- MaxOne Hotel Batam Kembali Gelar Buffet Jom Merarau, Makan Siang Sepuasnya Cuma Rp99 Ribu
- Gebrakan Baru MaxOne Batam: Menginap 24 Jam Bebas Jam Check-in, Bayar Mulai Rp718 Ribu
- Gelar Pengamanan Terpadu, AKP Rio Ardian Pastikan Laga Pembuka Veteran Cup Bebas Gangguan
- Pos Nume Yonif 136/TS Gelar Pengobatan Gratis dan Bagi Pakaian untuk Warga Puncak Jaya
- Cegah Sajam dan Narkoba Masuk THM, Polsek Bengkong Ketatkan Pengawasan
- Kabut Asap Kepung Padang, Pertamina Bagikan 2.850 Masker Gratis
- BP Batam Bidik Investor Global di Medical Fair Asia 2026, Unjuk Potensi KEK Kesehatan
- Peringati HUT ke-81 TNI AL, Kodaeral IV Bikin Pulau Penyengat Lebih Ceria dan Sehat
- Rojer Kajol Meriahkan Puncak Hari Jadi ke-26 LAM Kepri Batam Malam Ini
- Siap Bersaing dengan 70 Negara, Angela Lillo dari Batam Bawa Kebudayaan Riau ke Miss Global 2026
Lestarikan Tradisi Perantauan, Punokawan Batam Sajikan Lemper Raksasa 1,5 Meter di Ritual Rebo Wekasan

Keterangan Gambar : Imam Tohari, (empat dari kiri, batik coklat) yang mewakili Wlikota Batam, saat melakukan pemotongan Lemper Raksasa pada acara Rebo Wekasan Punokawan Batam di Pasar Setu Punokawan, Kavling Sei Tering, Tanjung Sengkuang, Batu Ampar, Batam, Selasa (11/8/2026) malam. /arsip Punokawan
KORANBATAM.COM - Semangat melestarikan warisan leluhur di tanah perantauan terus dirawat oleh Perkumpulan Sosial Pelestari Budaya Jawa Punokawan Batam. Mewujudkan visi dan misinya, organisasi budaya ini kembali menggelar tradisi ritual tahunan Rebo Wekasan di Pasar Setu Punokawan, Kavling Sei Tering, Kelurahan Tanjung Sengkuang, Kecamatan Batu Ampar, Kota Batam, Selasa (11/8/2026) malam.
Tradisi Rebo Wekasan ritual simbolis tolak bala untuk menandai berakhirnya bulan Safar berlangsung khidmat sekaligus meriah. Kehadiran sajian unik berupa lemper berukuran raksasa menjadi magnet utama yang menyedot perhatian warga dan tokoh masyarakat setempat.
Pelaksana Acara, Indrawati, mengungkapkan bahwa, lemper raksasa tersebut merupakan yang pertama dan terbesar pernah dibuat di Batam.
“Lemper ini memiliki panjang 1,5 meter dengan diameter 30 sentimeter. Bahan baku yang dihabiskan mencapai 15 kilogram beras ketan, serta 8 kilogram daging ayam dan ikan untuk isiannya,” terang Indrawati di sela-sela kegiatan.
Rangkaian ritual diawali dengan lantunan doa tolak bala dalam gabungan bahasa Arab dan Jawa. Dipimpin oleh dua spiritualis Punokawan, Mbah Mulyono dan Eyang Sugeng, doa dipanjatkan demi keselamatan dan ketenteraman masyarakat Batam.
Setelah panjatan doa, prosesi dilanjutkan dengan pembagian air doa secara simbolis. Perwakilan Walikota Batam, Imam Tohari, S.H., M.H., mendapat kesempatan pertama menerima air doa tersebut sebelum dilanjutkan kepada jajaran tamu undangan dan warga. Air doa ini nantinya akan dimanfaatkan warga untuk diminum dan mandi di rumah masing-masing sebagai bagian dari ikhtiar spiritual.
Puncak acara ditandai dengan pemotongan lemper raksasa secara seremonial oleh Imam Tohari. Potongan pertama secara simbolis diserahkan kepada Ki Demang Punokawan, H. Sutardi, S.E., untuk kemudian dibagikan secara merata kepada seluruh peserta dan warga sekitar yang hadir.
Suasana kebersamaan semakin hangat saat warga dan para tokoh berkumpul menyantap lemper raksasa dan sajian khas bubur Safar secara bersama-sama sebagai penutup rangkaian acara.
Selain mewakili Walikota Batam, acara ini turut dihadiri sejumlah tokoh masyarakat regional, di antaranya Ketua RW Pesona Mantang M. Jasrul, Ketua PWP Batu Ampar, serta para pinisepuh (sesepuh) masyarakat Jawa dari kawasan Bengkong dan Batu Ampar.
Kegiatan ini menegaskan bahwa kebudayaan daerah tetap dapat tumbuh subur dan merajut tali silaturahmi di tengah dinamika masyarakat Batam yang heterogen.
(iam /Redaksi KoranBatam)
▴-▴
▴JNE BATAM▴
▴-▴




















































































