- Film Sejauh Doa Cahaya Batam Catat Capaian Baru Industri Kreatif
- RSBP Fun Run 2026 Sukses Digelar, Perkuat Silaturahmi dan Budaya Hidup Sehat di Kawasan Sekupang Batam
- Polsek Bengkong Gelar Aksi Sosial Bersihkan Masjid dan Sekolah
- Kantor Cabang Syariah Pertama Berkonsep Bisnis Hybrid Resmi Diluncurkan CIMB Niaga di Aceh
- Perkuat Kolaborasi dalam Perang Media, Kadispen Kodaeral IV Ikuti Rakornispen di Mabes TNI
- BP Batam Dukung Pengembangan Pendidikan Vokasi, Dorong Peningkatan Kualitas SDM
- Sosialisasi Coretax Perkuat Kepatuhan Pajak Pegawai RSBP
- Sambut Bulan K3 2026, Pertamina Sumbagut Perkuat Budaya HSSE dan Zero Accident
- Barang Bukti 56,51 Gram Sabu Diblender Polres Anambas, Ringkus 2 Pria
- Polisi Sahabat Anak di Batam Kenalkan Tertib Lalu Lintas Sejak Dini
Menteri Pertanian Datang ke Tanjung Balai Karimun, Disambut Danrem Wira Pratama
Sidak Beras Ilegal di Wilayah Perbatasan

Keterangan Gambar : Danrem 033/WP, Brigjen TNI Bambang Herqutanto (dua dari kiri), menyalami Mentan RI, Andi Amran Sulaiman saat tiba di Kabupaten Tanjung Balai Karimun, Provinsi Kepulauan Riau, Senin (19/1/2026). /Dok. PemRem 033 WP
KORANBATAM.COM - Komandan Resor Militer (Danrem) 033/Wira Pratama (WP), Brigjen TNI Bambang Herqutanto M.Han menyambut Menteri Pertanian (Mentan) Republik Indonesia, Dr. Ir. Andi Amran Sulaiman, MP, di Kabupaten Tanjung Balai Karimun (TBK), Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) pada Senin (19/1/2026).
Adapun kunjungan ini dalam rangka melakukan inspeksi mendadak (sidak) langsung penanganan dan pengawasan komoditas pangan di wilayah perbatasan. Hal itu menyusul adanya penangkapan ribuan ton beras ilegal yang diduga kuat diselundupkan tanpa prosedur karantina dan kepabeanan.
Selain Danrem Wira Pratama, Mentan RI beserta rombongan juga disambut oleh Wakil Gubernur (Wagub) Kepri Nyanyang Haris Pratamura, Panglima Komando Daerah Militer (Pangdam) XIX/Tuanku Tambusai (TT) Mayjen TNI Dr Agus Hadi Waluyo., S.A.P., M.M., CHRMP., Bupati Karimun Ing H Iskandarsyah serta unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan pejabat instansi terkait lainnya.
Dalam sidak, Mentan RI menerima paparan dari Bea dan Cukai (BC) serta Badan Karantina terkait pengawasan lalu lintas komoditas pangan.
Mentan RI juga meninjau gudang penyimpanan beras hasil pengamanan aparat terkait yang diduga merupakan bagian dari upaya penyelundupan sekitar 1.000 ton beras dari wilayah Kepri dengan tujuan distribusi ke luar daerah.
Pada kesempatan tersebut, Mentan RI menegaskan agar pelaku penyelundupan ditindak tegas sesuai ketentuan hukum yang berlaku, mengingat Indonesia telah secara resmi mengumumkan capaian dan komitmen menuju swasembada pangan. Praktik penyelundupan dinilai dapat merugikan petani dalam negeri serta mengganggu stabilitas dan ketahanan pangan nasional.
“Ini tak boleh dibiarkan. Kita sudah swasembada, stok beras nasional lebih dari 3 juta ton. Tapi, masih ada pihak-pihak yang memasukkan beras secara ilegal,” ucap Mentan Amran di hadapan jajaran Bea Cukai, Karantina, TNI-Polri dan pemerintah daerah (Pemda).
Mentan RI juga mengapresiasi sinergi Direktorat Jenderal (Dirjen) Bea dan Cukai, Badan Karantina, TNI-Polri serta instansi terkait lainnya dalam upaya pengawasan dan penindakan komoditas pangan ilegal, khususnya di wilayah perbatasan seperti Kepri yang menjadi pintu masuk arus barang dari luar negeri.
Sementara, Korem 033/WP menyatakan komitmennya untuk terus mendukung kebijakan pemerintah pusat dan daerah serta memperkuat sinergi lintas sektor dalam rangka menjaga stabilitas wilayah, melindungi petani lokal serta mendukung ketahanan pangan nasional.
(iam)
▴-▴



















































































