Pelantikan P3AI Kepri, Ardiwinata: Akupresur Diproyeksikan Masuk Itinerary Wisata Batam
KORANBATAM.COM 17 Jan 2026, 17:29:48 WIB
dibaca : 467 Pembaca PARIWISATA
Pelantikan P3AI Kepri, Ardiwinata: Akupresur Diproyeksikan Masuk Itinerary Wisata Batam

Keterangan Gambar : Kepala Disbudpar Batam, Ardiwinata (tujuh dari kiri), berswafoto dengan Pengurus P3AI Kepri periode 2025-2030, Sabtu (17/1/2026). /Dok. Disbudpar Batam


KORANBATAM.COM - Pelantikan Pengurus Perkumpulan Persaudaraan Pelaku dan Pemerhati Akupresur Indonesia (P3AI) wilayah Kepulauan Riau (Kepri) periode 2025-2030 yang digelar Sabtu (17/1/2026) menjadi momentum penguatan peran akupresur dalam mendukung pengembangan pariwisata kesehatan di Kota Batam dan wilayah Kepri.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Batam, Ardiwinata menyampaikan bahwa, kehadiran P3AI diharapkan mampu memperkaya ragam produk pariwisata, khususnya pada segmen wellness tourism atau wisata kebugaran.

Menurutnya, layanan akupresur yang berkualitas dan tersertifikasi memiliki potensi besar untuk diintegrasikan ke dalam paket perjalanan wisata.

“Layanan akupresur dapat dimasukkan ke dalam itinerary wisata. Setelah wisatawan beraktivitas, berbelanja atau berkeliling kota, mereka dapat menikmati layanan relaksasi dan kesehatan. Hal ini sejalan dengan upaya mewujudkan Sapta Pesona sekaligus meningkatkan daya saing pariwisata Batam,” ucap Ardiwinata kepada KoranBatam.

Ia juga menyampaikan apresiasi serta ucapan selamat kepada seluruh pengurus P3AI Kepulauan Riau yang baru dilantik.

Ardiwinata berharap amanah yang diemban dapat dijalankan dengan semangat kebersamaan, persaudaraan serta komitmen untuk terus belajar dan mengabdi sekaligus berkontribusi dalam pengembangan pelayanan kesehatan tradisional.

Sementara itu, perwakilan Dinas Kesehatan (Dinkes) menegaskan bahwa, akupresur sebagai salah satu bentuk pelayanan kesehatan tradisional memiliki peran strategis dalam upaya promotif dan preventif kesehatan masyarakat.

Pemerintah Daerah (Pemda) terus mendorong agar layanan kesehatan tradisional berkembang secara aman, bermutu, bertanggungjawab serta sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Pemerintah juga berharap P3AI dapat menjadi mitra strategis dalam meningkatkan kompetensi dan profesionalisme para terapis, memberikan edukasi yang tepat kepada masyarakat serta menjaga etika dan standar pelayanan demi keselamatan pasien dan kepercayaan publik.

Sinergi lintas sektor dinilai penting untuk mendorong pengembangan akupresur berbasis ilmu pengetahuan, pengalaman dan kearifan lokal.

Ketua P3AI Kepri, Gusry Sawadi menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya pelantikan pengurus dan jajaran organisasi. Ia menegaskan bahwa, akupresur merupakan ilmu kesehatan yang bermanfaat dan relatif mudah diaplikasikan di tengah masyarakat melalui teknik penekanan pada titik-titik meridian tubuh.

Menurutnya, pengembangan akupresur tidak hanya berkontribusi terhadap peningkatan derajat kesehatan masyarakat, tetapi juga membuka peluang ekonomi bagi para terapis.

Oleh karena itu, P3AI Kepri akan memperkuat kolaborasi dengan berbagai mitra, seperti Dinas Tenaga Kerja, (Disnaker), Dinas Sosial (Dinsos), Dinas Pariwisata serta perangkat daerah lainnya.

“Kami ingin akupresur dapat dinikmati oleh seluruh lapisan masyarakat sekaligus menjadi sumber penghidupan yang layak bagi para praktisi. Kami mengajak seluruh peminat, pemerhati, dan pelaku akupresur untuk terus belajar, berkembang, dan bersama-sama memajukan akupresur di Kepulauan Riau,” ujar Gusry.

Ia berharap kepengurusan P3AI periode 2025-2030 dapat menjalankan program yang inovatif dan selaras dengan visi pembangunan daerah, khususnya dalam mendukung Batam sebagai destinasi pariwisata unggulan yang tidak hanya menawarkan wisata belanja dan bahari, tetapi juga layanan kesehatan tradisional yang berkualitas.


(iam)




- -
Komentar Facebook

Komentar dengan account Facebook

EKONOMI

;