- Komandan Kodaeral IV Terima Al-Quran dari Dewan Pembina Yayasan Muslim Sinar Mas
- Polisi Ringkus Buruh Bangunan Nyolong Motor di Bengkong Kolam
- Kapolsek Batuampar dan Bhayangkari Tebar Kebaikan Ramadan: Bagi Ratusan Takjil Gratis di Lampu Merah
- Momentum Cap Go Meh 2026, Li Claudia Ajak Masyarakat Jaga Kelestarian Alam
- BP Batam Hadirkan Pangan Terjangkau untuk Pegawai dan Masyarakat
- Asita Kepri Gelar Buka Bersama dan Ramadhan Charity 2026
- Terhentinya Petualangan Bandit Jalanan Perampas Gelang Emas Viral di Bengkong Batam
- Safari Ramadan di Pulau Karas, Amsakar Tekankan Semangat Kolaborasi Wujudkan Batam Madani
- 49 Ribu Peserta PBI JK Dinonaktifkan, BPJS Kesehatan Imbau Masyarakat Cek Status Kepesertaan
- BP Batam Gandeng Komunitas Promosikan WPP New Nagoya
Matangkan Pembangunan Taman Budaya Batam
Wujudkan Program Prioritas Wako Wawako, Disbudpar Belajar ke TIM dan DKJ

Keterangan Gambar : Rombongan Disbudpar Batam berbincang dengan Pengelola TIM dan Pengurus DKJ saat melakukan kunjungan koordinasi dan studi banding, belum lama ini. /Dok. Disbudpar Batam
KORANBATAM.COM - Pemerintah Kota (Pemkot) Batam berencana membangun taman budaya sebagai ruang ekspresi dan apresiasi aneka seni budaya yang berkembang di Batam, termasuk seni paguyuban. Pembangunan taman budaya ini merupakan bagian dari program prioritas Wali Kota (Wako) dan Wakil Wali Kota (Wawako) Batam.
Sebagai langkah awal persiapan pembangunan gedung, tata kelola serta penganggaran taman budaya tersebut, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Batam melakukan kunjungan koordinasi dan studi banding ke Taman Ismail Marzuki (TIM) dan Dewan Kesenian Jakarta (DKJ).
Rombongan Disbudpar Batam dipimpin Kepala Bidang (Kabid) Kebudayaan Samson Rambah Pasir didampingi Kepala Bidang Sarana dan Objek Wisata (SOW) Harry Budiman serta staf kebudayaan Raja Zulkarnain. Kedatangan mereka disambut hangat oleh Pengelola TIM dan Pengurus DKJ.
“Sambutan dan layanan dari pengelola TIM dan pengurus DKJ sangat luar biasa. Mereka antusias dan memberikan banyak informasi yang kami butuhkan,” ucap Samson Rambah Pasir.
Samson menjelaskan, kunjungan tersebut bertujuan untuk memperoleh referensi terkait penyusunan detail engineering design (DED), sistem tata kelola, serta regulasi yang berkaitan dengan pengelolaan taman budaya.
Dalam kesempatan itu, pengelola TIM dan pengurus DKJ juga mengajak rombongan Disbudpar Batam berkeliling melihat berbagai fasilitas, mulai dari ruang pementasan utama, teater besar dan kecil hingga sarana pendukung lainnya.
Kompleks seni budaya TIM dan DKJ sendiri merupakan pusat kesenian yang pertama kali digagas dan dibangun pada era Gubernur DKI Jakarta, Ali Sadikin.
“Terima kasih kepada pak Eko dan seluruh pengelola TIM serta pengurus DKJ seperti Hasan Aspahani, Mas Adith dan Mas Imam yang dengan sukarela dan penuh antusias memberikan referensi, baik berupa data, gambar, maupun penjelasan langsung di lapangan. Ini pelajaran yang sangat berharga bagi kami,” kata Harry Budiman.
Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Batam, Ardiwinata menegaskan, hasil kunjungan tersebut akan menjadi rujukan penting dalam pembangunan dan pengelolaan taman budaya di Batam.
“Informasi, data dan regulasi yang diperoleh dari kunjungan ini akan kami jadikan referensi untuk memperkaya konsep pembangunan dan pengelolaan taman budaya di Batam,” kata Ardiwinata saat dihubungi terpisah, Kamis (5/2/2026).
Ia menambahkan, Pemkot Batam menargetkan pembangunan taman budaya mulai dilaksanakan tahun ini. Lokasinya direncanakan berada di tapak bekas Gedung Beringin, Sekupang.
“Seniman, budayawan, serta para pelaku seni di Batam tidak lama lagi akan memiliki ruang untuk berkreasi, berekspresi dan berkegiatan secara berkesinambungan, yakni taman budaya,” ujarnya
Menurutnya, pembangunan taman budaya juga menjadi bagian dari upaya mewujudkan 15 skala prioritas Wako dan Wawako Batam, khususnya prioritas nomor 11 yakni pengembangan pusat seni budaya paguyuban.
(iam)
▴-▴


















































































