Investasi SDM di Hinterland: Sekolah Terintegrasi Merah Putih Rempang Resmi Dibangun, Target Tuntas 2028
KORANBATAM.COM 25 Sep 2026, 16:04:09 WIB
dibaca : 189 Pembaca PENDIDIKAN
Investasi SDM di Hinterland: Sekolah Terintegrasi Merah Putih Rempang Resmi Dibangun, Target Tuntas 2028

Keterangan Gambar : Penekanan tombol sirine saat groundbreaking dan pemasangan tiang pancang perdana pembangunan sekolah Terintegrasi Merah Putih di kawasan Rempang, Kota Batam, Kepulauan Riau, Kamis (24/9/2026). /arsip BP Batam


KORANBATAM.COM - Komitmen peningkatan mutu Sumber Daya Manusia (SDM) di wilayah penyangga (hinterland) Kota Batam memasuki babak baru. Pembangunan Sekolah Terintegrasi Merah Putih di kawasan Rempang, Kota Batam, Kepulauan Riau (Kepri), resmi dimulai melalui seremoni groundbreaking dan pemasangan tiang pancang perdana pada Kamis (24/9/2026).

Proyek pendidikan terpadu ini berdiri di atas lahan seluas 18,5 hektare dan dirancang untuk melayani jenjang Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP) hingga Sekolah Menengah Atas (SMA) berkonsep boarding school (sekolah berasrama). Seluruh pembangunan ditargetkan rampung sepenuhnya pada akhir tahun 2028.

Acara penancapan tiang pertama tersebut dipimpin langsung oleh Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam sekaligus Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, bersanding dengan Wakil Kepala BP Batam/Wakil Wali Kota Batam, Li Claudia Chandra, serta Ketua Yayasan Merah Putih, Eddy Hussy.

Dalam sambutannya, Amsakar menegaskan pentingnya langkah proaktif pemerintah dan pemangku kepentingan dalam merancang arah pendidikan anak bangsa, khususnya di wilayah pesisir dan pulau-pulau sekitar.

“Kita tidak boleh terlambat mendesain pendidikan untuk anak bangsa. Sekolah ini akan menjadi sejarah, mencetak anak-anak hinterland yang siap tampil dan mewarnai perjalanan pembangunan Batam ke depan,” ujar Amsakar tegas.

Senada dengan hal itu, Wakil Kepala BP Batam, Li Claudia Chandra, menyoroti bahwa Sekolah Terintegrasi Merah Putih tidak hanya berfokus pada fisik bangunan, melainkan menghadirkan sarana-prasarana berstandar internasional demi menciptakan iklim belajar yang optimal.

Ia menekankan bahwa pemerataan pendidikan berkualitas merupakan kunci utama menyongsong visi Indonesia Emas 2045.

“Indonesia Emas harus diisi oleh anak-anak kita dari Rempang, Galang, Buluh, dan kawasan hinterland lainnya dengan pendidikan yang andal dan bermutu. Sekolah ini menjadi bagian penting dalam sejarah pendidikan daerah,” tutur Li Claudia.

Sinergi Pelaku Usaha dan Akses Anak Prasejahtera

Pembangunan kawasan pendidikan ini juga merupakan buah kolaborasi erat antara pemerintah daerah, yayasan, dan para pelaku usaha swasta. Ketua Yayasan Merah Putih, Eddy Hussy, menyampaikan apresiasinya atas dorongan kepemimpinan daerah yang menggerakkan dunia usaha untuk berinvestasi pada masa depan SDM Batam.

Sementara itu, Ketua Tim Pembangunan Sekolah Terintegrasi Merah Putih, Robinson Tan, menambahkan bahwa prioritas utama kehadiran sekolah ini adalah memberikan ruang belajar berkualitas tinggi bagi anak-anak dari keluarga prasejahtera di kawasan Rempang-Galang dan sekitarnya.

“Ini merupakan satu catatan sejarah dan amanah mulia bagi kami. Sekolah ini disiapkan agar anak-anak daerah memiliki kesempatan belajar yang setara untuk mengisi pembangunan di masa depan,” jelas Robinson.

Seremoni groundbreaking tersebut turut disaksikan oleh jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan tokoh penting Batam, di antaranya Ketua DPRD Kota Batam Muhammad Kamaluddin, Dirintelkam Polda Kepri Kombes Pol Ferikson Tampubolon, Dirut PT PLN Batam Kwin Fo, Dirops PT MEG Michael Wilson, Wadan Kodaeral IV Laksma TNI Ketut Budiantara, serta tokoh adat dan masyarakat setempat.

Dengan dimulainya peletakan batu pertama ini, Sekolah Terintegrasi Merah Putih diharapkan menjadi benteng pendidikan berkarakter dan berdaya saing global, melahirkan generasi muda hinterland yang siap membawa Batam dan Indonesia makin melesat maju.

 

(Redaksi KoranBatam)




- ▴-▴JNE BATAM ▴JNE BATAM▴- ▴-▴
Komentar Facebook

Komentar dengan account Facebook

EKONOMI

;