- Prahara Sadap WA di Sekupang Batam, Istri Mengaku Babak Belur Dianiaya Suami
- Upaya Rutan Batam Wujudkan Lingkungan Pemasyarakatan Sehat lewat Tes VCT
- Cegah Sajam dan Senpi Ilegal, Satgas Yonif 136/TS Gelar Sweeping Humanis di Puncak Jaya
- Turun ke Waduk Nongsa, Amsakar Achmad Minta Gangguan Air di Batam Segera Tuntas
- Dankodaeral IV Pimpin Peringatan HUT ke-81 TNI di Batam, Tekankan Pengabdian PRIMA
- Batam Krisis Air Baku Imbas El Nino Ekstrem, BP Batam Kebut Interkoneksi Pipa Duriangkang
- Gaya Hidup Bebas Dompet, CIMB Niaga Rilis OCTO untuk Pejuang Mimpi
- PajamASRun 2026 Segera Digelar, Hadirkan Lari Unik Berkostum Piyama
- Dari Pencuci Piring hingga GM: Perjalanan Ivan Bakara Nakhodai Properti Swiss-Belhotel Batam
- Sempat Kabur ke Bekasi, Pelaku Penggelapan Uang Kios Pasar BTC Bengkong Akhirnya Tumbang
Minat Jurnalis Kepri Meledak, Kuota Uji Kompetensi KJK Resmi Ditambah Jadi 6 Kelas

Keterangan Gambar : Novianto (jas biru), salah satu penguji peserta UKW tengah memperhatikan pelaksanaan ujian kompetensi jurnalistik di Harmoni One Hotel & Convention Centre yang digelar PWI Pusat di Provinsi Kepri, Kota Batam, Jumat (3/5/2024). /iam/KoranBatam
KORANBATAM.COM - Tingginya kesadaran jurnalis di Kepulauan Riau (Kepri) untuk meningkatkan standar profesionalisme terpancar jelas pada pelaksanaan Uji Kompetensi Wartawan (UKW) yang digagas Komunitas Jurnalis Kepri (KJK). Baru tiga hari pendaftaran dibuka, antusiasme peserta melonjak drastis hingga melampaui target awal panitia.
Melihat gelombang pendaftar yang terus mengalir, KJK resmi mengambil langkah responsif dengan menambah alokasi kelas. Dari rencana awal sebanyak lima kelas untuk jenjang Wartawan Muda, Madya, dan Utama, kuota kini dipastikan membengkak menjadi enam kelas.
Ketua Umum KJK, Ady Indra Pawennari, menegaskan bahwa, penambahan kuota ini dilakukan agar tidak membatasi semangat para jurnalis daerah yang ingin memperkuat kapasitas diri dan meraih sertifikasi resmi.
“Alhamdulillah, memasuki hari ketiga pendaftaran, target 5 kelas yang kami tetapkan sudah terlampaui dan kini berkembang menjadi 6 kelas. Ini menjadi bukti nyata betapa tingginya semangat rekan-rekan wartawan di Kepri untuk terus bertransformasi menjadi jurnalis yang kompeten,” ujar Ady, Kamis (30/7/2026).
Ady menambahkan, tingginya animo ini tidak lepas dari dahaga akan ruang uji kompetensi di tingkat lokal. Pasalnya, UKW terakhir kali diselenggarakan di Tanjungpinang pada 2023 lalu.
Menariknya, para peserta tidak hanya datang dari pusat pemerintahan seperti Tanjungpinang dan Kabupaten Bintan. Jurnalis dari wilayah terluar dan kepulauan, termasuk Kabupaten Kepulauan Anambas, turut berbondong-bondong mendaftarkan diri.
Bagi para wartawan di daerah pelosok, kehadiran UKW di Tanjungpinang menjadi kabar baik yang sangat melegakan. Tengku Azhar, jurnalis asal Anambas, mengakui bahwa pelaksanaan UKW lokal ini sangat memangkas beban finansial dan logistik yang selama ini menjadi kendala utama.
“Kami sangat mengapresiasi dukungan PWI Pusat dan KJK. Bagi kami yang bertugas di wilayah kepulauan, kegiatan ini sangat membantu. Aksesnya jauh lebih mudah dan kami tidak perlu lagi mengeluarkan biaya besar untuk terbang mengikuti UKW di luar daerah,” sebut Azhar.
Lebih dari sekadar mengejar lembar sertifikat, KJK menekankan bahwa UKW adalah kawah candradimuka untuk menguji pemahaman terhadap Kode Etik Jurnalistik (KEJ), hukum pers, serta tanggung jawab moral jurnalis.
Dengan melonjaknya jumlah wartawan tersertifikasi kelak, KJK optimistis ekosistem informasi di Kepri akan semakin sehat, berimbang, dan berintegritas yang pada akhirnya memberikan sajian berita berkualitas tinggi bagi publik.
(red)
▴-▴
▴JNE BATAM▴
▴-▴




















































































