- MaxOne Hotel Batam Kembali Gelar Buffet Jom Merarau, Makan Siang Sepuasnya Cuma Rp99 Ribu
- Gebrakan Baru MaxOne Batam: Menginap 24 Jam Bebas Jam Check-in, Bayar Mulai Rp718 Ribu
- Gelar Pengamanan Terpadu, AKP Rio Ardian Pastikan Laga Pembuka Veteran Cup Bebas Gangguan
- Pos Nume Yonif 136/TS Gelar Pengobatan Gratis dan Bagi Pakaian untuk Warga Puncak Jaya
- Cegah Sajam dan Narkoba Masuk THM, Polsek Bengkong Ketatkan Pengawasan
- Kabut Asap Kepung Padang, Pertamina Bagikan 2.850 Masker Gratis
- BP Batam Bidik Investor Global di Medical Fair Asia 2026, Unjuk Potensi KEK Kesehatan
- Peringati HUT ke-81 TNI AL, Kodaeral IV Bikin Pulau Penyengat Lebih Ceria dan Sehat
- Rojer Kajol Meriahkan Puncak Hari Jadi ke-26 LAM Kepri Batam Malam Ini
- Siap Bersaing dengan 70 Negara, Angela Lillo dari Batam Bawa Kebudayaan Riau ke Miss Global 2026
Gelar INDAAC Kepri 1.0, Perdaweri Memperkuat Ekosistem MICE dan Kedokteran Estetika di Batam

Keterangan Gambar : Kadisbudpar Batam, Ardiwinata (paling kiri), dan Plt Kepala Dinkes Batam, dr. Anggraini Nawang Wulan (dua dari kiri) dan Ketua Panitia dr. Rio Firsan serta Ketua Pelaksana meninjau stand alat-alat wellness saat gelar INDAAC Kepri jilid 1.0 pada 21-22 Agustus 2026 di Radisson Golf & Convention Center Batam. /arsip Disbudpar
KORANBATAM.COM - Perhimpunan Dokter Anti Penuaan, Wellness, Estetik & Regeneratif Indonesia (Perdaweri) Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Kepulauan Riau (Kepri) sukses menggelar ajang Indonesia Anti Aging Conference (INDAAC) Kepri jilid 1.0 pada 21-22 Agustus 2026 di Radisson Golf & Convention Center Batam.
Mengusung tema The Future of Aesthetic Medicine: Innovation, Safety & Results, konferensi ilmiah bertaraf nasional ini menghadirkan puluhan dokter dan praktisi wellness untuk membahas inovasi kedokteran estetika, keselamatan pasien hingga ilmu pencegahan penuaan dini.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan Kota Batam, dr. Anggraini Nawang Wulan, secara resmi membuka agenda tersebut. Dalam sambutannya, Anggraini menekankan keunggulan geografis Batam yang berdekatan dengan Singapura dan Malaysia sebagai modal kuat pengembangan sektor wisata kesehatan (medical tourism).
“Batam memiliki potensi besar, tidak hanya pada pelayanan kecantikan regeneratif, tetapi juga kesehatan gigi dan sektor medis lainnya. Forum seperti INDAAC ini menjadi ruang krusial bagi para dokter dan pelaku industri untuk bertukar ilmu, memperbarui teknologi, sekaligus membangun jejaring profesional baru,” ujar Anggraini, Senin (24/8/2026).
Senada dengan hal tersebut, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Batam, Ardiwinata, menilai penyelenggaraan kegiatan berbasis MICE (Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition) ini memberikan multiplier effect yang nyata bagi perekonomian lokal.
“Event ilmiah seperti ini tidak sekadar menjadi ajang diskusi akademis, tetapi juga menggerakkan berbagai sektor pariwisata secara bersamaan, mulai dari okupansi hotel, transportasi, kuliner, hingga destinasi wisata daerah,” kata Ardiwinata.
Sementara itu, Wakil Ketua Perdaweri Pusat, Dr. Med. dr. Maya Surjadjaja, Sp.GK, M.Gizi, FAAM., mengapresiasi dukungan penuh dari jajaran pemerintah daerah. Menurutnya, kolaborasi ini memperkuat posisi Perdaweri dalam memajukan standar pelayanan medis estetika di Indonesia.
Turut hadir dalam pembukaan acara ini Ketua Perdaweri Kepri, dr. Noviawati, M.Biomed, Sp.KKLP, serta Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kepri, Dr. Yanuarman, Sp.OG, K-FER.
Sinergi antara pemerintah, organisasi profesi, dan pelaku industri ini diharapkan mampu mempercepat pengembangan Batam sebagai destinasi MICE unggulan serta pusat layanan kesehatan terpadu di wilayah perbatasan.
(iam /Redaksi KoranBatam)
▴-▴
▴JNE BATAM▴
▴-▴



















































































