Jelang KSM 2026 di Sagulung Semarak, Kolaborasi Seniman Lokal hingga Mancanegara Curi Perhatian
KORANBATAM.COM 19 Apr 2026, 23:02:19 WIB
dibaca : 413 Pembaca SENI DAN BUDAYA
Jelang KSM 2026 di Sagulung Semarak, Kolaborasi Seniman Lokal hingga Mancanegara Curi Perhatian

Keterangan Gambar : Agenda KSM tahun 2025 di Batam, Kepulauan Riau. /arsip Disbudpar Batam


KORANBATAM.COM - Suasana Lapangan Sentosa Perdana (SP), Sagulung, Kota Batam, Kepulauan Riau (Kepri) dipenuhi semangat budaya dalam gelaran jelang Kenduri Seni Melayu (KSM) tahun 2026 yang berlangsung pada tanggal 18 sampai 19 April mendatang.

Ribuan warga memadati lokasi untuk menyaksikan beragam sajian seni Melayu yang tampil atraktif dan menghibur. Berbagai pertunjukan ditampilkan, mulai dari tari tradisional, musik Melayu, pembacaan pantun dan puisi hingga atraksi seni rupa melalui live painting.

Kehadiran sesi melukis langsung menjadi magnet tersendiri, terlebih dengan partisipasi pelukis mancanegara asal Amerika Serikat (AS), Mis Angela yang berkolaborasi bersama Komunitas Seni Rupa Batam.

Aksi para perupa yang menciptakan karya secara spontan di tengah arena acara berhasil menarik perhatian pengunjung. Elemen seni rupa ini dinilai memberi warna baru dalam penyelenggaraan KSM sebagai ruang ekspresi lintas bidang seni.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Ketua Umum Lembaga Adat Melayu (LAM) Kepri Kota Batam, YM Dato’ Wira Setia Utama Raja Haji Muhammad Amin bersama Wakil Ketua I Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Batam, Aweng Kurniawan. Keduanya memberikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan yang dinilai mampu memperkuat identitas budaya Melayu di Batam.

Raja Haji Muhammad Amin menyampaikan bahwa, jelang kenduri merupakan tahap awal menuju puncak Kenduri Seni Melayu 2026 yang akan digelar lebih besar dan meriah.

Ia menegaskan, pada acara puncak nanti akan dihadirkan lebih banyak seniman, termasuk dari tingkat nasional hingga internasional.

“Kita harapkan masyarakat terus mendukung kegiatan ini. Ke depan, Kenduri Seni Melayu harus semakin berkembang dan menjadi agenda berskala nasional,” ujarnya.

Ia juga mengungkapkan rencana pembangunan taman seni budaya sebagai wadah kreativitas bagi para seniman di Batam.

Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Batam, Ardiwinata menjelaskan bahwa, konsep jelang kenduri tahun ini dirancang lebih luas dengan pelaksanaan sebanyak tiga tahap di lokasi berbeda.

“Melalui konsep ini, kita ingin memberi kesempatan lebih banyak kepada sanggar-sanggar seni di kecamatan untuk tampil dan berkembang,” kata Ardiwinata kepada KoranBatam dalam siaran pers, Minggu (19/4).

Tahap pertama melibatkan sanggar dari Sagulung, Batuaji, Sekupang hingga Belakangpadang. Selanjutnya, jelang kenduri kedua akan digelar di Tanjung Uma pada Mei dan tahap ketiga di Sungai Beduk pada Juni.

Penampil terbaik dari masing-masing tahap nantinya akan tampil pada puncak Kenduri Seni Melayu bersama peserta dari negara serumpun seperti Malaysia, Singapura, Thailand dan Brunei Darussalam.

Kepala Bidang (Kabid) Kebudayaan Disbudpar Batam, Samson Rambah Pasir menuturkan, jelang kenduri juga berfungsi sebagai ajang pembinaan sekaligus seleksi bagi pelaku seni.

“Ini bukan sekadar hiburan, tapi juga proses untuk menyiapkan penampil terbaik sebelum tampil di panggung utama,” ucapnya.

Ia juga menyoroti peran Komunitas Seni Rupa Batam dalam mendokumentasikan perjalanan KSM melalui karya-karya lukisan yang dihasilkan selama kegiatan berlangsung. Menurutnya, karya tersebut memiliki potensi untuk dikembangkan lebih lanjut dalam ranah ekonomi kreatif (Ekraf).

Beragam penampilan turut memeriahkan dua hari pelaksanaan, di antaranya musik Melayu oleh Malaykustik, penampilan penyanyi cilik Along Alif, pembacaan puisi oleh Puan Azzahra Nur Rafanda serta pertunjukan pantun oleh Yoan S Nugraha dan Rendra Setyadiharja.

Sejumlah sanggar seni juga tampil memukau, seperti Sanggar Mulya Suri, Selasih 16, Tanjak Emas dan Sanggar Pantai Basri yang menampilkan tari Jogi khas masyarakat pesisir Melayu.

Kenduri Seni Melayu sendiri merupakan agenda budaya tahunan yang telah berlangsung sejak 1999 silam, dan kini memasuki tahun ke-27. Event ini juga telah masuk dalam Kalender Event Nusantara (KEN) sebagai salah satu daya tarik wisata budaya unggulan Indonesia.

Melalui kolaborasi lintas daerah hingga mancanegara, jelang KSM 2026 menjadi bukti kuat bahwa Batam terus berkembang sebagai pusat seni dan budaya Melayu di kawasan regional.

 

(iam)




- -
Komentar Facebook

Komentar dengan account Facebook

EKONOMI

;