- Film Sejauh Doa Cahaya Batam Catat Capaian Baru Industri Kreatif
- RSBP Fun Run 2026 Sukses Digelar, Perkuat Silaturahmi dan Budaya Hidup Sehat di Kawasan Sekupang Batam
- Polsek Bengkong Gelar Aksi Sosial Bersihkan Masjid dan Sekolah
- Kantor Cabang Syariah Pertama Berkonsep Bisnis Hybrid Resmi Diluncurkan CIMB Niaga di Aceh
- Perkuat Kolaborasi dalam Perang Media, Kadispen Kodaeral IV Ikuti Rakornispen di Mabes TNI
- BP Batam Dukung Pengembangan Pendidikan Vokasi, Dorong Peningkatan Kualitas SDM
- Sosialisasi Coretax Perkuat Kepatuhan Pajak Pegawai RSBP
- Sambut Bulan K3 2026, Pertamina Sumbagut Perkuat Budaya HSSE dan Zero Accident
- Barang Bukti 56,51 Gram Sabu Diblender Polres Anambas, Ringkus 2 Pria
- Polisi Sahabat Anak di Batam Kenalkan Tertib Lalu Lintas Sejak Dini
Kenduri Seni Melayu Batam Kembali Masuk KEN 2026 Kemenpar RI

Keterangan Gambar : Wali Kota Batam, Amsakar Ahmad (empat dari kiri), menerima sertifikat dari Kemenpar RI pada event KEN 2025 KSM. /Dok. Disbudpar Batam
KORANBATAM.COM - Event budaya unggulan Kenduri Seni Melayu (KSM) Kota Batam kembali mencatatkan prestasi nasional dengan terpilih sebagai bagian dari Kharisma Event Nusantara (KEN) 2026.
Penetapan tersebut tertuang dalam Keputusan Menteri Pariwisata (Kepmenpar) Republik Indonesia Nomor SK/2/HK.01.02/MP/2026 tentang Karisma Event Nusantara Tahun 2026, yang menetapkan 125 event unggulan dari seluruh Indonesia.
Masuknya KSM Batam dalam kalender nasional KEN 2026 menegaskan posisi Batam sebagai salah satu pusat pelestarian dan pengembangan budaya Melayu di Indonesia, sekaligus destinasi pariwisata berbasis budaya di wilayah perbatasan.
Kepala Dinas (Kadis) Kebudayaan dan Pariwisata (Budpar) Batam, Ardiwinata menyampaikan bahwa, terpilihnya kembali KSM dalam KEN merupakan hasil dari kerja kolaboratif berbagai pihak dalam menjaga kualitas event dan konsistensi pelestarian budaya.
“Masuknya kembali Kenduri Seni Melayu Batam dalam Karisma Event Nusantara 2026 merupakan kebanggaan sekaligus tanggung jawab bagi kami. Ini menunjukkan bahwa event budaya Melayu di Batam dinilai memiliki kualitas, keberlanjutan serta dampak positif bagi pelestarian budaya dan pariwisata daerah,” ucap Ardiwinata kepada KoranBatam, Jumat (23/1).
Ia menambahkan, KSM tidak hanya menjadi ajang pertunjukan seni, tetapi juga ruang edukasi dan penguatan identitas budaya masyarakat Batam yang majemuk.
“KSM adalah etalase budaya Melayu Batam. Melalui event ini, kami ingin memperkenalkan nilai-nilai budaya, seni, dan kearifan lokal kepada masyarakat luas, termasuk wisatawan nusantara dan mancanegara,” ujar dia.
KSM merupakan event budaya tahunan yang menampilkan beragam seni dan tradisi Melayu, mulai dari seni tari, musik tradisional, sastra lisan, busana adat, hingga ritual budaya serta pameran ekonomi kreatif.
KSM telah menjadi wadah ekspresi bagi seniman dan budayawan Melayu, sekaligus sarana pewarisan budaya kepada generasi muda.
Ardiwinata juga menegaskan, Pemerintah Kota (Pemkot) Batam berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas penyelenggaraan KSM agar mampu memberikan dampak ekonomi dan sosial yang lebih luas.
“Kami akan terus melakukan penguatan kurasi program, peningkatan kualitas penyelenggaraan serta mendorong keterlibatan pelaku ekonomi kreatif dan komunitas budaya, sehingga KSM benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat,” katanya.
Bukan kali pertama, KSM Batam juga pernah masuk dalam kalender Kharisma Event Nusantara pada tahun sebelumnya.
Konsistensi tersebut menjadi bukti bahwa event ini dinilai berkelanjutan dan relevan dengan pengembangan pariwisata berbasis budaya.
Dengan kembali terpilihnya KSM dalam KEN 2026, Pemkot Batam berharap event ini mampu meningkatkan kunjungan wisatawan, memperkuat citra Batam sebagai kota budaya Melayu modern, serta menggerakkan roda perekonomian daerah.
(iam)
▴-▴


















































































