Legenda Timnas Turun Gunung di Batam International Football Series 2026, Bangkitkan Gelora Sepak Bola Usia Dini
KORANBATAM.COM 14 Agu 2026, 16:43:45 WIB
dibaca : 353 Pembaca OLAHRAGA
Legenda Timnas Turun Gunung di Batam International Football Series 2026, Bangkitkan Gelora Sepak Bola Usia Dini

Keterangan Gambar : Poster International Football Series 2026 pada 22-23 Agustus mendatang. /arsip BP Batam


KORANBATAM.COM - Ekosistem sepak bola di Kota Batam kembali mendapat suntikan energi segar. Memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Badan Pengusahaan (BP) Batam bekerja sama dengan Garuda Yaksa FC Academy siap menggelar perhelatan akbar Batam International Football Series 2026 pada 22-23 Agustus mendatang.

Ajang yang menjadi bagian dari rangkaian Batam Prime International Grassroot Football Festival 2026 ini tidak hanya menyajikan persaingan sengit di tingkat pembinaan usia dini, tetapi juga menghadirkan pesta nostalgia bagi para pencinta sepak bola tanah air melalui laga eksibisi Fun Game.

Laga Nostalgia: Panggung Bintang dan Pejabat

Salah satu agenda paling dinantikan masyarakat adalah pertunjukan Fun Game yang mempertemukan Timnas Indonesia Legend melawan BP Batam Legend.

Deretan legenda sepak bola nasional era emas dipastikan merumput kembali, seperti Rully Nere, Rahmad Darmawan, Rocky Putiray, Azhari Rangkuti, hingga Patar Tambunan. Mereka akan menjajal ketangguhan jajaran pimpinan BP Batam, di antaranya Kepala BP Batam Amsakar Achmad, Deputi Bidang Investasi Fary Djemy Francis, serta Deputi Bidang Pengusahaan Denny Tondano.

Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, menegaskan bahwa kehadiran para legenda Timnas Indonesia bertujuan untuk memberikan dampak psikologis serta motivasi langsung bagi anak-anak daerah.

“Kami ingin anak-anak Batam melihat bahwa mimpi menjadi pesepak bola hebat itu dimulai dari lapangan sederhana, kompetisi usia dini, dan ketabahan dalam berlatih. Kehadiran para legenda ini adalah bukti nyata bahwa anak-anak Batam punya kesempatan yang sama untuk menembus level tertinggi,” tegas Amsakar.

Ia menambahkan, pembinaan di tingkat akar rumput (grassroots) merupakan fondasi utama pembentukan karakter, mental bertanding, dan pengasahan bakat sebelum melangkah ke level yang lebih tinggi.

Sinergi Tiga Elemen Utama

Sementara itu, Ketua Dewan Pembina Panitia Batam Grassroots Festival sekaligus Wakil Ketua Dewan Pembina Garuda Yaksa FC Academy, Fary Djemy Francis, meyakinkan bahwa kegiatan ini dirancang sebagai ekosistem berkelanjutan.

“Kita tidak ingin berhenti pada ajang nostalgia. Legenda hadir untuk memberi inspirasi, sektor grassroots menjadi wadah regenerasi, dan turnamen internasional menjadi jembatan agar anak-anak Batam berani bermimpi melangkah ke panggung dunia,” kata Fary.

Selain laga Fun Game, rangkaian acara juga menyuguhkan International Trofeo yang mempertemukan empat tim kuat antarnegara:

• Geylang International FC (Singapura)

• Indera FC (Brunei Darussalam)

• Garudayaksa FC (Indonesia)

• Batam Premier FC (Indonesia)

Investasi Panjang Sepak Bola Nasional

Legenda Timnas Indonesia era 1980-an, Rully Nere, mengapresiasi komitmen BP Batam dalam menggelar ajang pembinaan berkelanjutan ini. Menurutnya, masa depan sepak bola Indonesia sangat bergantung pada keseriusan pengelolaan usia dini.

“Pemain Timnas tidak pernah lahir secara instan. Mereka tumbuh dari lapangan kecil, kompetisi yang teratur, serta disiplin tinggi. Festival seperti ini memberi panggung dan keberanian bagi talenta Batam untuk bermimpi membela Indonesia di masa depan,” ujar Rully.

Melalui sinergi antara inspirasi para legenda, pembinaan akar rumput, serta paparan kompetisi internasional, Batam kian mengukuhkan diri sebagai salah satu kawah candradimuka calon penggawa masa depan Sepak Bola Indonesia.

 

(Redaksi KoranBatam)




- -JNE BATAM JNE BATAM- -
Komentar Facebook

Komentar dengan account Facebook

EKONOMI

;