- Kenduri Seni Melayu Batam Kembali Masuk KEN 2026 Kemenpar RI
- Calon Prajurit TNI AL Kodaeral IV Menjalani Tes Samapta
- Iptu Sutomo, Kapolsek Jemaja Bertemu Ketua LAM
- Pascabencana, Pertamina Sumbagut Hadir Perkuat Pemulihan Warga di Huntara Ketapiang bersama Direksi dan DPR RI
- Aspers Ksal Cek Langsung Penerimaan Prajurit Baru di Kodaeral IV, Berikut Pesannya
- Rayakan Valentine Sambil Makan Malam Romantis di Ketinggian Hotel Yello Batam
- BP Batam Jawab Tuntutan Warga Sengkuang, Percepat Solusi Air Bersih
- Bupati Batu Bara Tertarik Replikasi Model Investasi dan Air Bersih di Batam
- Warga Tiga Kelurahan di Batuampar Batam Demo: Solat-Mandikan Jenazah Sulit, Hanya Dapat Janji Manis Saja
- Maling Motor Bersenjata Pisau Badik Diringkus Polisi Bengkong, Satu Masih Diburu
Libatkan KM Kelud, 15 Kontainer Bantuan untuk Korban Banjir Sumatera Diberangkatkan Pelni

Keterangan Gambar : Dirut PELNI Tri Andayani (dua dari kiri), dan sejumlah pemangku kepentingan mengecek kondisi logistik dalam kontainer saat pelepasan barang bantuan korban bencana Sumatra, Jakarta, Jumat (12/12/2025). /Dok. Kantor Pelni Batam
KORANBATAM.COM - PT Pelayaran Nasional Indonesia atau PT PELNI (Persero) melepas pengiriman barang bantuan yang dihimpun dari masyarakat melalui kantor cabang PELNI untuk korban bencana banjir di Sumatera pada Jumat (12/12/2025).
Sebanyak 15 kontainer diangkut menggunakan kapal motor (KM) Kelud, dan masih terdapat 32 kontainer yang akan dikirim pada pelayaran berikutnya.
Kegiatan pelepasan ini dihadiri oleh Direktur Utama (Dirut) PELNI Tri Andayani, Direktur Usaha Angkutan Barang dan Tol Laut Kokok Susanto, Dirut PELNI Logistics Sukendra, Kepala Cabang PELNI Jakarta Dicky Dermawandi dan Nakhoda KM Kelud Capt Herman.
Dirut PELNI, Tri Andayani menyampaikan terima kasih kepada masyarakat yang memiliki rasa kepedulian yang tinggi untuk membantu korban bencana di Sumatera.
“Kami memanfaatkan armada dan rute regular ke Sumatera Utara via Belawan untuk mengangkut barang bantuan. Tingginya rasa peduli masyarakat menunjukan solidaritas nasional untuk meringankan beban korban bencana Sumatera,” ucap Tri di Jakarta.
Tri menambahkan bahwa, pembebasan biaya angkut dan pengiriman barang bantuan dengan kapal PELNI menuju Sumatera Utara (Sumut) masih berlangsung hingga 18 Desember mendatang.
“Pengiriman berikutnya akan berlayar dengan KM Nggapulu pada 13 Desember, dan KM Kelud pada 18 Desember. Sejauh ini sudah terkumpul 32 kontainer untuk pengiriman berikutnya,” ujar dia.
Adapun untuk bantuan kloter pertama ini berasal dari daerah Tegal, Surabaya dan Jakarta. Sedangkan jenis barang yang dikirim meliputi pakaian, makanan, pampers, sembako hingga perlengkapan ibadah.
Direktur Usaha Angkutan Barang dan Tol Laut PELNI, Kokok Susanto menyampaikan total muatan bantuan sebanyak 15 TEUs dengan nilai biaya angkut yang dibebaskan senilai Rp361,8 juta. Jika ditotal dengan 32 kontainer yang akan dikirim di kloter selanjutnya, nilai biaya angkut yang dibebaskan mencapai Rp1,4 miliar.
“Kami memastikan proses logistik berjalan lancar dan aman hingga tiba di tujuan. Selanjutnya barang bantuan akan diterima oleh instansi yang mengirimkan dari Jakarta, sementara untuk barang bantuan akan kami salurkan melalui BPBD Sumatera Utara,” sebut Kokok.
Sebagai perusahaan pelayaran nasional, PELNI berkomitmen untuk tidak hanya menjadi penyedia layanan transportasi laut, tetapi juga mitra andal dalam setiap upaya kemanusiaan dan pemulihan bencana dengan memanfaatkan armada kapal yang menjangkau banyak pulau, dan jaringan logistik yang terintegrasi.
KM Kelud sendiri adalah salah satu kapal penumpang milik PELNI yang secara rutin melayani wilayah Sumatera, dengan rute reguler Tanjung Priok-Batam-Tanjung Balai Karimun-Medan (Pulang Pergi).
Sebelumnya, PELNI juga telah menyalurkan bantuan logistik secara langsung baik ke Sumut maupun Sumatera Barat (Sumbar) melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sumut dan Posko Penanganan Darurat Bencana Banjir dan Longsor Kota Padang.
Bantuan yang disalurkan berupa paket sembako, makanan siap saji, selimut, peralatan mandi, obat-obatan serta kebutuhan khusus perempuan dan anak-anak.
(iam)
▴-▴



















































































