Penataan Pedestrian Kawasan Jodoh, Wamen UMKM Turun Langsung Cek ke Batam
KORANBATAM.COM 09 Jan 2025, 11:52:45 WIB
dibaca : 439 Pembaca EKONOMI & BISNIS
Penataan Pedestrian Kawasan Jodoh, Wamen UMKM Turun Langsung Cek ke Batam

Keterangan Gambar : Wamen UMKM, Helvi Yuni Moraza (paling kanan), berbincang dengan Deputi Bidang Investasi dan Pengusahaan BP Batam Fary Djemy Francis (tiga dari kanan) dan sejumlah pemangku kepentingan lainnya saat kunjungan kerja peninjauan Kawasan New Nagoya di depan Tanjung Pantun, Jodoh, Batuampar, Batam, Kepulauan Riau, Jumat (9/1/2026). /iam/KoranBatam


KORANBATAM.COM - Wakil Menteri (Wamen) Usaha Mikro Kecil dan Menengah atau UMKM, Helvi Yuni Moraza meninjau langsung lokasi rencana penataan pedestrian di kawasan New Nagoya di Jodoh Boulevard, Kecamatan Batuampar Kota Batam, Kepulauan Riau (Kepri), Jumat (9/1/2026).

Survei ini menjadi langkah awal pengembangan Nagoya Heritage hingga New Nagoya sebagai kawasan ramah pejalan kaki dan destinasi wisata kota.

Wamen Helvi ingin melihat dan memastikan langsung kondisi Nagoya Heritage hingga New Nagoya sebelum penataan dilakukan bertahap.

Kawasan Nagoya yang selama ini dikenal sebagai pusat niaga dan hiburan Batam tengah disiapkan untuk berubah wajah. Nagoya masuk dalam lima wilayah pengembangan prioritas yang saat ini digarap Badan Pengusahaan (BP) Batam. 

Untuk itu BP Batam mulai menata jalur pedestrian sepanjang kurang lebih 4,7 kilometer, dari Harbour Bay hingga Pakuwon Mall dengan ambisi menjadikannya kawasan ramah pejalan kaki sekaligus destinasi wisata baru.

Dalam kunjungan kerja peninjauan Kawasan New Nagoya, disebutkan Wamen Helvi bahwa, ia ditugaskan untuk menumbuhkankembangkan sekaligus menaik kelaskan UMKM.

“Pemda (Pemerintah Daerah, red) melalui trobosannya berusaha menjadikan Batam itu sebagai etalase nasional khususnya di bidang investasi,” ucap Wamen disela-sela aktivitasnya.

Selain itu, kata dia, untuk mengembalikan kejayaan sejarah aktivitas para pedagang kaki lima yang selama ini menjadi denyut ekonomi Nagoya.

“Kita berupaya untuk lebih meningkatkan peran serta UMKM karena UMKM penyumbang APBD terbesar,” ujarnya.

Wamen Helvi berharap kolaborasi dan dukungan bersama tim lintas instansi, perwakilan pedagang kaki lima hingga perbankan agar terciptanya UMKM tumbuh dan berkembang menjadi negara tangguh.

Deputi Infrastruktur BP Batam, Mouris Limanto menjelaskan konsep yang disiapkan adalah mengubah sebagian jalur kendaraan di Jodoh menjadi kawasan pedestrian.

“Kawasannya akan dibuat seperti pusat perbelanjaan terbuka. Jalur pejalan kaki, rapi, tanpa mobil,” kata Mouris.

Menurut Mouris, kawasan Tanjung Pantun yang selama ini padat dan semrawut akan ditata ulang dengan sistem zonasi. Area kuliner, fashion, dan pusat oleh-oleh akan dipisahkan agar pengunjung lebih nyaman berkeliling.

BP Batam juga berencana mengajak pemilik ruko untuk menyesuaikan tampilan bangunan dengan konsep baru. Pendekatannya, kata Mouris, dilakukan secara persuasif, bukan pemaksaan. Desain kawasan akan mengambil inspirasi dari kota-kota wisata seperti Jepang, Singapura, hingga Belanda. Soal pendanaan renovasi, BP Batam membuka opsi kolaborasi.

“Bisa melalui perbankan atau skema kerja sama lainnya. Intinya, tidak membebani pelaku usaha secara sepihak,” ujar Mouris.

Jika rencana berjalan sesuai jadwal, Jodoh Boulevard diharapkan tak lagi sekadar kawasan belanja lama, tetapi menjadi ruang publik baru yang hidup tanpa menghilangkan pelaku usaha yang sudah lama menggantungkan hidup di sana.

Turut mendampingi Deputi Bidang Investasi dan Pengusahaan BP Batam Fary Djemy Francis dan Deputi Infrastruktur BP Batam, Mouris Limanto.


(iam)




- -
Komentar Facebook

Komentar dengan account Facebook

EKONOMI

;