- Menanam Kebiasaan di Pesisir Belawan: Saat Siswa SD Negeri 068426 Menyulap Sampah Jadi Karya
- Batam Hari Ini: Selundupan 100 Liquid Vape Rp800 Juta dari Malaysia Dibakar TNI AL
- Sapu Bersih Penghargaan, Harris Hotel Batam Center Sabet Juara Umum Making Bed & Art Towel 2026
- Kawal BBM Subsidi di Kepri, TNI AL Kodaeral IV Pastikan Pasokan Nelayan Aman dan Tepat Sasaran
- Lawan Perundungan di Pesantren, Polres Lingga Edukasi Santri Darul Iman
- Modus Baru Incar Vaper: TNI AL Gagalkan Pasokan Narkoba Senilai Rp800 Juta asal Malaysia
- Dekat dan Solutif, Cara Satgas Pamtas Yonif 136 Jaga Harmonisasi di Distrik Kalome
- Kunjungi PLN Batam, Dubes Daniel Blockert Tegaskan Swedia Siap Kawal Ketahanan Energi Kepri
- Menyatu Tanpa Jarak, Begini Cara Prajurit Yonif 136/Tuah Sakti Jalin Kedekatan dengan Warga Wandenggobak
- Menyusuri Gang Sempit Kelurahan Sadai, Polsek Bengkong Antar Sembako Langsung ke Pintu Rumah Warga
Metode Belajar Sambil Bermain Sukses Melejitkan 6 Aspek Perkembangan Siswa TK Islam Hang Tuah Batam

Keterangan Gambar : Agenda Graduation Ceremony and Student Performance atau Upacara Kelulusan dan Pentas Seni Siswa TK Islam Hang Tuah Batam di Golden Bay Hotel, Bengkong, Batam, Selasa (23/6/2026). /arsip Elin
KORANBATAM.COM - Metode belajar melalui bermain dinilai menjadi instrumen paling efektif dalam menstimulasi enam aspek perkembangan anak usia dini secara menyeluruh. Evaluasi nyata ini terlihat dalam kurun waktu satu tahun pembelajaran di Taman Kanak-kanak (TK) Islam Hang Tuah Batam, di mana transformasi karakter, mentalitas, dan religiusitas anak didik menunjukkan grafik yang positif signifikan.
Hal tersebut ditegaskan langsung oleh Kepala Sekolah TK Islam Hang Tuah Batam, Nuri Purnawati, S.Pd.AUD., dalam agenda Graduation Ceremony and Student Performance (Upacara Kelulusan dan Pentas Seni Siswa) yang digelar di Golden Bay Hotel, Bengkong, Batam, Selasa (23/6/2026).
Menurut Nuri, melalui ekosistem bermain yang diterapkan di sekolah, anak-anak perlahan mampu menanggalkan kecemasan mereka dan bertransformasi menjadi pribadi yang lebih berani serta mandiri.
“Melalui aktivitas bermain, ada 6 dimensi perkembangan anak yang kami evaluasi secara total selama satu tahun berjalan. Salah satu yang paling mendasar adalah aspek Nilai Agama dan Moral atau NAM,” ujar Nuri di hadapan para wali murid dan tamu undangan.
Ia memaparkan, indikator keberhasilan pada aspek moral ini dapat dilihat dari perubahan kebiasaan sederhana anak-anak di pagi hari. Jika pada awal tahun ajaran baru sebagian besar anak datang dalam kondisi menangis dan enggan berpisah dari orang tua, kini situasi tersebut berbalik total. Anak-anak yang awalnya pemalu tampil lebih berani dan secara spontan langsung mengucapkan salam kepada guru saat tiba di sekolah. Selain aspek moral, stimulasi optimal pada fase usia emas (golden age) ini juga sukses melejitkan aspek kognitif, bahasa, sosial-emosional hingga seni anak.
Di sektor kognitif, anak-anak kini telah mahir mengenal angka dan berhitung. Pada aspek bahasa, siswa sukses mencapai tingkat kelancaran komunikasi hingga 100 persen. Begitu pula pada aspek emosional, di mana anak-anak telah memahami esensi kebersamaan dan seni berbagi dengan sejawatnya.
“Anak usia dini esensinya bukan dipaksa untuk membaca dan menulis secara kaku atau calistung ketat, melainkan dirangsang perkembangannya melalui bermain. Hari ini, kita bisa melihat langsung keberanian mereka tampil di depan publik tanpa rasa canggung,” tutur Nuri.
Apresiasi dari Yayasan dan Komitmen Pendidikan Berkelanjutan
Paparan keberhasilan tersebut mendapat apresiasi tinggi dari Ketua sekaligus Direktur Yayasan Hang Tuah Batam, Dr. Ir. Jogie Suaduon, S.ST., M.Pd. Dalam sambutannya, Jogie menegaskan bahwa, kilasan pencapaian yang ditunjukkan para siswa di atas panggung merupakan buah dari kesabaran ekstra dan kerja keras para guru.
“Apa yang dicapai oleh anak-anak kita selama satu tahun ini tidak terlepas dari dedikasi luar biasa para guru. Kita bisa melihat buktinya di awal acara tadi, anak-anak dengan anggun membawakan tari persembahan, membaca Al-Qur'an, melantunkan surah-surah pendek, hingga unjuk kemampuan tilawah,” imbuh Jogie bangga.
Lebih lanjut, Jogie menekankan bahwa pembentukan mentalitas berani tampil dan percaya diri ini merupakan bagian dari cetak biru (blueprint) pendidikan berkelanjutan di bawah naungan Yayasan Hang Tuah Batam. Pembiasaan karakter ini diterapkan secara linier mulai dari jenjang TK, SD, SMP hingga SMA.
“Kami selalu membiasakan anak didik di seluruh jenjang untuk berani menyalurkan kompetensi yang telah mereka dapatkan. Walaupun mungkin penampilannya belum sempurna, tetapi di sanalah letak perjuangan hati dan kemurnian proses belajar mereka. Dengan dinamika anak-anak yang begitu aktif, kami berharap enam aspek perkembangan yang sudah ditanamkan ini dapat menjadi bekal kuat bagi mereka untuk bermasyarakat di masa depan,” pungkas Jogie.
Acara penutupan tahun ajaran ini pun berlangsung khidmat dan diwarnai momen keharuan saat jajaran guru serta manajemen sekolah menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kepercayaan besar yang telah diberikan oleh para orang tua murid selama ini.
(iam)
▴JNE BATAM▴
▴-▴




















































































