Membawa Pesan Bumi ke Panggung Budaya: Energinya INLA Singapura Pukau Pengunjung KSM 2026
KORANBATAM.COM 05 Jul 2026, 02:57:54 WIB
dibaca : 575 Pembaca SENI DAN BUDAYA
Membawa Pesan Bumi ke Panggung Budaya: Energinya INLA Singapura Pukau Pengunjung KSM 2026

Keterangan Gambar : Kumpulan Seni INLA Singapura saat melakukan pertunjukan tari pada acara hari kedua perhelatan KSM 2026 di Dataran Engku Putri Batam Center, Batam, Kepulauan Riau, Sabtu (4/7/2026) malam. /arsip Disbudpar Batam


KORANBATAM.COM - Malam kedua perhelatan akbar Kenduri Seni Melayu (KSM) 2026 dikejutkan oleh sebuah pertunjukan yang tidak biasa. Bukan sekadar menonjolkan estetika gerak, delegasi internasional asal Singapura, Kumpulan Seni International Nature Loving Association (INLA), sukses menyihir penonton lewat koreografi kontemporer yang sarat akan pesan ekologis, Sabtu malam (4/7/2026).

Membawakan misi keharmonisan antara manusia dan alam, INLA Singapura tampil dinamis dengan formasi yang presisi serta ekspresi penuh determinasi. Balutan kostum bernuansa hijau-putih yang dikenakan para penari mempertegas identitas dan komitmen organisasi tersebut terhadap isu-isu lingkungan.

Diiringi aransemen musik yang ceria dan kontemplatif, pertunjukan ini berhasil membangun atmosfer magis. Efek kabut tebal dipadukan dengan tata cahaya (lighting) bernuansa hijau di atas panggung membawa penonton larut dalam visualisasi alam yang asri sekaligus reflektif.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Batam, Ardiwinata, memberikan apresiasi tinggi atas performa memukau tersebut. Menurutnya, INLA Singapura berhasil membuktikan bahwa panggung seni tradisi adalah medium yang sangat efektif untuk menyuarakan nilai-nilai universal yang melintasi batas negara.

“INLA menghadirkan pertunjukan yang tidak hanya matang secara artistik, tetapi juga membawa narasi krusial tentang pentingnya hidup selaras dengan alam. Nilai ekologis ini sebenarnya sangat sejalan dengan filosofi budaya Melayu yang selalu mengajarkan keseimbangan kosmos antara manusia, pencipta, dan lingkungan sekitar,” ujar Ardiwinata kepada KoranBatam lewat WhatsApp, Sabtu dinihari.

Senada dengan itu, Kepala Bidang (Kabid) Kebudayaan Disbudpar Batam, Samson Rambah Pasir, menilai kehadiran delegasi Singapura ini memberikan warna baru sekaligus standardisasi segar pada gelaran KSM tahun ini. Ia menyoroti bagaimana isu lingkungan dikemas secara modern tanpa kehilangan roh tradisionalnya.

“Setiap delegasi tentu membawa karakter uniknya masing-masing. Namun, apa yang ditampilkan INLA malam ini menunjukkan bahwa seni tradisi dapat bertransformasi menjadi bahasa kemanusiaan global. Pendekatan seperti inilah yang sangat relevan dan mampu menyentuh kesadaran generasi muda kita hari ini,” kata Samson menambahkan.

Melalui harmoni gerak yang energik dan kedalaman makna yang dibawakan, INLA Singapura tidak hanya sukses menghibur ribuan pasang mata di Batam, melainkan juga meninggalkan pesan reflektif pasca-pertunjukan: bahwa menjaga kelestarian bumi adalah tanggung jawab kolektif yang tak mengenal batas geografis.

 

(iam)




JNE BATAM JNE BATAM- -
Komentar Facebook

Komentar dengan account Facebook

EKONOMI

;