- MaxOne Hotel Batam Kembali Gelar Buffet Jom Merarau, Makan Siang Sepuasnya Cuma Rp99 Ribu
- Gebrakan Baru MaxOne Batam: Menginap 24 Jam Bebas Jam Check-in, Bayar Mulai Rp718 Ribu
- Gelar Pengamanan Terpadu, AKP Rio Ardian Pastikan Laga Pembuka Veteran Cup Bebas Gangguan
- Pos Nume Yonif 136/TS Gelar Pengobatan Gratis dan Bagi Pakaian untuk Warga Puncak Jaya
- Cegah Sajam dan Narkoba Masuk THM, Polsek Bengkong Ketatkan Pengawasan
- Kabut Asap Kepung Padang, Pertamina Bagikan 2.850 Masker Gratis
- BP Batam Bidik Investor Global di Medical Fair Asia 2026, Unjuk Potensi KEK Kesehatan
- Peringati HUT ke-81 TNI AL, Kodaeral IV Bikin Pulau Penyengat Lebih Ceria dan Sehat
- Rojer Kajol Meriahkan Puncak Hari Jadi ke-26 LAM Kepri Batam Malam Ini
- Siap Bersaing dengan 70 Negara, Angela Lillo dari Batam Bawa Kebudayaan Riau ke Miss Global 2026
Lahan Gambut 38 Hektare Terbakar di Lingga dan Natuna, TNI AL dan Tim Gabungan Padamkan Api

Keterangan Gambar : Suasana prajurit TNI AL dan Tim Gabungan saat padamkan api akibat kebakaran lahan gambut di Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau, Minggu (23/8/2026). /arsip Dispen Kodaeral IV
KORANBATAM.COM - Kesiapsiagaan dan sinergitas lintas instansi di Kepulauan Riau (Kepri) kembali diuji. Dalam waktu berdekatan, tim gabungan yang melibatkan unsur TNI Angkatan Laut (AL), Kepolisian, pemerintah daerah, hingga masyarakat berhasil menangani dua insiden kebakaran lahan gambut di Kabupaten Lingga dan Kabupaten Natuna. Total area yang terdampak dari kedua lokasi tersebut diperkirakan mencapai 38 hektare.
Berdasarkan rilis Dinas Penerangan (Dispen) Komando Daerah Angkatan Laut (Kodaeral) IV, penanganan kebakaran pertama berlangsung di kawasan eks PT Bintan Bumi Persada, Dusun I, Desa Tanjung Irat, Kecamatan Singkep Barat, Kabupaten Lingga, pada Selasa (25/8/2026). Api yang mulai membesar sejak Senin sore (24/8/2026) melahap vegetasi kering seluas kurang lebih 8 hektare.
Menanggapi laporan warga, prajurit Lanal Dabo Singkep bergerak cepat menuju lokasi bersama personel Polsek Singkep Barat, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Lingga, serta masyarakat setempat.
Kepala Dinas Penerangan (Kadispen) Kodaeral IV, Kolonel Laut (KH) Ignatius Maria Pundjung Triyogatama, S.Sos., M.Sc., menjelaskan bahwa proses pemadaman memanfaatkan sarana mesin pompa serta bantuan armada tangki air dari PT Vamos yang disiagakan di lokasi kejadian.
“Berkat respons cepat dan kerja sama seluruh unsur, api berhasil dipadamkan secara keseluruhan. Tim juga membuat jalur pemutus api serta melakukan pemantauan dan pendinginan pada titik-titik rawan untuk meminimalisasi risiko penyebaran ulang,” ujar Kolonel Ignatius, Rabu (26/8/2026).
Kebakaran Gambut 30 Hektare di Natuna
Sebelum peristiwa di Lingga, penanganan serupa dilakukan oleh tim gabungan Lanal Ranai di kawasan lahan gambut Tanjung Semedang, Desa Cemaga Tengah, Kecamatan Bunguran Selatan, Kabupaten Natuna, pada Minggu (23/8/2026).
Titik api pertama kali terdeteksi warga sekitar pukul 14.28 WIB. Kondisi vegetasi yang mengering dipadu tiupan angin kencang membuat kobaran api cepat meluas hingga membakar sekitar 30 hektare lahan kosong.
Untuk menanggulangi situasi, Lanal Ranai menerjunkan satu unit truk tangki air kapasitas 5.000 liter dan kendaraan pengawal Detasemen Polisi Militer (Denpom), didukung armada tangki dari Damkar Pemda Natuna, Polres Natuna, serta Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM).
Usaha memadamkan api yang melibatkan personel Lanal, Polri, Damkar, dan Babinsa Komando Rayon Militer (Koramil) Bunguran Selatan ini membuahkan hasil hingga api benar-benar padam sepenuhnya pada pukul 18.00 WIB.
Penyebab Masih Diselidiki, Warga Diimbau Waspada
Pihak berwenang memastikan tidak ada korban jiwa maupun permukiman warga yang terdampak dalam dua peristiwa tersebut. Hingga saat ini, penyebab pasti memicu timbulnya titik api di kedua lokasi masih berada dalam proses penyelidikan aparat setempat.
Mengingat tingginya potensi kebakaran pada area gambut saat musim panas, pihak TNI AL mengimbau masyarakat luas untuk tidak membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar. Kewaspadaan bersama dinilai menjadi kunci utama dalam mencegah kerusakan lingkungan dan kerugian yang lebih besar.
(iam /Redaksi KoranBatam)
▴-▴
▴JNE BATAM▴
▴-▴




















































































