Gandeng JFE Engineering Jepang, BP Batam Tawarkan Proyek Waste to Energy Berkapasitas 20 MW
KORANBATAM.COM 07 Sep 2026, 15:08:24 WIB
dibaca : 230 Pembaca EKONOMI & BISNIS
Gandeng JFE Engineering Jepang, BP Batam Tawarkan Proyek Waste to Energy Berkapasitas 20 MW

Keterangan Gambar : Gelaran Asia Pacific Circular Cities (APCC) 2026 di Yokohama, Jepang, 3-4 September 2026. /arsip BP Batam


KORANBATAM.COM - Persoalan sampah di Kota Batam yang mencapai lebih dari 1.200 ton per hari kini dilirik sebagai peluang strategis pengembangan energi terbarukan. Menggandeng calon mitra dari Jepang, Badan Pengusahaan (BP) Batam resmi menawarkan konsep Waste to Energy (WtE) atau pengolahan sampah menjadi energi listrik.

Gagasan bernilai ekonomis dan ramah lingkungan tersebut dipaparkan dalam ajang bertaraf internasional, Asia Pacific Circular Cities (APCC) 2026, yang berlangsung di Yokohama, Jepang, pada 3-4 September 2026.

Hadir sebagai salah satu narasumber dalam diskusi panel bertajuk “Developing a Bankable Waste to Energy Project in Batam: Challenges, Lessons and Partnership Opportunities”, Anggota/Deputi Bidang Pelayanan Umum BP Batam, Ariastuty Sirait, menegaskan komitmen Batam dalam mempercepat transisi energi bersih.

Dalam forum yang juga dihadiri perwakilan World Bank, JFE Engineering Corporation, dan Pemerintah Kota Makassar tersebut, Ariastuty memaparkan potensi besar Batam yang siap dikembangkan menjadi proyek WtE berkelanjutan.

“Dengan volume sampah yang mencapai 1.205 ton setiap harinya, Batam memiliki potensi sangat besar untuk dikembangkan ke arah waste to energy. Sebagai langkah awal yang terukur, kami menawarkan penyusunan Feasibility Study (FS) agar proyek ini memiliki basis kajian yang matang dan bankable sebelum melangkah ke tahap realisasi,” ujar Ariastuty, Rabu (4/9/2026).

Penyusunan studi kelayakan (FS) tersebut nantinya akan dikoordinasikan secara erat bersama kementerian dan lembaga pemerintah terkait di tingkat pusat.

Sinyal Positif Investor Jepang

Inisiatif BP Batam langsung mendapat respons positif dari raksasa teknologi pengelolaan lingkungan asal Jepang, JFE Engineering Corporation. Usai sesi presentasi, kedua pihak menggelar pertemuan bilateral guna membahas peluang teknis dan skema kemitraan.

Berdasarkan kalkulasi awal JFE Engineering, timbulan sampah harian di Batam berpotensi mengoperasikan pembangkit listrik berkapasitas hingga 20 megawatt (MW). Pasokan energi sebesar itu diperkirakan mampu melayani kebutuhan listrik bagi sekitar 20.000 rumah tangga.

Guna mematangkan rencana investasi tersebut, pihak JFE Engineering dijadwalkan bakal melakukan kunjungan balasan ke Batam. Pembahasan lanjutan juga dipastikan melibatkan PT PLN (Persero) selaku pihak pembeli pasokan listrik (offtaker).

Tak hanya menjajaki kerja sama sektor swasta, BP Batam memanfatkan momentum APCC 2026 untuk memperkuat hubungan antarpemerintah (G2G). BP Batam menggelar pertemuan khusus dengan Wakil Wali Kota Yokohama guna membuka kembali ruang kerja sama strategis berbasis circular economy dan transfer teknologi.

Melalui kolaborasi lintas negara ini, BP Batam berharap pengelolaan sampah tidak hanya menyelesaikan persoalan lingkungan di hilir, tetapi juga memberi dampak ekonomi positif bagi masyarakat lokal secara menyeluruh.

Turut mendampingi Deputi Pelayanan Umum dalam agenda internasional tersebut, Direktur Pengendalian Investasi Yani Alkindi, Direktur Lingkungan Hidup dan Kehutanan Hadjad Widagdo, serta Kepala Biro Keuangan Siswanto.

 

(Redaksi KoranBatam)




- ▴-▴JNE BATAM ▴JNE BATAM▴- ▴-▴
Komentar Facebook

Komentar dengan account Facebook

EKONOMI

;