Edukasi Jantung Bawaan, RSBP Batam Dorong Deteksi Dini

Keterangan Gambar : Agenda edukasi jantung bawaan terhadap pasien di RSBP Batam, Kamis (12/2/2026). /arsip BP Batam
KORANBATAM.COM - Dalam rangka meningkatkan literasi kesehatan jantung, Rumah Sakit Badan Pengusahaan (RSBP) Batam menggelar edukasi terbuka mengenai Penyakit Jantung Bawaan (PJB) pada Kamis (12/2/2026).
Kegiatan ini ramai diikuti oleh pasien serta keluarga pasien di ruang tunggu Poliklinik Jantung RSBP Batam.
Ketua Tim Proctorship PJB RSBP Batam, dr Priyandini Wulandari, Sp.JP(K), FIHA, FASCC, mengatakan bahwa, edukasi ini juga bertujuan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai deteksi dini, pengobatan dan peran keluarga dalam penanganan penyakit jantung bawaan.
“Selain itu, edukasi ini merupakan bagian penting dari keberhasilan pelayanan PJB di RSBP Batam sekaligus membangun kewaspadaan serta kesadaran masyarakat untuk berkonsultasi,” jelasnya.
Kegiatan berlangsung interaktif disertai antusiasme para peserta saat sesi diskusi seputar proses tindakan hingga pola hidup pascapenanganan PJB.
Pada kesempatan yang berbeda, Ketua Fellowship Kardiologi Intervensi (FErKI) Batam, dr. Fandi Ahmad mengatakakan bahwa, edukasi publik menjadi pelengkap penting dari upaya deteksi dini dan pelayanan medis.
Menurutnya, pemahaman yang baik di tingkat keluarga akan mempercepat proses penanganan dan meningkatkan kualitas hidup pasien.
Senada dengan dr. Fandi, Direktur RSBP Batam, dr. Tanto Budiharto, SpJP, menyampaikan bahwa, kegiatan edukasi ini merupakan bagian dari rangkaian layanan jantung RSBP Batam pada awal tahun 2026.
“Sesuai arahan pimpinan BP Batam, kami berkomitmen agar RSBP Batam tidak hanya fokus pada layanan kuratif, tetapi juga edukatif dan preventif,” ujarnya.
Ia juga mengatakan bahwa, seluruh rangkaian kegiatan ini merupakan upaya RSBP Batam untuk mewujudkan nilai PRIMA (Profesional, Responsif, Inovatif, Mahir dan Akurat) dalam menghadirkan pelayanan kesehatan yang berorientasi pada keselamatan pasien serta kebermanfaatan sosial bagi masyarakat.
(red)
▴-▴



















































































