- Menanam Kebiasaan di Pesisir Belawan: Saat Siswa SD Negeri 068426 Menyulap Sampah Jadi Karya
- Batam Hari Ini: Selundupan 100 Liquid Vape Rp800 Juta dari Malaysia Dibakar TNI AL
- Sapu Bersih Penghargaan, Harris Hotel Batam Center Sabet Juara Umum Making Bed & Art Towel 2026
- Kawal BBM Subsidi di Kepri, TNI AL Kodaeral IV Pastikan Pasokan Nelayan Aman dan Tepat Sasaran
- Lawan Perundungan di Pesantren, Polres Lingga Edukasi Santri Darul Iman
- Modus Baru Incar Vaper: TNI AL Gagalkan Pasokan Narkoba Senilai Rp800 Juta asal Malaysia
- Dekat dan Solutif, Cara Satgas Pamtas Yonif 136 Jaga Harmonisasi di Distrik Kalome
- Kunjungi PLN Batam, Dubes Daniel Blockert Tegaskan Swedia Siap Kawal Ketahanan Energi Kepri
- Menyatu Tanpa Jarak, Begini Cara Prajurit Yonif 136/Tuah Sakti Jalin Kedekatan dengan Warga Wandenggobak
- Menyusuri Gang Sempit Kelurahan Sadai, Polsek Bengkong Antar Sembako Langsung ke Pintu Rumah Warga
Jangan Remehkan Tikus! Dinkes Batam Ingatkan Bahaya Hantavirus di Rutan

Keterangan Gambar : Perwakilan Dinkes Batam saat memberikan materi di hadapan petugas dan perwakilan warga binaan di Rutan Batam, Jumat (12/6/2026). /arsip Rutan Batam
KORANBATAM.COM - Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIA Batam mengambil langkah cepat untuk mengantisipasi potensi penyebaran penyakit berbahaya yang dibawa oleh hewan pengerat. Bekerja sama dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Batam, Rutan Batam menggelar agenda sosialisasi khusus mengenai ancaman Hantavirus pada Jumat (12/6/2026).
Langkah preventif ini diambil mengingat karakteristik Rutan sebagai area hunian padat, di mana menjaga kebersihan lingkungan dan kesehatan warga binaan menjadi tantangan sekaligus prioritas utama.
Dalam pemaparannya, perwakilan dari Dinkes Batam menjelaskan bahwa, Hantavirus merupakan virus berbahaya yang utamanya ditularkan melalui tikus.
Manusia dapat terinfeksi bukan hanya melalui gigitan, melainkan juga lewat kontak dengan urine, kotoran, atau air liur tikus yang mengering dan terbang bersama udara di ruang tertutup.
“Gejala awalnya mirip sekali dengan flu biasa, seperti demam tinggi, sakit kepala, dan nyeri otot. Namun, jika dibiarkan, virus ini bisa menyerang fungsi paru-paru secara akut dan berakibat fatal,” ujar perwakilan Dinkes Batam saat memberikan materi di hadapan petugas dan perwakilan warga binaan.
Pihak Dinkes menekankan pentingnya sinergi antara petugas Rutan dan warga binaan dalam menjaga sanitasi lingkungan. Beberapa poin krusial yang disoroti antara lain:
• Manajemen Sampah: Memastikan semua tempat sampah tertutup rapat agar tidak memancing kedatangan tikus.
• Penyimpanan Logistik Makanan: Mengamankan bahan makanan di wadah kedap udara yang tidak dapat ditembus hewan pengerat.
• Prosedur Pembersihan yang Aman: Menyemprotkan cairan disinfektan terlebih dahulu pada area yang dicurigai menjadi sarang tikus sebelum dibersihkan, guna mencegah partikel virus terbang dan terhirup.
Pihak Rutan Batam menyambut baik edukasi ini dan berkomitmen untuk langsung menerapkan instruksi pencegahan tersebut.
“Langkah ini diharapkan dapat menciptakan lingkungan Rutan yang bersih, sehat dan bebas dari ancaman wabah penyakit tersembunyi,” kata Kepala Subseksi Pelayanan Tahanan Rutan Batam, Ramadina Umaro.
(iam)
▴JNE BATAM▴
▴-▴



















































































