Pertamina Patra Niaga Dorong Ekonomi Sirkular lewat Kampung Inovasi Sampah Permata Bandar di Batam
KORANBATAM.COM 02 Jun 2026, 18:10:51 WIB
dibaca : 188 Pembaca EKONOMI & BISNIS
Pertamina Patra Niaga Dorong Ekonomi Sirkular lewat Kampung Inovasi Sampah Permata Bandar di Batam

Keterangan Gambar : Kelompok ibu rumah tangga dari UBS RT One Berseri di Batam binaan Pertamina Patra Niaga menunjukkan hasil sampah organik pembuatan eco enzyme, Selasa (2/6/2026). /arsip Pertamina


KORANBATAM.COM - Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut melalui Aviation Fuel Terminal (AFT) Hang Nadim terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung pelestarian lingkungan dan pemberdayaan masyarakat melalui program Kampung Inovasi Sampah Permata Bandara atau KIMARA, yang dijalankan bersama Unit Bank Sampah (UBS) RT One Berseri di Batam, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri).

Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut, Fahrougi Andriani Sumampouw mengatakan, AFT Hang Nadim membina UBS RT One Berseri untuk mengelola sampah secara terpadu melalui pendekatan ekonomi sirkular dan prinsip zero waste.

Program KIMARA ini, lanjut dia, menjadi wujud nyata kolaborasi antara perusahaan dan masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang lebih bersih sekaligus meningkatkan kesejahteraan warga.

“Melalui pembinaan UBS RT One Berseri, kami mendorong masyarakat untuk mengolah sampah menjadi produk yang memiliki nilai guna dan nilai jual. Program KIMARA ini memberikan dampak lingkungan yang positif, membuka peluang usaha dan meningkatkan pendapatan masyarakat, khususnya kelompok ibu rumah tangga,” ucap Fahrougi dalam siaran pers, Selasa (2/6/2026).

Saat ini, kata dia, UBS RT One Berseri telah mampu mengelola sampah secara produktif dan berkelanjutan. Kelompok ini mengolah limbah buah yang berasal dari kedai buah dan jus. Setiap bulan, kelompok ini mampu mengolah 41 kg sampah organik untuk pembuatan eco enzyme. Kemudian sebanyak 231 kg sampah organik rumah tangga dimanfaatkan sebagai pakan maggot dan 39 kg sampah organik diolah menjadi kompos.

Selain itu, UBS RT One Berseri ini juga mengembangkan hidroponik. Hasil panen hidroponik saat ini mencapai 20 kg per bulan yang dipasarkan kepada masyarakat sekitar. Keberhasilan program ini berdampak pada kelestarian lingkungan dan membuka akses ekonomi baru bagi masyarakat.

“Pengelolaan sampah anorganik juga menunjukkan hasil yang signifikan dengan volume mencapai 3 ton per bulan yang kemudian dipilah dan dijual ke perusahaan daur ulang. Dari seluruh aktivitas tersebut, kelompok binaan ini berhasil mengurangi timbunan sampah yang berakhir di TPA dan menciptakan sumber pendapatan tambahan yang mendukung perekonomian anggota UBS RT One Berseri,” ujarnya.

Sementara itu, Anggota UBS RT One Berseri, Nella Nelfia mengucapkan terima kasih kepada Pertamina khususnya AFT Hang Nadim yang telah membimbing dan mendampingi UBS RT One Berseri dalam pengelolaan sampah serta pengembangan budidaya hidroponik.

“Pertamina sudah membina kami selama 4 tahun, sekarang kami semakin mandiri dalam mengelola sampah dan pendapatan kami semakin meningkat. Melalui program ini, kami belajar bahwa keterbatasan lahan bukan menjadi alasan untuk tidak menanam sayuran. Dengan lahan sederhana di rumah, kami dapat membudidayakan sayuran secara hidroponik,” kata Nella.

Perlu diketahui, hal ini sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs) poin 12 tentang konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab. Pengelolaan sampah yang dilakukan oleh kelompok ini mendukung upaya pengurangan sampah, daur ulang dan penggunaan kembali bahan-bahan yang masih dapat dimanfaatkan.

 

(red)




- -
Komentar Facebook

Komentar dengan account Facebook

EKONOMI

;