Panggil Pimpinan BP Batam ke Kertanegara, Presiden Prabowo Targetkan Batam Jadi Pilot Project Reformasi Investasi
KORANBATAM.COM 07 Jul 2026, 12:57:59 WIB
dibaca : 234 Pembaca EKONOMI & BISNIS
Panggil Pimpinan BP Batam ke Kertanegara, Presiden Prabowo Targetkan Batam Jadi Pilot Project Reformasi Investasi

Keterangan Gambar : Pertemuan Presiden RI Prabowo Subianto dengan jajaran pimpinan BP Batam di Jakarta, Minggu (5/7/2026). /arsip BP Batam


KORANBATAM.COM - Presiden RI Prabowo Subianto menerima jajaran pimpinan Badan Pengusahaan (BP) Batam di Kertanegara, Jakarta, Minggu (5/7/2026). Pertemuan strategis ini digelar khusus untuk membahas percepatan transformasi Batam sebagai mesin baru pertumbuhan ekonomi nasional yang berdaya saing global.

Hadir langsung dalam pertemuan tersebut Kepala BP Batam Amsakar Achmad, Wakil Kepala Li Claudia Chandra, Anggota/Deputi Bidang Investasi Fary Djemy Francis, serta Anggota/Deputi Bidang Infrastruktur Mouris Limanto.

Dalam arahannya, Presiden Prabowo menegaskan bahwa Batam memegang peran krusial sebagai model implementasi agenda prioritas nasional. Presiden meminta seluruh jajaran BP Batam melakukan lompatan besar melalui program hilirisasi, industrialisasi, deregulasi, percepatan investasi, hingga efisiensi logistik.

“Keunggulan komparatif Batam harus dibangun di atas fondasi kepastian hukum, kecepatan pelayanan, dan infrastruktur berdaya saing global,” ujar Presiden Prabowo menekankan pentingnya komitmen tersebut.

Salah satu poin krusial yang diinstruksikan Kepala Negara adalah modernisasi pelabuhan dan rencana pembangunan Pelabuhan Internasional Batam. Proyek ini diproyeksikan menjadi simpul logistik nasional yang terintegrasi langsung dengan kawasan industri, manufaktur berteknologi tinggi, pusat data (data center), serta jaringan pelayaran dunia. Langkah ambisius ini diharapkan mampu memangkas biaya logistik secara signifikan, meningkatkan daya saing ekspor, dan memperkokoh posisi Indonesia dalam rantai pasok global.

Respons Regulasi dan Digitalisasi Lahan

Merespons arahan tersebut, Kepala BP Batam Amsakar Achmad melaporkan bahwa iklim investasi di Batam terus bergerak ke arah yang lebih positif. Hal ini dipicu oleh penguatan regulasi pasca-terbitnya Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 25 Tahun 2025 serta kebijakan pengembangan kawasan yang lebih agresif.

“Melalui berbagai reformasi regulasi ini, pelayanan investasi kini jauh lebih cepat dan memberikan kepastian hukum yang semakin solid bagi para pelaku usaha. BP Batam berkomitmen menjadikan kawasan ini lebih produktif, tertata, dan kompetitif,” kata Amsakar.

Selaras dengan penataan regulasi, Wakil Kepala BP Batam Li Claudia Chandra menjelaskan komitmen instansinya dalam memperkuat tata kelola internal. Salah satu langkah konkretnya adalah melalui digitalisasi sistem pertanahan atau Land Management System (LMS).

“Digitalisasi LMS ini dirancang untuk meningkatkan transparansi, akuntabilitas, dan kemudahan layanan lahan. Kami optimistis penguatan tata kelola ini akan mengerek kepercayaan investor global terhadap Batam,” tutur Li Claudia.

Realisasi Investasi Tumbuh Eksponensial

Transformasi Batam bukan sekadar rencana di atas kertas. Deputi Bidang Investasi BP Batam, Fary Djemy Francis, memaparkan data performa investasi yang tumbuh sangat impresif. Setelah berhasil membukukan realisasi investasi sebesar Rp69,3 triliun sepanjang tahun 2025, tren positif ini berlanjut tajam di awal tahun 2026.

Pada Triwulan I 2026, realisasi investasi Batam tercatat menembus Rp17,48 triliun. Angka ini mencerminkan lonjakan luar biasa sebesar 102,85 persen jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.

Fary menambahkan, aliran modal yang masuk saat ini semakin berkualitas karena terkonsentrasi pada sektor-sektor bernilai tambah tinggi (high-value sectors), seperti industri elektronik modern, permesinan, pusat data, energi terbarukan, dan pengembangan kawasan industri terpadu.

“Bapak Presiden mengarahkan agar Batam menjadi pilot project reformasi investasi nasional melalui digitalisasi pelayanan end-to-end, pengawasan berbasis risiko (risk-based supervision), serta penguatan integritas kawasan,” ungkap Fary.

Menutup pertemuan di Kertanegara, Presiden Prabowo menegaskan pemerintah pusat akan bergerak cepat. Presiden menyatakan bakal segera mengoordinasikan langkah lintas kementerian dan lembaga guna mengurai isu-isu strategis di Batam, mulai dari harmonisasi regulasi tingkat pusat hingga percepatan eksekusi fisik Pelabuhan Internasional Batam.

 

(red)




JNE BATAM JNE BATAM- -
Komentar Facebook

Komentar dengan account Facebook

EKONOMI

;