Menyalakan Pelita Ilmu di Perbatasan, Cara Satgas Yonif 136 Jaga Asa Anak-Anak Tinggi Nambut
KORANBATAM.COM 14 Jul 2026, 05:14:22 WIB
dibaca : 235 Pembaca PENDIDIKAN
Menyalakan Pelita Ilmu di Perbatasan, Cara Satgas Yonif 136 Jaga Asa Anak-Anak Tinggi Nambut

Keterangan Gambar : Momen prajurit Satgas Pamtas RI-PNG Kewilayahan Yonif 136/TS Pos Tinggi Nambut mengajar anak-anak Kampung Tinggi Nambut, Puncak Jaya, Papua Tengah, Senin (13/7/2026). /arsip Satgas Tuah Sakti


KORANBATAM.COM - Kehadiran prajurit TNI di wilayah penugasan tidak melulu soal pengamanan teritorial, melainkan juga tentang komitmen membangun kualitas hidup masyarakat setempat. Hal ini dibuktikan oleh Satuan Tugas (Satgas) Pengamanan Perbatasan (Pamtas) Republik Indonesia-Papua Nugini (RI-PNG) Kewilayahan Batalyon Infanteri (Yonif) 136/Tuah Sakti (TS) Pos Tinggi Nambut yang kembali menggelar aksi humanis melalui kegiatan mengajar (Gadik) bagi anak-anak Kampung Tinggi Nambut, Kabupaten Puncak Jaya, Provinsi Papua Tengah, Senin (13/7/2026).

Bertempat di Rumah Pintar Tinggi Nambut, suasana belajar berlangsung dinamis dan penuh antusias. Di bawah arahan langsung Komandan Pos (Danpos), Kapten Infanteri (Inf) Firsan Hadly, para prajurit melepas sejenak atribut taktis mereka untuk bertransformasi menjadi pengajar yang interaktif.

Materi dasar seperti membaca, menulis, berhitung (calistung), serta pengetahuan umum dikemas lewat metode pembelajaran yang menyenangkan agar mudah diserap oleh anak-anak.

Lebih dari sekadar mengejar ketertarikan akademik, Satgas Yonif 136 juga menyelipkan edukasi kesehatan penting berupa Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Anak-anak diajarkan secara langsung simulasi mencuci tangan yang baik dan benar sesuai protokol kesehatan.

Langkah ini dipandang krusial untuk menanamkan kesadaran sanitasi sejak dini guna memproteksi generasi muda dari ancaman penyebaran penyakit infeksi.

Danpos Tinggi Nambut, Kapten Inf Firsan Hadly menegaskan bahwa, inisiatif ini merupakan bagian mendasar dari program pengabdian masyarakat guna mendukung pemerataan kualitas pendidikan di wilayah penugasan.

“Pendidikan adalah investasi jangka panjang. Kami ingin memastikan anak-anak di sini tidak hanya mendapatkan rasa aman, tetapi juga hak yang sama untuk berkembang menjadi generasi yang cerdas, sehat, berkarakter, dan mencintai tanah airnya. Kami ingin memotivasi mereka agar berani bermimpi besar,” ucap Kapten Inf Firsan dalam keterangan resminya kepada awak media ini, Selasa (14/7/2026).

Langkah nyata korps baju loreng ini menuai respons positif dan apresiasi mendalam dari warga serta para orang tua setempat. Nilo (38 tahun), salah satu tokoh masyarakat Kampung Tinggi Nambut, menyatakan bahwa kehadiran Satgas Yonif 136 membawa dampak konkret yang melampaui aspek keamanan formal.

“Kami sangat bersyukur. Kehadiran bapak-bapak TNI memberi ketenangan sekaligus manfaat nyata. Anak-anak kami jadi lebih semangat belajar, dan sekarang mereka mulai paham pentingnya menjaga kebersihan,” sebut Nilo penuh apresiasi.

Melalui integrasi program pendidikan dan kesehatan ini, Satgas Yonif 136/Tuah Sakti tidak hanya memelihara stabilitas wilayah, melainkan juga memperkokoh pilar kemanunggalan TNI bersama rakyat serta mendorong penguatan sumber daya manusia (SDM) di beranda depan nusantara.

 

(red)




- -JNE BATAM JNE BATAM- -
Komentar Facebook

Komentar dengan account Facebook

EKONOMI

;