- Menanam Kebiasaan di Pesisir Belawan: Saat Siswa SD Negeri 068426 Menyulap Sampah Jadi Karya
- Batam Hari Ini: Selundupan 100 Liquid Vape Rp800 Juta dari Malaysia Dibakar TNI AL
- Sapu Bersih Penghargaan, Harris Hotel Batam Center Sabet Juara Umum Making Bed & Art Towel 2026
- Kawal BBM Subsidi di Kepri, TNI AL Kodaeral IV Pastikan Pasokan Nelayan Aman dan Tepat Sasaran
- Lawan Perundungan di Pesantren, Polres Lingga Edukasi Santri Darul Iman
- Modus Baru Incar Vaper: TNI AL Gagalkan Pasokan Narkoba Senilai Rp800 Juta asal Malaysia
- Dekat dan Solutif, Cara Satgas Pamtas Yonif 136 Jaga Harmonisasi di Distrik Kalome
- Kunjungi PLN Batam, Dubes Daniel Blockert Tegaskan Swedia Siap Kawal Ketahanan Energi Kepri
- Menyatu Tanpa Jarak, Begini Cara Prajurit Yonif 136/Tuah Sakti Jalin Kedekatan dengan Warga Wandenggobak
- Menyusuri Gang Sempit Kelurahan Sadai, Polsek Bengkong Antar Sembako Langsung ke Pintu Rumah Warga
Padukan Sastra Klasik dan Teknologi, Budayawan Singapura Siap Dobrak Panggung KSM 2026 lewat Hikayat Jenaka Melayu

Keterangan Gambar : CG Karmin Abbas. /1st
KORANBATAM.COM - Panggung Kenduri Seni Melayu (KSM) 2026 terus membuktikan diri sebagai wadah pementasan budaya yang dinamis dan adaptif. Salah satu suguhan yang diprediksi bakal mencuri perhatian besar dari pengunjung adalah penampilan bertajuk “Hikayat Jenaka Melayu”, sebuah mahakarya kreatif dari CG Karmin Abbas, budayawan sekaligus pengkarya tersohor asal Singapura.
Karmin Abbas dikenal luas di Asia Tenggara berkat keberaniannya menerapkan pendekatan baru dalam menghidupkan kembali khazanah sastra Melayu klasik agar relevan dengan zaman modern.
Mengusung konsep Dendangan Tok Selampit, POV Baharu (sudut pandang baru), serta dialog interaktif langsung bersama watak hikayat, pertunjukan ini menawarkan pengalaman teatrikal yang jauh berbeda dari pementasan sastra tutur pada umumnya. Penonton tidak hanya duduk mendengarkan cerita rakyat, melainkan diajak langsung berinteraksi dengan tokoh-tokoh hikayat yang dihidupkan melalui perpaduan kreativitas seni dan sentuhan teknologi digital.
Karmin Abbas menjelaskan, karya ini merupakan jembatan emas untuk menghubungkan warisan masa lalu dengan perkembangan generasi masa kini. Hikayat lama yang selama ini hanya mengendap di lembaran buku, kini ditarik ke dunia nyata dengan gaya yang akrab bagi anak muda.
“Daripada bercakap tentang Lebai Malang, kini kita bertanya kepadanya sendiri,” tutur Karmin menggambarkan konsep revolusioner karyanya tersebut.
Menjaga Relevansi Tradisi di Era Digital
Inovasi berani ini menuai apresiasi tinggi dari Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Batam, Ardiwinata. Menurutnya, KSM memang didesain sebagai ruang inklusif yang terbuka bagi segala bentuk ekspresi budaya baru tanpa menanggalkan akar tradisinya.
“Apa yang ditampilkan oleh CG Karmin Abbas menunjukkan bahwa warisan Melayu dapat dikemas secara inovatif tanpa kehilangan nilai dan pesan moral di dalamnya. Inilah yang perlu terus kita dorong agar budaya tetap hidup, berkembang, dan dicintai oleh generasi muda,” ujar Ardiwinata kepada KoranBatam.
Ia menambahkan, modifikasi cara penyajian seni tradisi merupakan langkah krusial untuk menjaga relevansi kebudayaan di tengah gempuran teknologi dan perubahan pola konsumsi hiburan masyarakat saat ini.
“Pelestarian budaya tidak melulu soal merawat masa lalu secara kaku, tetapi bagaimana menghadirkan tradisi tersebut dalam bahasa yang dipahami dan diterima oleh generasi milenial serta Gen Z,” imbuhnya.
Senada dengan itu, Kepala Bidang (Kabid) Kebudayaan Disbudpar Batam, Samson Rambah Pasir, menilai kehadiran “Hikayat Jenaka Melayu” akan memberi warna baru yang lebih segar pada pelaksanaan KSM tahun ini.
“Melalui perpaduan apik antara seni tutur, sastra, musik, dan teknologi, pertunjukan ini tidak hanya menghibur, tetapi juga memicu penonton untuk merefleksikan kembali nilai-nilai luhur Melayu,” kata Samson.
Penampilan CG Karmin Abbas dijadwalkan menjadi salah satu agenda utama (highlight) dalam rangkaian Kenduri Seni Melayu 2026 yang akan digulirkan pada 2 hingga 5 Juli mendatang di Dataran Engku Putri, Batam Center. Perhelatan akbar ini juga akan dimeriahkan oleh ratusan seniman dan komunitas budaya dari berbagai penjuru Indonesia serta negara-negara serumpun.
(iam)
▴JNE BATAM▴
▴-▴



















































































