- MaxOne Hotel Batam Kembali Gelar Buffet Jom Merarau, Makan Siang Sepuasnya Cuma Rp99 Ribu
- Gebrakan Baru MaxOne Batam: Menginap 24 Jam Bebas Jam Check-in, Bayar Mulai Rp718 Ribu
- Gelar Pengamanan Terpadu, AKP Rio Ardian Pastikan Laga Pembuka Veteran Cup Bebas Gangguan
- Pos Nume Yonif 136/TS Gelar Pengobatan Gratis dan Bagi Pakaian untuk Warga Puncak Jaya
- Cegah Sajam dan Narkoba Masuk THM, Polsek Bengkong Ketatkan Pengawasan
- Kabut Asap Kepung Padang, Pertamina Bagikan 2.850 Masker Gratis
- BP Batam Bidik Investor Global di Medical Fair Asia 2026, Unjuk Potensi KEK Kesehatan
- Peringati HUT ke-81 TNI AL, Kodaeral IV Bikin Pulau Penyengat Lebih Ceria dan Sehat
- Rojer Kajol Meriahkan Puncak Hari Jadi ke-26 LAM Kepri Batam Malam Ini
- Siap Bersaing dengan 70 Negara, Angela Lillo dari Batam Bawa Kebudayaan Riau ke Miss Global 2026
Pipa 800 mm Batamindo Selesai Diperbaiki, BP Batam Pacu Pemulihan Suplai Air Bertahap

Keterangan Gambar : Anggota/Deputi Bidang Pengusahaan BP Batam, Denny Tondano (tengah), berbincang dengan Kepala BP Batam, Amsakar Achmad (kiri) bersama Wakil Kepala BP Batam, Li Claudia Chandra (kanan), saat meninjau pipa jaringan distribusi air minum berdiameter 800 mm di depan Kawasan Batamindo, Muka Kuning, Batam, Sabtu (29/8/2026). /arsip BP Batam
KORANBATAM.COM - Pekerjaan perbaikan dan relokasi pipa jaringan distribusi air minum berdiameter 800 milimeter (mm) di depan Kawasan Batamindo, Muka Kuning, Batam, akhirnya resmi tuntas pada Sabtu (29/8/2026) pukul 14.45 WIB.
Usai merampungkan pekerjaan fisik, Badan Pengusahaan (BP) Batam bersama PT Air Batam Hilir (ABH) kini memfokuskan seluruh kekuatan untuk mengawal proses pemulihan pasokan air bersih ke rumah-rumah warga secara bertahap.
Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, menegaskan bahwa, penanganan kendala pasokan air merupakan prioritas tertinggi yang tidak boleh berhenti hanya pada penyelesaian teknis pipa semata. Pihaknya berkomitmen memastikan suplai air benar-benar mengalir stabil hingga ke titik pelanggan terjauh.
“Pekerjaan perbaikan pipa sudah kita tuntaskan. Sekarang fokus utama kita adalah memastikan air kembali mengalir dan tekanan jaringan terus dipulihkan hingga normal. Saya minta seluruh tim tidak berhenti saat pekerjaan fisik selesai, tetapi mengawal pelayanan ini sampai benar-benar dirasakan oleh masyarakat,” tegas Amsakar.
Atas keterlambatan pemulihan yang melebihi estimasi awal, Amsakar menyampaikan permohonan maaf yang mendalam kepada seluruh warga Batam yang terdampak. Ia menegaskan, dinamika di lapangan ini akan menjadi bahan evaluasi komprehensif agar mitigasi dan respons gangguan layanan dasar di masa mendatang dapat berjalan lebih cepat, terukur, dan sigap.
Senada dengan hal tersebut, Wakil Kepala BP Batam, Li Claudia Chandra, menyatakan bahwa, pemantauan lapangan terus dilakukan ketat bersama jajaran teknis. Menurutnya, air bersih adalah kebutuhan vital harian yang berdampak langsung pada kesejahteraan rumah tangga.
“Kami sangat memahami kesulitan masyarakat ketika air tidak mengalir. Ini bukan sekadar urusan teknis pipa, tetapi menyangkut kehidupan sehari-hari warga. Karena itu, saya minta tim lapangan bekerja tuntas. Jangan cuma memastikan perbaikan pipa selesai, tapi pastikan air benar-benar sampai ke keran rumah masyarakat,” ujar Li Claudia.
Tahapan Pemulihan dan Kondisi Teknis
Secara teknis, Anggota/Deputi Bidang Pengusahaan BP Batam, Denny Tondano, menjelaskan bahwa pascaperbaikan, pengaliran air tidak bisa langsung dinaikkan ke kapasitas maksimum secara instan guna mencegah risiko kerusakan atau kebocoran ulang akibat tekanan mendadak.
Saat ini, pengoperasian Instalasi Pengolahan Air (IPA) Duriangkang 3 dan 4 berada pada debit sekitar 600 liter per detik (lps) dengan tekanan 9 bar. Secara bertahap, tim teknis terus menaikkan performa menuju kondisi normal di target 750 lps dengan tekanan 12 bar.
Berdasarkan pemantauan lapangan:
• Area Mulai Normal: Sejumlah wilayah seperti Batu Aji, Tembesi, dan Marina yang berada di elevasi lebih rendah dan dekat dengan jaringan utama sudah mulai menerima pasokan air.
• Area Proses Pemulihan: Kawasan Sagulung dan Sei Lekop masih memerlukan waktu penyesuaian karena berada di topografi lebih tinggi serta berada di ujung pipa distribusi (end-line).
Kilas Balik Kendala Lapangan
Pengerjaan relokasi pipa 800 mm ini sendiri telah dimulai sejak Rabu (26/8/2026). Dalam prosesnya, tim teknis menghadapi tantangan kompleks pada tahap penyambungan dan pengelasan pipa.
Kendala berlanjut pada Jumat (28/8/2026) saat uji coba pengaliran menemukan adanya titik kebocoran baru, sehingga memicu pengerjaan darurat hingga akhirnya tuntas pada Sabtu sore.
BP Batam memastikan pemantauan debit, tekanan, serta distribusi air akan terus dilakukan secara konsisten dan transparan. Selain itu, penanganan khusus serta bantuan distribusi darurat terus disiap-siagakan bagi kawasan warga yang masih mengalami kendala selama masa transisi ini.
(Redaksi KoranBatam)
▴-▴
▴JNE BATAM▴
▴-▴




















































































