- Menanam Kebiasaan di Pesisir Belawan: Saat Siswa SD Negeri 068426 Menyulap Sampah Jadi Karya
- Batam Hari Ini: Selundupan 100 Liquid Vape Rp800 Juta dari Malaysia Dibakar TNI AL
- Sapu Bersih Penghargaan, Harris Hotel Batam Center Sabet Juara Umum Making Bed & Art Towel 2026
- Kawal BBM Subsidi di Kepri, TNI AL Kodaeral IV Pastikan Pasokan Nelayan Aman dan Tepat Sasaran
- Lawan Perundungan di Pesantren, Polres Lingga Edukasi Santri Darul Iman
- Modus Baru Incar Vaper: TNI AL Gagalkan Pasokan Narkoba Senilai Rp800 Juta asal Malaysia
- Dekat dan Solutif, Cara Satgas Pamtas Yonif 136 Jaga Harmonisasi di Distrik Kalome
- Kunjungi PLN Batam, Dubes Daniel Blockert Tegaskan Swedia Siap Kawal Ketahanan Energi Kepri
- Menyatu Tanpa Jarak, Begini Cara Prajurit Yonif 136/Tuah Sakti Jalin Kedekatan dengan Warga Wandenggobak
- Menyusuri Gang Sempit Kelurahan Sadai, Polsek Bengkong Antar Sembako Langsung ke Pintu Rumah Warga
Menjaga Batam Tetap Ramah: Kisah di Balik Ketegasan Polsek Batu Ampar yang Bersih dari Kriminal

Keterangan Gambar : Momen Kapolsek Batu Ampar, Kompol Amru Abdullah (kiri), menerima penghargaan Certificate of Appreciation dari Grab Indonesia di Mapolresta Barelang, Rabu (10/6/2026). /arsip Polresta Barelang
KORANBATAM.COM - Malam itu, Rabu, 25 Februari, riuh musik di Cafe Onespot & Lounge, Komplek Wiramustika, Sungai Jodoh, mendadak pecah oleh perselisihan yang memanas.
Di tengah gemerlap lampu malam Kecamatan Batu Ampar, Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) seorang Warga Negara Asing (WNA) asal Amerika Serikat terlibat bentrok fisik dengan seorang mitra pengemudi online Grab.
Mengetahui adanya tindak pidana pengeroyokan yang melibatkan warga asing, Kepolisian Sektor (Polsek) Batu Ampar bersama jajaran Polresta Barelang bergerak cepat.
Tanpa birokrasi yang berbelit-belit, kasus ini ditarik ke meja hukum dengan prinsip yang kokoh: siapa pun yang melanggar hukum di tanah pertiwi, harus mempertanggungjawabkannya tanpa memandang warna paspor mereka.
Respons Cepat yang Membawa Ketenangan
Empat bulan berlalu sejak malam kelam tersebut. Ruang audiensi Markas Kepolisian Resor Kota (Mapolresta) Barelang pada Rabu (10/6/2026) siang sekira pukul 11.00 Wib menjadi saksi akhir dari babak keadilan ini.
Head of Public Affairs for Police, Military and Intelligence Grab Indonesia, Nawa Pamungkas melangkah membawa sebuah map berisi Certificate of Appreciation. Penghargaan itu bukan sekadar formalitas di atas kertas, melainkan sebuah simbol rasa terima kasih.
“Jajaran Polsek Batu Ampar dinilai cepat dan mampu menangani perkara secara responsif, transparan serta berkeadilan,” ujar perwakilan Grab Indonesia tersebut.
Penghargaan itu diserahkan langsung kepada Kapolsek Batu Ampar, Kompol Amru Abdullah, disaksikan oleh jajaran pimpinan Polresta Barelang termasuk Kapolresta Kombes Pol Anggoro Wicaksono, Wakapolresta AKBP Fadli Agus dan Kasat Reskrim Kompol M Debby Tri Andrestian.
Tidak Ada Ruang untuk Kejahatan
Bagi Kompol Amru Abdullah, lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) tahun 2012 yang pernah tercatat sebagai Kapolsek Pujud termuda di Polres Rokan Hilir pada tahun 2020 lalu, penanganan kasus ini adalah cerminan dari janji setianya sebagai korps Bhayangkara.
Saat dihubungi pada Kamis (11/6/2026), pria dengan pembawaan tegas ini menyatakan bahwa komitmen menjaga keamanan bukan sekadar slogan di spanduk-spanduk jalanan.
“Tidak ada ruang terhadap para pelaku kejahatan di wilayah Batu Ampar. Kami mohon kerja sama dengan seluruh unsur terkait untuk mewujudkan harapan kita semua demi terciptanya situasi aman, nyaman, dan tentram,” tegas Kompol Amru.
Terpisah, Kapolresta Barelang Kombes Pol Anggoro Wicaksono melihat apresiasi ini sebagai bahan bakar baru bagi seluruh personelnya. Di bawah payung visi Presisi (Prediktif, Responsibilitas, dan Transparansi Berkeadilan), Anggoro menegaskan bahwa keamanan kota adalah magnet utama bagi kemajuan daerah.
Sinergi Demi Masa Depan Batam
Di luar aspek penegakan hukum, kasus pengeroyokan ini memberikan pesan kuat kepada dunia luar: Batam adalah kota yang aman untuk berinvestasi, namun tidak bertoleransi pada tindakan kriminal.
Kolaborasi apik antara kepolisian dan sektor swasta seperti Grab Indonesia diharapkan mampu menjaga urat nadi perekonomian Batam tetap berdenyut sehat.
Ketika pekerja lapangan merasa aman dan investor merasa terlindungi, kualitas pelayanan publik dengan sendirinya akan merangkak naik.
Kini, riuh malam di kawasan Sungai Jodoh telah kembali normal. Para pengemudi online bisa kembali memacu kendaraannya membelah malam Batam dengan perasaan lega.
Sebab mereka tahu, di garda terdepan Kecamatan Batu Ampar, ada polisi-polisi responsif yang siap menjaga mereka, memastikan bahwa keadilan di kota ini berlaku sama untuk semua orang.
(iam)
▴JNE BATAM▴
▴-▴



















































































